HaiBunda

PARENTING

Kapan Batuk Anak Perlu Dicurigai sebagai TBC?

Firli Nabila & Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Selasa, 24 Mar 2026 15:30 WIB
Ilustrasi Anak Mengalami Batuk Akibat TBC/Foto: Getty Images/MTStock Studio
Jakarta -

Batuk pada anak kerap dianggap sebagai kondisi normal yang biasa terjadi. Namun dalam beberapa kondisi, Bunda juga perlu lebih waspada jika batuk tidak kunjung membaik.

Banyak orang tua mengira batuk hanya berkaitan dengan flu atau perubahan cuaca. Padahal, ada beberapa penyakit yang juga bisa ditandai dengan keluhan serupa pada anak.

Salah satu penyakit yang cukup dikenal adalah TBC atau tuberkulosis. Penyakit ini merupakan infeksi yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis dan dapat menyerang paru-paru.


Penularannya sendiri terjadi melalui percikan air liur yang keluar ketika seseorang batuk, bersin, atau bahkan berbicara. Oleh karena itu, anak bisa saja terpapar jika berada dekat dengan orang yang mengalami TBC aktif.

Tak hanya menyerang paru-paru, TBC juga dapat menyebar ke beberapa bagian tubuh lain seperti tulang, kelenjar getah bening, hingga selaput otak. Lalu, sebenarnya kapan batuk anak perlu dicurigai sebagai TBC?

Kapan batuk anak perlu dicurigai sebagai TBC?

Dokter Spesialis Anak di Jogja International Hospital (JIH) Solo, dr. Lucy Endang Savitri, Sp.A., menjelaskan bahwa batuk pada anak tidak selalu bisa dinilai hanya dari gejalanya saja. Ada beberapa hal yang juga perlu diamati oleh orang tua di rumah.

"Untuk batuk TBC sebenarnya tidak hanya dilihat dari batuknya saja. Jadi, bagi orang awam, maksudnya deteksi awal yang bisa dilakukan oleh orang tua atau keluarga itu ada beberapa yang harus kita amati," ujar dr. Lucy saat dihubungi langsung oleh HaiBunda, belum lama ini.

Salah satu hal yang kerap menjadi perhatian adalah ketika batuk berlangsung cukup lama. Terlebih lagi kalau anak sudah mendapatkan obat, tetapi kondisinya tidak kunjung membaik.

"Kalau misalnya kita dapatkan batuk lebih dari 2 minggu yang diberikan obat-obat atau penanganan secara namanya non-TB ya, jadi obat-obat non-TB tidak membaik, lalu diikuti demam lebih dari 2 minggu yang sudah dilakukan pengobatan non-TB juga tidak membaik, itu kita bisa curiga ke arah TBC," jelasnya.

Selain itu, kondisi orang di sekitar anak juga perlu diperhatikan ya, Bunda. Misalnya, jika ada keluarga yang sering berinteraksi dekat dengan anak dan ternyata sedang menderita TBC.

"Kemudian ada sumber infeksi, misalnya ada keluarga yang berhubungan erat dan ternyata sakit TBC. Lalu, ada pembesaran kelenjar getah bening lebih dari 1 cm di sekitar leher," ungkapnya.

Hal lain yang tak kalah penting adalah orang tua perlu memantau pertumbuhan anak. Jika berat badan tidak kunjung naik meski sudah diupayakan berbagai cara, kondisi ini juga bisa jadi tanda yang perlu diwaspadai.

"Lalu, berat badan anak tidak naik setelah dikelola atau sudah dihilangkan penyebab-penyebab lain selain TBC. Nah, itu kita bisa curiga ke arah TBC dan kewaspadaan kita sebagai keluarga untuk memeriksakan," pungkasnya.

Jika anak mengalami batuk dengan tanda-tanda seperti yang dijelaskan oleh dr. Lucy, sebaiknya Bunda tidak ragu untuk segera membawa anak ke dokter agar mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Lalu, jika anak didiagnosis TBC, apakah penyakit ini dapat disembuhkan?

Apakah TBC pada anak bisa disembuhkan?

Ilustrasi Anak Batuk/ Foto: Getty Images/ATHVisions

Banyak orang tua merasa khawatir ketika mendengar anak didiagnosis TBC. Bicara soal ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memaparkan bahwa penyakit ini sebenarnya bisa disembuhkan, Bunda.

Namun, proses pengobatannya memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Lama pengobatan biasanya berlangsung sekitar enam hingga dua belas bulan, tergantung kondisi dan tingkat keparahan penyakitnya.

Supaya pengobatan berhasil, anak perlu minum obat secara teratur setiap harinya sesuai dengan anjuran dokter. Hal ini penting ya supaya kuman TBC bisa benar-benar hilang dari tubuh anak.

Selain itu, obat TBC dianjurkan diminum saat perut kosong agar penyerapannya lebih baik. Setelah minum obat, sebaiknya beri jeda sekitar satu jam sebelum anak makan.

Dalam pengobatannya, dokter biasanya memberikan kombinasi tiga hingga empat jenis obat. Obat tersebut bisa diberikan dalam bentuk beberapa obat terpisah atau dalam bentuk kombinasi dosis tetap.

Pada jenis ini, beberapa obat biasanya digabung dalam satu tablet, sehingga dapat dilarutkan dalam air atau dikunyah agar lebih mudah diminum oleh anak.

Selain pengobatan, ada hal lain yang juga penting selama proses penyembuhan. Anak perlu mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, tinggal di lingkungan rumah yang bersih dengan ventilasi dan pencahayaan baik, serta mendapatkan imunisasi Bacillus Calmette-Guérin atau BCG sejak bayi.

Itulah penjelasan lengkap mengenai kapan batuk pada anak perlu dicurigai sebagai TBC, Bunda. Semoga informasinya dapat bermanfaat, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Tanda Masalah Kesehatan Anak yang Bisa Terlihat dari Kuku

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

11 Ciri Ayah yang Tidak Nyaman Saat Menjadi Orang Tua Menurut Psikolog

Parenting Nadhifa Fitrina

Keguguran Sebabkan Risiko Kanker Payudara & Menopause? Simak Hasil Studi Terbaru

Kehamilan Annisa Karnesyia

Rekomendasi Tempat Staycation Bersama Keluarga

Mom's Life Triyanisya & Dwi Rachmi

Charlie Puth dan Istri Dikaruniai Bayi Laki-laki, Namanya Unik

Kehamilan Nadhifa Fitrina

5 Resep Seblak Rumahan dengan Bumbu Sederhana, Bisa Buat Kumpul Keluarga

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Enno Lerian Mudik ke Blitar, Habiskan 30 Jam Perjalanan

Rekomendasi Tempat Staycation Bersama Keluarga

5 Resep Seblak Rumahan dengan Bumbu Sederhana, Bisa Buat Kumpul Keluarga

11 Ciri Ayah yang Tidak Nyaman Saat Menjadi Orang Tua Menurut Psikolog

Keguguran Sebabkan Risiko Kanker Payudara & Menopause? Simak Hasil Studi Terbaru

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK