PARENTING
Anjuran Dokter untuk Terapi Suplementasi Fe pada Anak dengan Anemia Defisiensi Besi
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Rabu, 18 Jun 2025 23:00 WIBAnemia defisiensi besi dapat dialami anak setelah lahir. Bila tidak ditangani, kondisi tersebut bisa menyebabkan gangguan perkembangan termasuk masalah pada motorik anak, Bunda.
Menurut data dari World Nutrition Journal tahun 2021, prevalensi anemia anak usia kurang dari 5 tahun di Indonesia mencapai 38,5 persen. Sementara dalam studi di International Neurourology Journal tahun 2024, dijelaskan bahwa 50 persen penyebab anemia adalah anemia defisiensi besi.
Anemia defisiensi besi pada anak dapat terjadi karena persediaan besi yang kurang pada kasus bayi berat lahir rendah (BBLR), bayi kembar, perdarahan fetus, atau ibu dengan riwayat anemia defisiensi besi. Menurut Prof. Dr. dr. Harapan Parlindungan Ringoringo, Sp.A, Subsp.H.Onk(K), ibu yang memiliki riwayat anemia juga cenderung melahirkan bayi dengan kondisi serupa.
"Disertasi saya pernah membandingkan 121 bayi yang lahir dari ibu tanpa anemia dan sekitar 180 bayi lahir dari ibu dengan anemia. Itu anaknya saya ikuti selama enam bulan. Ternyata, ibu dengan riwayat anemia ada yang melahirkan bayi dengan anemia dan tidak anemia. Begitu juga dengan ibu tanpa riwayat anemia, ada yang bayinya anemia dan tidak anemia," kata dokter yang akrab disapa Parlin ini dalam media briefing bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dengan tema Anemia bersama Anak via Zoom, Selasa (17/6/25).
"Tidak signifikan, tapi memang cenderung bayi yang lahir dari ibu dengan anemia akan mengalami anemia," sambungnya.
Anemia defisiensi besi pada anak dapat ditandai dengan kehilangan nafsu makan, pucat, sering terlihat lesu, sesak napas, infeksi berulang, hingga bertumbuhan terhambat.
Suplementasi besi untuk anak
Parlin mengatakan bahwa suplementasi zat besi berupa elemental dengan dosis 1 miligram per kilogram berat badan per hari (mg/kgbb/hari) dapat diberikan kepada semua bayi yang lahir aterm (cukup bulan) sejak lahir. Pemberian suplementasi ini menjadi penting di negara dengan prevalensi anemia defisiensi besi yang tinggi, Bunda.
"Rekomendasi dari IDAI tahun 2011, suplementasi besi diberikan kepada semua anak, dengan prioritas usia balita (0-5 tahun), terutama usia 0-2 tahun," ujar Parlin.
Terapi pada anak dengan anemia defisiensi besi
Anemia defisiensi besi pada anak dapat diketahui dari pemeriksaan medis, seperti cek laboratorium untuk melihat kadar hemoglobin (Hb) dalam darah. Bila Hb anak rendah, maka dokter biasanya akan memberikan terapi sulplementasi besi (Fe) elemental 3 hingga 5 mg/kg/bb/hari dengan 2-3 dosis selama tiga bulan, serta ditambah reserve (Depo Fe) selama sebulan.
Terapi suplemen besi ini dilakukan bersamaan dengan pemenuhan vitamin C pada anak. Vitamin C dapat meningkatkan hingga 30 persen penyerapan zat besi dalam tubuh Si Kecil, Bunda. Sumber vitamin C bisa didapatkan dari makanan sehari-hari, seperti buah-buahan dan sayuran.
"Terapi ini diberikan bersamaan dengan makanan atau jenis buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C," ungkap Parlin.
Setelah empat bulan terapi, dokter akan melakukan pemantauan pada kadar Hb anak. Jika hasilnya Hb tak kunjung naik, maka perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebabnya.
"Kalau anak ada anemia, itu diberikan terapi oleh dokter di Puskesmas, diperiksa empat bulan setelah terapi dan dipastikan suplemennya diminum dengan kepatuhan. Kalau Hb tidak naik, itu bisa terjadi karena kegagalan terapi atau sesuatu, seperti pada kasus thalasemia," ungkap Parlin.
Pemberian ASI tetap disarankan pada bayi yang masih menyusu eksklusif. Namun perlu diingat, produksi ASI harian masih belum bisa mencukupi kebutuhan zat besi anak.
Demikian penjelasan tentang terapi suplementasi besi pada anak untuk mengatasi anemia defisiensi besi. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Makanan Tinggi Zat Besi untuk Pertumbuhan Anak, Salah Satunya Hati Ayam
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
4 Penyebab Anemia Defisiensi Besi pada Bayi dan Kaitannya dengan Perkembangan Otak
Benarkah Anemia Defisiensi Besi Sebabkan Anak Malas Makan? Ini Faktanya
Kebutuhan Zat Besi Anak 1-5 Tahun untuk Cegah Anemia Defisiensi Besi
Hati-hati! Salah Berikan Anak Makanan Bisa Sebabkan Anemia Defisiensi Besi
TERPOPULER
7 Ciri Kepribadian Orang yang Punya Ratusan Chat Belum Dibaca Sampai Menumpuk
105 Nama Bayi Elegan yang Terkesan Mewah, Klasik hingga Modern Beserta Artinya
11 Ciri Kepribadian Anak yang Dibesarkan oleh Orang Tua Moodyan
Singapura Larang Penggunaan HP di Sekolah, Siswa Kini Lebih Asyik Bermain
Studi Temukan Paparan Bahan Kimia Ini Bisa Tingkatkan Risiko Keguguran Berulang
REKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sikat Gigi Anak 1 Tahun ke Atas, Bisa Jadi Pilihan Bunda
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Kering, Bikin Wajah Tetap Lembap
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Ide Menu Siap Saji Lebaran Hemat tapi Tetap "Wah" untuk Keluarga Besar
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Endometriosis Bisa Tingkatkan Risiko Keguguran dan Kehamilan Ektopik
Ramai Sepekan: Arus Balik Lebaran Diprediksi Memuncak hingga BBM Langka Bikin Warga Antre
7 Ciri Kepribadian Orang yang Punya Ratusan Chat Belum Dibaca Sampai Menumpuk
11 Ciri Kepribadian Anak yang Dibesarkan oleh Orang Tua Moodyan
105 Nama Bayi Elegan yang Terkesan Mewah, Klasik hingga Modern Beserta Artinya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Alasan Emas Putih Harganya Lebih Mahal dari Emas Kuning
-
Beautynesia
7 Kesalahan Berpakaian yang Bikin Tampilan Lebih Tua dan Kuno
-
Female Daily
Rawan Spoiler, Ini 5 Alasan Kenapa Film ‘Tunggu Aku Sukses Nanti’ Layak Kamu Tonton!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Lee Sang Bo Ditemukan Meninggal di Usia 44 Setelah Mengungkap Tragedi Keluarga
-
Mommies Daily
Disney Adventure Berlayar di Singapura! Ini Fasilitas, Kegiatan, dan Daftar Harga Kamar