PARENTING
Mengenal Glider Parenting yang Viral di Media Sosial
Kinan | HaiBunda
Selasa, 19 Aug 2025 09:10 WIBMemilih dan menerapkan pola asuh yang tepat memang tidak selalu mudah ya, Bunda. Seperti saat ini sedang banyak dibicarakan tentang glider parenting, yang disebut-sebut lebih baik jika dibandingkan dengan helicopter parenting.
Seperti diketahui, helicopter parenting dikenal sebagai pola asuh overprotektif. Orang tua terlalu ikut campur pada urusan anak, sangat protektif, dan terlibat dalam hampir semua keputusan anak.
"Orang tua seperti ini cenderung terlalu protektif dan sangat khawatir tentang anak-anak mereka. Mereka sering kali mengatur secara rinci jadwal anak-anak mereka dan terlalu sering campur tangan," ungkap Michelle M. Reynolds, PhD, seorang psikolog klinis, dikutip dari Parents.
Perhatian yang berlebihan ini kerap memberi dampak negatif pada perkembangan anak, termasuk bagi kemampuan mereka untuk memecahkan masalah.
Lantas apa itu glider parenting?
Berbeda dengan helicopter parenting di mana orang tua seakan-akan selalu 'terbang mengawasi di atas anak' seperti helikopter, glider parenting hadir dengan cara berbeda.
Dikutip dari New York Post, pola asuh glider ini mengambil pendekatan yang lebih seimbang. Orang tua tidak selalu mengawasi dari dekat, alias hanya mengamati anak dari kejauhan.
Meski begitu, orang tua akan siap bergerak cepat jika ada risiko bahaya yang terjadi. Termasuk pada hal-hal yang memungkinkan anak celaka.
Dengan kata lain, dalam penerapan pola asuh glider, Bunda selalu tahu kapan harus membiarkan anak mencari jalan keluarnya sendiri dan kapan harus turun tangan. Hal yang tak kalah penting, orang tua juga konsisten menunjukkan pada anak tentang arti batasan.
Kelebihan glider parenting dari pola asuh overprotektif
Pada dasarnya, dasar dari helicopter parenting atau pola asuh overprotektif adalah rasa cinta dan takut sekaligus. Orang tua biasanya tidak mau anak gagal dan terluka, sehingga selalu mengambil langkah mencegahnya terjadi.
Namun yang akhirnya anak-anak justru tidak pernah mendapat kesempatan untuk mencari solusi sendiri. Mereka juga tidak belajar bahwa sebagian besar rintangan hidup sebenarnya bisa dihadapi dan diatasi.
Sebenarnya, anak-anak butuh kebebasan untuk membuat kesalahan dan mencoba lagi. Hal ini yang kemudian menjadi cara untuk membangun ketangguhan.
Sementara itu, menjadi orang tua dengan pola asuh glider berarti tahu kapan harus mengawasi dan kapan harus memberi jarak pada anak.
Artinya, membiarkan anak berjuang menyelesaikan kesulitannya sendiri. Termasuk jika ia memiliki perselisihan dengan teman di sekolah.
Ketika orang tua memberi kesempatan pada anak untuk 'memimpin' sesekali, mereka belajar bahwa mereka mampu. Mereka membangun rasa percaya diri dengan tidak bergantung pada penilaian orang dewasa, tetapi pada usaha dan perkembangan mereka sendiri.
Perbedaan glider parenting dan helicopter parenting
Secara garis besar, berikut perbedaan utama glider parenting dan helicopter parenting yang perlu Bunda pahami:
1. Gaya pengasuhan
Orang tua overprotektif cenderung akan selalu mengawasi anak dari jarak dekat, bahkan mengambil keputusan untuk anak. Sementara itu pada glider parenting, orang tua mengawasi dari jarak aman alias tidak selalu ikut campur.
2. Respons terhadap kegagalan anak
Pada helicopter parenting, orang tua akan selalu turun tangan dan menyelesaikan masalah untuk anak. Sebisa mungkin orang tua akan menghindari risiko dan mencegah anak mengalami kesalahan maupun kegagalan.
Untuk orang tua berpola asuh glider, mereka akan memberi kesempatan dulu pada anak untuk mencoba menyelesaikan sendiri. Jika anak memang sudah benar-benar kesulitan dan meminta bantuan, orang tua akan hadir.
Orang tua juga menganggap bahwa risiko dan kesalahan merupakan bagian dari proses belajar anak, sehingga tidak perlu ditakutkan atau bahkan sepenuhnya dihindari.
3. Dampak bagi perkembangan anak
Jika anak selalu diikuti dan dibantu, mereka cenderung akan tumbuh menjadi sosok yang kurang mandiri. Hal ini karena anak sudah terbiasa untuk dibantu.
Sebaliknya, jika orang tua mau memberi kesempatan pada anak untuk gagal, mereka akan lebih mandiri karena terbiasa mencoba. Anak juga lebih terasah berpikir kritis, karena terbiasa mengambil keputusan sendiri.
4. Peran orang tua
Orang tua yang overprotektif berperan sebagai 'pengendali', yakni menentukan segala hal yang berkaitan dengan anak. Bahkan termasuk kegiatan yang akan diikuti oleh anak dan keputusan-keputusan lainnya.
Pada glider parenting, orang tua cenderung mengambil peran sebagai pendukung. Mereka akan hadir jika anak-anak benar sudah berupaya dan memerlukan bantuan.
Demikian ulasan tentang serba-serbi glider parenting, serta perbedaannya jika dibandingkan dengan helicopter parenting atau overprotektif. Bunda termasuk yang menerapkan pola asuh yang mana?
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Bermain di Luar Rumah Bisa Cegah Rabun Jauh pada Anak, Bun! Ini Penjelasannya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Hati-hati Helicopter Parenting Bisa Bikin Anak Tertekan, Ini 5 Dampak Buruknya
5 Cara Mendidik Anak dalam Islam, Bunda Perlu Tahu
3 Teknik Mengendalikan Emosi Bunda saat Memarahi Anak
Kunci Sukses Pola Asuh Ideal, Ini Saran Ahli
TERPOPULER
Bukan Antisosial, Ini 5 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Nyaman Berinteraksi dengan Anjing Peliharaan
Keseruan Keluarga Mona Ratuliu Liburan ke Disneyland Hong Kong, Ajak Anak hingga Cucu
Posisi Misionaris untuk Gaya Berhubungan saat Hamil Trimester Kedua, Amankah?
Resep Sayur Asem Segar dan Gurih, Lengkap dengan Bumbu dan Cara Membuatnya
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Ketombe Makin Parah
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bukan Antisosial, Ini 5 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Nyaman Berinteraksi dengan Anjing Peliharaan
Posisi Misionaris untuk Gaya Berhubungan saat Hamil Trimester Kedua, Amankah?
Keseruan Keluarga Mona Ratuliu Liburan ke Disneyland Hong Kong, Ajak Anak hingga Cucu
Ungkapan Haru Ferdy Hasan Dampingi Sang Putra yang Berkebutuhan Khusus Wisuda S1, Bangga Bun
Resep Sayur Asem Segar dan Gurih, Lengkap dengan Bumbu dan Cara Membuatnya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Punya Pergelangan Kecil? Coba Jam Tangan Ini yang Bisa Jadi Pilihan
-
Beautynesia
5 Ciri Tidur Kamu Sudah Berkualitas dan Nyenyak, Bukan Cuma Lama
-
Female Daily
House of Dove 2026 Hadir di PIM 2, Intip 5 Activity Seru untuk Kenali Kebutuhan Hair, Body, dan Underarm!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Warisan dan Pesan Terakhir Martha Tilaar Sebelum Menghembuskan Napas Terakhir
-
Mommies Daily
Perbedaan Tantrum, Meltdown, dan Overload pada Anak: Kenali 5 Cirinya