PARENTING
Banyak Orang Tua Membawa Bayi Terapi ke Ahli Kiropraktik, Simak Keamanannya
Indah Ramadhani | HaiBunda
Kamis, 29 Jan 2026 18:30 WIBTahukah Bunda, saat ini sedang ramai diperbincangkan sebuah terapi pijat bayi yang disebut kiropraktik. Sebuah terapi yang dinilai sangat baik untuk meningkatkan sistem saraf. Namun, tak sedikit ahli yang memperdebatkan keamanan dari terapi kiropraktik tersebut, lho.
Terapi kiropraktik merupakan sebuah perawatan untuk mengoptimalkan fungsi kerja otak dan tubuh, baik bagi orang dewasa maupun anak anak. Dengan melakukan pijat tulang belakang, terapi ini dipercaya mampu merangsang saraf dan membuatnya lebih optimal.
“Meningkatkan komunikasi dalam sistem saraf dapat membantu meningkatkan sejumlah fungsi, mulai dari pencernaan hingga tidur,” tutur pendiri Verve Chiropractic sekaligus ahli kiropraktik, Danielle Roach, D.C.
Umumnya terapi kiropraktik hanya untuk orang dewasa dan anak-anak. Namun, melihat bagaimana terapi ini banyak memberi manfaat, beberapa kiropraktor, sebutan untuk ahli kiropraktik, pada akhirnya membuka terapi kiropraktik pada bayi.
Hal ini menuai banyak pendapat dari berbagai ahli kiropraktik. Tak sedikit dari mereka yang mengkritik dan menentang terapi kiropraktik dilakukan pada bayi. Sementara itu, beberapa ahli juga mendukung dengan memberi catatan penting agar tetap memprioritaskan keamanan.
Mengenal terapi kiropraktik pada bayi
Terapi kiropraktik yang dilakukan untuk orang dewasa umumnya menggunakan penyesuaian dorongan HVLA (High-Velocity, Low-Amplitude), sebuah teknik manipulasi manual yang menggunakan dorongan cepat, namun jaraknya sangat pendek.
Teknik manipulasi ini digunakan untuk mengembalikan fungsi sendi, seperti di leher, punggung, yang terkadang menghasilkan suara retakan berbunyi, “kretek”. Tetapi pada bayi, praktiknya jauh lembut dan tidak begitu menekan, bahkan terkesan seperti dipijat.
“Pada bayi, kami menggunakan teknik penekanan yang sangat lembut dan mungkin sedikit diberikan dorongan ringan pada area-area tertentu. Tekanannya hampir sama dengan tekanan yang digunakan untuk memeriksa kematangan tomat,” kata Dr. Roach.
Lebih lanjut, Roach menjelaskan bahwa tata cara terapinya serupa dengan kiropraktik pada umumnya. Bayi akan diletakkan dalam posisi terlentang, kemudian kiropraktor akan melakukan peregangan lembut serta pijatan ringan pada area perut. Setelah itu, tulang belakang bayi akan diperiksa untuk mencari bagian yang terlalu tegang atau kaku.
Satu sesi terapi biasanya berlangsung sekitar sepuluh menit, Bunda. Kebanyakan bayi yang pernah Dr. Roach tangani, yang awalnya tampak kaku, tegang, dan menangis, akan merasa lebih rileks dan bahkan tertidur setelahnya.
Pendapat para ahli tentang terapi kiropraktik pada bayi
Menurut salah satu dokter anak, terapi kiropraktik memiliki sejumlah risiko yang berbahaya. Selain itu, manfaat kiropraktik dinilai kurang akurat karena kurangnya penjelasan dan data-data ilmiah yang jelas.
“Perawatan kiropraktik memiliki risiko yang cukup besar. Tulang bayi jauh lebih lunak daripada anak-anak, sehingga risiko cedera akibat manipulasi akan jauh lebih besar,” tutur dokter anak American Academy of Pediatrics, Molly O’Shea, MD.
Menurut Dr, O’Shea, bila kondisi kesehatan bayi meningkat, kemungkinan besar hal tersebut bukan karena terapi kiropraktik itu sendiri, melainkan karena pijatan lembut yang dilakukan selama sesi terapi.
Dr. O’Shea tidak merekomendasikan praktik ini dilakukan sampai ditemukannya sebuah studi valid beserta prosedur keamanan yang pasti dalam kiropraktik pada bayi. Ia meminta orang tua untuk menunggu sambil mencari alternatif lain, seperti pijat bayi.
Meskipun banyak ahli yang mengkritik dan berpendapat bahwa penelitian yang ada belum cukup untuk membenarkan terapi kiropraktik pada bayi, pemilik terapi kiropraktik di Texas menyatakan bahwa Asosiasi Kiropraktik Pediatrik Internasional (ICPA) memiliki data yang valid.
“ICPA sudah mengumpulkan data selama bertahun-tahun yang menunjukkan bagaimana terapi ini bisa membantu meningkatkan kenyamanan bayi, pola menyusu, kemampuan bergerak, serta fungsi dan sistem saraf mereka,”ujar Morgan Zupan, D.C.
Karenanya, Dr. Zupan secara terang-terangan merekomendasikan kepada orang tua agar memeriksakan bayinya kepada ahli kiropraktik sesegera mungkin setelah lahir.
Ia menambahkan, penelitian tentang terapi kiropraktik terkadang suka diabaikan karena tidak berasal dari lembaga atau sumber utama yang mendukung sebagian besar studi kesehatan pada bayi.
Hal yang harus diketahui sebelum melakukan terapi kiropraktik
Setelah mengetahui pendapat dari para ahli, Bunda bisa mulai menentukan pilihannya sendiri. Namun, penting untuk memahami hal-hal mendasar sebelum memutuskan untuk melakukan terapi kiropraktik pada Si Kecil.
1. Melakukan riset mendalam
Pastikan Bunda memilih ahli kiropraktik yang memiliki pelatihan khusus dan pengalaman dalam merawat bayi. Selain itu, Bunda juga bisa memeriksanya apakah mereka mengikuti sertifikasi tambahan dalam pediatrik atau tidak.
2. Gunakan sumber yang resmi
Bunda bisa periksa daftar ahli kiropraktik terpercaya melalui laman resmi Asosiasi Kiropraktik Pediatrik Internasional (ICPA). Ini akan jauh lebih aman karena ahli kiropraktik sudah terjamin sertifikasinya.
3. Memahami bahwa terapi kiropraktik bukan satu-satunya cara
Terapi kiropraktik hanyalah sebagian dari beberapa perawatan pada kesehatan bayi, Bunda. Oleh karena itu, penting bagi Bunda tetap berkonsultasi kepada dokter anak, terapis fisik, dan terapis okupasi bila terjadi keluhan pada Si Kecil.
Demikian informasi yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat bagi Bunda yang sedang mencari informasi mengenai terapi kiropraktik pada bayi agar mendapatkan keputusan yang tepat dan terbaik untuk Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)