PARENTING
Bolehkah Anak Diberikan Prebiotik Setiap Hari untuk Cegah Gangguan Pencernaan? Ini Kata Dokter
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Rabu, 21 May 2025 09:05 WIBPrebiotik adalah jenis serat larut yang tidak dapat dicerna oleh manusia, tetapi berfungsi sebagai 'makanan' bagi mikroba baik dalam usus atau dikenal bakteri baik. Prebiotik sering kali dijadikan obat untuk mencegah gangguan pencernaan, Bunda.
Penggunaan suplemen prebiotik, khususnya untuk anak-anak, sering kali dikaitkan dengan daya tahan tubuh anak dan kesehatan saluran cernanya. Lantas, bolehkah anak diberikan prebiotik setiap hari untuk mencegah gangguan pencernaan?
Prebiotik untuk anak
Menurut Dokter Spesialis Anak dari Brawijaya Hospital Depok, dr. Ambarsari Sri Nirmala Dewi, Sp.A, dalam penelitian terbaru dan beberapa penelitian memang tidak ada bukti prebiotik bisa digunakan sebagai terapi gangguan saluran cerna. Namun, prebiotik bisa diberikan untuk membantu bila diperlukan, Bunda.
Bila ingin memberikan prebiotik ke anak, Ambarsari menyarankan Bunda untuk berkonsultasi dulu ke dokter spesial anak. Namun, secara umum penggunaan prebiotik tidak dianjurkan untuk dirutinkan setiap hari.
"Hal ini bisa dikonsultasikan ke DSA (dokter spesialis anak), apa perlu atau tidak, dan rutin atau tidak. Tapi, DSA tidak menyarankan rutin pemberiannya, hanya bila diperlukan," kata dr. Ambarsari, dalam Live Instagram HaiBunda x Brawijaya Hospital, Selasa (20/5/25).
Pada bayi ASI, dr. Ambarsari menyarankan untuk fokus pada pemberian ASI guna mendapatkan prebiotik alami. Menurutnya, ASI mengandung prebiotik yang bekerja sebagai zat antibodi untuk menjaga kesehatan saluran cerna anak.
"Selama bayi masih mendapatkan ASI, ya itu yang paling baik untuk kesehatan saluran cernanya. Ada zat-zat di dalam kandungan ASI yang tidak terdapat di susu formula dan susu lainnya. Zat itu berperan sebagai zat antibodi tubuh bayi, dan probiotik alami untuk kesehatan saluran cerna," ujar dr. Ambarsari.
Pada anak yang sudah MPASI, dr. Ambarsari meminta Bunda fokus pada pola makan sehat untuk menjaga kesehatan saluran cerna Si Kecil. Pola makan ini termasuk mengonsumsi cukup cairan dan serat.
"Cukup ajak anak untuk rajin minum air putih dan mendapatkan MPASI. Kecukupan air putih anak balita 1 liter per hari," ungkap dr. Ambarsari.
"Lalu, berikan makanan bervariasi, cukup serat (buah atau sayuran), dann makanan yang fermentasi mengandung mikrobiota seperti yogurt, tahu, atau tempe," lanjutnya.
Selain pola makan, Bunda juga perlu memerhatikan aktivitas anak dan toilet training-nya. Pastikan anak aktif bergerak dan sudah belajar toilet training agar terhindar dari gangguan pencernaan.
"Ajak anak aktif bergerak agar merangsang pergerakan usus supaya tidak konstipasi. Lalu, toilet training yang sudah bisa dimulai saat usia anak 18 bulan atau maksimal 3 tahun," kata dr. Ambarsari.
Pada dasarnya, sistem pencernaan anak sama dengan orang dewasa. Bedanya, orang pencernaan anak belum berfungsi dan berkembang maksimal, Bunda. Kondisi tersebut membuat anak rentan mengalami gangguan pencernaan, seperti diare, sering gumoh, hingga konstipasi atau sembelit.
"Pada anak diketahui saluran pencernaannya belum berkembang optimal, makanya sering ada gangguan gumoh atau diare, dan konstipasi. Kemudian, sistem daya tahan tubuh juga anak belum berkembang maksimal, sehingga rentan terkena infeksi saluran pencernaan atau alergi makanan," ujar dr. Ambarsari.
"Terakhir, ini berhubungan dengan mikrobiota usus atau bakteri baik usus. Bakteri baik akan terus berkembang sesuai usia, dan ini erat hubungannya dengan daya tahan tubuh anak," imbuhnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Bayi Kelebihan Zat Besi: Kenali Ciri, Dampak & Cara Mengatasinya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Ciri-ciri Gangguan Pencernaan pada Anak, Kenali Sebelum Membahayakan Kesehatannya
3 Cara Bedakan Gejala Alergi dan Gangguan Saluran Cerna Fungsional pada Anak
9 Gejala Demam Berdarah pada Anak, Bunda Perlu Tahu
Penyebab dan Dampak Stunting pada Anak, Bunda Perlu Tahu
TERPOPULER
Ini Dia Negara Paling Jujur dan Paling Tidak Jujur di Dunia, Indonesia Masuk Mana?
Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?
Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker
Darah Haid Menggumpal seperti Daging Hati Ayam, Apakah Normal?
4 Kode Warna dan Abjad Nutri-Level di Produk Pangan Olahan
REKOMENDASI PRODUK
10 Kostum Pawai Tema Kemerdekaan 17 Agustus yang Unik & Seru untuk Anak Laki-laki & Perempuan
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Merek Bantal Tidur Hotel yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Deodorant yang Tidak Mengandung Aluminium dan Paraben untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Stainless Steel SUS 430 Terbaik, Diklaim Jauh Lebih Awet & Kuat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Merek Bantal Anti Peyang, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil!
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa
Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Besok Sedikit, Normalkah?
5 Potret Andy /rif Bersama Kedua Putranya, Beda Postur Tubuh Ayah-Anak Jadi Sorotan
Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?
Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bolak Balik Salon Laser Ternyata Bisa Digantikan Alat Ini di Rumah?
-
Beautynesia
7 Kebiasaan yang Bisa Memicu Kulit Wajah Breakout
-
Female Daily
Kurang Fiber? Cobain Femmy Fyber yang Bagus untuk Pencernaanmu!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Potret Gemas Pangeran Louis 'Raja Ekspresi' saat Nonton Balap Sepeda
-
Mommies Daily
Inspirasi Outfit HYROX Wanita: Sport Bra, Legging, dan Running Shoes Terbaik