HaiBunda

PARENTING

10 Ide Stimulasi Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-8 Tahun, Bunda Perlu Tahu

Kinan   |   HaiBunda

Selasa, 13 Jan 2026 15:00 WIB
Ilustrasi Ide Stimulasi Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-8 Tahun, Bunda Perlu Tahu/Foto: Getty Images/WUT789
Jakarta -

Perkembangan kognitif menjadi hal yang penting diperhatikan terutama di usia sekolah. Oleh sebab itu, ada beberapa ide stimulasi perkembangan kognitif dan otak yang dapat Bunda terapkan.

Tapi ingat, bermain tetap sangat penting bagi anak di rentang usia 5 hingga 8 tahun ini. Hal ini turut berpengaruh positif terhadap perkembangan kognitif anak, termasuk untuk berpikir, memahami, mengingat dan bersosialisasi.

Kegiatan stimulasi yang tepat juga bisa membantu anak belajar memecahkan masalah dan bereksperimen.


Sebisa mungkin sediakan waktu untuk bermain dan melakukan kegiatan menyenangkan bersama anak ya, Bunda. Selain meningkatkan perkembangan kognitif, ini juga memperkuat bonding

Perkembangan kognitif pada anak usia sekolah

Dikutip dari Raising Children, anak usia sekolah dapat menyerap informasi baru dengan cepat dan mulai merasa antusias terhadap proses belajar.

Pada usia 5–8 tahun, anak-anak umumnya juga mulai memiliki banyak kegiatan unik baru seperti:

  • Senang membaca sendiri, tepatnya mulai sekitar usia 7 tahun
  • Mulai mampu memahami dan menunjukkan waktu 
  • Mengetahui perbedaan kiri dan kanan
  • Tertarik pada eksperimen sains
  • Memahami proses negosiasi, terutama dengan orang tua
  • Mulai ingin mengikuti aturan dan bermain secara adil dalam permainan
  • Berpikir sebelum bertindak dan meminta izin sebelum mencoba hal baru

Saat memasuki dunia sekolah, anak mulai menemui banyak hal baru sehingga perlu beradaptasi. Mereka juga belajar memahami bahwa ada aturan dan rutinitas baru, serta belajar mengerti gaya belajar yang lebih formal. 

Wajar jika anak mungkin akan merasa kewalahan di tahap awal. Di waktu inilah mereka mungkin membutuhkan lebih banyak waktu dan dukungan dari orang tua untuk belajar menyesuaikan diri.

Bagaimana cara menstimulasi perkembangan kognitif anak usia sekolah?

Berikut beberapa hal yang sangat penting bagi stimulasi otak dan perkembangan kognitif anak di usia 5 hingga 8 tahun, Bunda:

1. Aktivitas fisik dan olahraga

Perkembangan otak dan kognitif bisa terstimulasi dengan lebih baik jika anak memiliki aktivitas fisik yang rutin, termasuk dengan banyak gerakan dan olahraga.

Pada usia sekitar 5 hingga 6 tahun misalnya, anak-anak mungkin menyukai aktivitias fisik yang menyenangkan seperti berenang, menari, dan sebagainya. 

Kegiatan-kegiatan ini dapat memengaruhi kesehatan otak secara positif, tepatnya dengan membantu pembentukan memori dan koordinasi pada anak.

Lalu di usia 7 hingga 8 tahun, anak umumnya mulai menyukai penguasaan keterampilan yang lebih profesional seperti olahraga tim, seni bela diri, atau bersepeda. 

Aktivitas ini sangat baik untuk meningkatkan aliran darah ke otak dan membuatnya bekerja lebih optimal, terutama jika dilakukan setidaknya 60 menit setiap hari.

2. Tidur yang cukup

Jangan sepelekan pentingnya tidur cukup untuk anak usia sekolah, Bunda! Tidur juga membantu mendukung perkembangan otak anak.

Di usia 5 tahun, anak umumnya membutuhkan waktu tidur selama 10-13 jam. Tidur dapat 'menghapus' koneksi saraf lama untuk memberi ruang bagi pembelajaran baru.

Lalu pada usia sekitar 7 tahun, anak memerlukan tidur setidaknya selama 9–12 jam. Dengan tidur yang cukup, diharapkan kemampuan memecahkan masalah anak bisa berkembang lebih optimal. 

3. Membaca buku

Ilustrasi Anak Membaca Buku/Foto: iStock

Ide stimulasi untuk meningkatkan perkembangan kognitif berikutnya yakni membaca, baik berupa buku, artikel, majalah, dan sebagainya.

4. Menggambar dan melukis

Tak sekadar coret-coret, melukis dan menggambar dapat mendukung kebutuhan terapeutik tubuh dan otak anak. 

Bunda dapat mengenalkan aktivitas ini sejak dini, untuk membantu agar anak merasa nyaman dalam berpikir kreatif dan mengekspresikan diri.

5. Bermain alat musik

Bermain alat musik dapat mengurangi stres, serta melepaskan serotonin di otak dan tubuh. Jika anak memiliki minat di bidang musik dan diberikan stimulasi yang tepat, hal ini juga membantu menjaga kesehatan otaknya, Bunda.

6. Puzzle dan teka-teki 

Kegiatan lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak yakni bermain puzzle dan teka-teki. Jenis permainan asah otak seperti ini dapat mempertajam daya ingat, serta melatih otot otak anak.

7. Bermain mainan balok

Ilustrasi Anak Main Balok/Foto: Getty Images/iStockPhoto

Mainan balok merupakan salah satu stimulasi yang juga mendorong kreativitas, serta membangun keterampilan kognitif dan kemampuan otak anak dalam menganalisis.

8. Board game

Selain permainan asah otak, hal lain yang juga bisa membantu meningkatkan perkembangan kognitif anak yakni board game. Misalnya seperti bermain ludo atau catur.

9. Playdate bersama teman sebaya 

Bermain dengan teman sebaya dapat mendorong anak untuk berkomunikasi dan bersosialisasi, sehingga kemudian turut mengembangkan rasa saling pengertian dan melatih sisi emosionalnya. 

Jika dilakukan secara rutin, hal ini juga sangat bermanfaat bagi anak untuk belajar keterampilan kolaborasi.

10. Pergi jalan-jalan bersama keluarga

Menghabiskan waktu bersama keluarga adalah salah satu aktivitas terbaik untuk menumbuhkan pemahaman hubungan yang positif, serta rasa aman secara emosional pada anak. 

Jika memungkinkan, siapkan jadwal rutin untuk pergi jalan-jalan bersama keluarga ya, Bunda.

Itulah ulasan tentang berbagai ide stimulasi perkembangan kognitif anak usia 5-8 tahun. Untuk mempermudah memilih kegiatan yang tepat, Bunda dapat mencari tahu terlebih dahulu minat Si Kecil, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Anak Minta Smartphone? Ini 2 Hal Penting yang Harus Bunda Siapkan Menurut Psikolog

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Anak Sulung Revalina S Temat Curi Perhatian, Beranjak ABG dan Dipuji Berparas Tampan

Parenting Nadhifa Fitrina

11 Kebiasaan Introvert yang Bikin Orang di Sekitarnya Bingung

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Ayah 3 Anak Ini Jalani Vasektomi tapi 9 Bulan Kemudian Sang Istri Hamil Kembali, Kok Bisa?

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Momen Ramadan Juliana Moechtar, Sebut Suami TNI Bisa Khatam Al-Qur'an Tiga Kali

Mom's Life Annisa Karnesyia

7 Rekomendasi Tempat Bukber di Hotel Jakarta 2026

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

11 Kebiasaan Introvert yang Bikin Orang di Sekitarnya Bingung

Potret Anak Sulung Revalina S Temat Curi Perhatian, Beranjak ABG dan Dipuji Berparas Tampan

Ayah 3 Anak Ini Jalani Vasektomi tapi 9 Bulan Kemudian Sang Istri Hamil Kembali, Kok Bisa?

Momen Ramadan Juliana Moechtar, Sebut Suami TNI Bisa Khatam Al-Qur'an Tiga Kali

7 Rekomendasi Tempat Bukber di Hotel Jakarta 2026

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK