PARENTING
Kapan Leher Bayi Sudah Kuat untuk Tegak?
Asri Ediyati | HaiBunda
Rabu, 10 Dec 2025 16:15 WIBSejak Si Kecil lahir, kita sebagai orang tua perlu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Tak terkecuali soal mengamati perkembangan dalam merawat bayi baru lahir.
Salah satu perkembangannya adalah kuatnya leher ketika mereka berusaha mengangkat kepala mereka. Kapan leher bayi sudah kuat untuk tegak?
Semua itu mulai berubah sekitar usia 3 bulan, ketika kebanyakan bayi mulai memiliki kekuatan yang cukup di leher mereka untuk menjaga kepala mereka sebagian tetap tegak. Namun, seperti halnya semua hal yang berkaitan dengan pengasuhan dan bayi, ada berbagai macam kondisi "normal".
Beberapa bayi memiliki leher yang lebih kuat sejak lahir, sementara yang lain membutuhkan waktu untuk membangun otot-otot yang dibutuhkan untuk melihat dunia dengan lebih baik.
Simak informasi lebih lanjut tentang kapan leher bayi sudah kuat untuk tegak dan bagaimana hal itu terjadi, Bunda.
Kapan leher bayi sudah kuat untuk tegak dan bisa mengangkat kepalanya?
Kebanyakan leher bayi sudah kuat untuk tegak dan mampu mengangkat kepala mereka sendiri pada usia 5 atau 6 bulan. Namun, hal ini membutuhkan banyak latihan untuk mencapainya.
Dikutip dari Parents, berikut hal-hal yang dapat orang tua amati dari bayi baru lahir hingga usia 6 bulan:
Bayi baru lahir hingga usia 2 bulan
Pada awalnya, leher bayi Anda terlalu lemah untuk menopang kepalanya. Namun, seiring pertumbuhannya, otot-otot leher akan cepat menjadi lebih kuat. Pada usia 2 bulan, Bunda mungkin memperhatikan mereka mengangkat kepala sebentar saat tummy time, meskipun hanya beberapa detik.
Mereka mungkin juga bisa memutar kepala hingga sudut 45 derajat. Jika awalnya mereka tidak suka tummy time, teruslah mencoba. Hal ini merupakan cara penting untuk membangun otot leher dan kekuatan tubuh bagian atas serta mengenalkan mereka pada konsep kontrol kepala.
3 bulan
Pada usia 3 bulan, bayi seharusnya mengangkat kepalanya 90 derajat dan melakukan push-up mini selama tummy time. Meskipun ada peningkatan ini, Bunda tetap perlu memegang kepala bayi saat menggendong, menyusu, dan bermain dengannya.
4 bulan
Sekitar usia 4 bulan, kebanyakan bayi tidak membutuhkan banyak penyangga kepala. Pada titik ini, mereka kemungkinan besar sudah bisa mengangkat kepala bahkan saat berbaring telentang dan menopang diri mereka sendiri dengan siku (seperti ular kobra mini) selama tummy time.
Si Kecil sedang membangun otot sambil mempersiapkan diri untuk tonggak penting lainnya yaitu belajar merangkak. Jadi, kapan bayi bisa mengangkat kepalanya sendiri?
Setiap bayi mencapai tonggak perkembangan pada waktu yang berbeda. Namun, anak kemungkinan akan mendapatkan kontrol kepala penuh sekitar usia 5 hingga 6 bulan. Pada titik ini, mereka seharusnya sudah bisa menjaga posisi kepala tetap lurus, memutar kepala ke berbagai arah, dan bahkan mungkin duduk tegak.
Cara membantu bayi agar lehernya kuat dan belajar mengendalikan kepala
Jawabannya sebenarnya hanya satu yaitu perbanyak tummy time. Meskipun bayi harus selalu tidur telentang, beri mereka banyak waktu untuk berolahraga tengkurap saat mereka bangun.
Pada awalnya, mereka mungkin kesulitan untuk mengangkat kepala dan menangis tanpa henti. Meskipun orang tua kadang merasa bersalah melihat bayi menangis, ingatlah bahwa sesi tummy time singkat setiap hari itu sangat penting.
Tummy time tidak hanya memperkuat otot leher dan bahu bayi. Melainkan dapat meningkatkan koordinasi tangan-mata dan keterampilan motorik serta membantu mencegah terbentuknya bintik-bintik datar di kepala bayi.
Dilansir Baby Center, berikut beberapa cara untuk mendorong tummy time dan kontrol kepala:
- Mulailah tummy time sejak dini. Pada hari bayi pulang dari rumah sakit atau segera setelahnya. Singkat saja pada awalnya. Bayi baru lahir dapat melakukan tummy time selama satu atau dua menit; tingkatkan durasinya menjadi sekitar 3 hingga 5 menit.
- Duduklah di dekat bayi selama tummy time dan dorong mereka untuk melihat ke atas dengan melambaikan mainan kerincingan atau mainan lainnya. Ajak bernyanyi, bicara, atau bacakan buku untuk bayi. Gunakan playmat atau alas aktivitas dengan mainan, lampu, dan suara yang menyenangkan.
- Dari usia 3 hingga 6 bulan, sandarkan bayi dalam posisi duduk di tempat yang aman, dengan penyangga leher dan kepala yang memadai. Gunakan bantal atau dudukkan bayi di pangkuan dengan punggungnya menghadap ke Bunda. Mintalah bayi duduk di berbagai tempat di rumah agar pandangannya berubah. Namun, jangan pernah meninggalkan bayi duduk tanpa pengawasan, karena ia bisa terjatuh.
- Di usia ini, Bunda juga bisa baringkan bayi telentang dan tarik perlahan tangannya ke posisi duduk. Turunkan kembali dengan hati-hati dan ulangi.
Kapan perlu khawatir jika leher bayi terlihat tidak kuat dan tidak bisa mengontrol kepala?
Menurut American Academy of Pediatrics, bayi dengan kontrol kepala yang buruk atau otot leher yang lemah harus dievaluasi oleh dokter anak jika mereka tidak mencapai tonggak perkembangan normal untuk kontrol kepala.
Jika bayi tidak dapat mengangkat kepalanya tanpa ditopang pada usia 4 bulan, hal itu mungkin tidak perlu dikhawatirkan, tetapi ada baiknya berkonsultasi dengan dokter anak.
Terkadang, tidak mencapai tonggak perkembangan kontrol kepala merupakan tanda keterlambatan perkembangan atau motorik. Mengutip Healthline, hal ini juga bisa menjadi gejala cerebral palsy, distrofi otot atau gangguan neuromuskular lainnya.
Melalui buku Kesehatan Ibu dan Anak atau aplikasi kesehatan anak di ponsel, Bunda bisa mengamati dan check list perkembangannya setiap bulan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Pertanyaan agar Tak Salah Pilih Sekolah untuk Anak Berkebutuhan Khusus
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Cara agar Bayi Baru Lahir Jarang Rewel Seperti Anak Sisca Kohl dan Jess No Limit
Makna di Balik Bayi yang Banyak Tersenyum, Bukan Berarti Selalu Ceria Bun
5 Manfaat Bersepeda bagi Tumbuh Kembang Anak
5 Cara Sederhana Beri Contoh Baik pada Anak
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A
Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu
Anak Suka Meniru Orang Tua? Ternyata Bukan Sekadar Iseng, Ini Alasannya
Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru
Berat Badan Turun Tanpa Diet, Rigen Rakelna Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Jet Cleaner Terbaik, Ampuh & Cepat Bersihkan Noda
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Kado untuk Ibu Hamil yang Ulang Tahun, Lengkap dari Mewah-Pasti Berguna
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A
Anak Suka Meniru Orang Tua? Ternyata Bukan Sekadar Iseng, Ini Alasannya
Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu
Warga RI Usia 17 Tahun Akan Dapat Saldo Rp50 Ribu di Rekening, Ini Alasannya
10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Ini Cara Pilih Alas Kaki yang Pas buat Acara Kamu, Cek Rekomendasinya!
-
Beautynesia
3 Cara Mengenali Orang yang Benar-benar Bahagia dalam Hidup dari Aktivitas Paginya
-
Female Daily
Pipi Chubby Bikin Kamu Nggak Pede? Ini 7 Cara Bikin Wajah Terlihat Lebih Tirus!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Debut Putri Ivanka Trump di Acara Kenegaraan, Sapa Xi Jinping Pakai Mandarin
-
Mommies Daily
Sontek Warna Hijab Nikita Willy, Ini 7 Warna yang Bikin Wajah Terlihat Cerah!