parenting
Jamur pada Mulut Bayi: Penyebab, Gejala, Cara Mencegah, & Mengobatinya
HaiBunda
Sabtu, 28 Mar 2026 11:50 WIB
Daftar Isi
- 5 penyebab jamur pada mulut bayi
- Berapa lama jamur pada mulut bayi hilang?
- Gejala infeksi jamur pada mulut bayi
- Apakah putih-putih di lidah bayi bisa hilang sendiri?
- Bagaimana cara memeriksa apakah bercak putih di mulut bayi berbahaya?
- Cara mengatasi jamur pada mulut bayi
- Cara mencegah jamur pada mulut bayi
Sebagai orang tua, tentu kita ingin memastikan Si Kecil selalu sehat setiap harinya. Namun, kondisi seperti jamur pada mulut bayi bisa muncul dan membuat kita merasa cemas.
Di masa awal kehidupannya, bayi memang masih sangat sensitif, Bunda. Usia 0 sampai 12 bulan jadi fase penting karena pertumbuhan dan kebutuhan gizinya terus berubah.
Masalah di area mulut juga tidak hanya dialami orang dewasa, tapi bisa terjadi pada bayi dan anak-anak. Apalagi, kondisi mulut bayi masih rentan sehingga butuh perhatian ekstra dari orang tua.
Mengutip dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, infeksi jamur pada mulut ditandai dengan munculnya bercak putih di dalam rongga mulut akibat pertumbuhan jamur Candida albicans.
Oleh karena itu, kita perlu memahami kondisi ini lebih lanjut, mulai dari penyebab, gejala, cara mencegah hingga mengobatinya, Bunda.
5 penyebab jamur pada mulut bayi
Dalam kondisi tertentu, jamur Candida albicans bisa tumbuh lebih banyak dari biasanya dan memicu masalah di mulut Si Kecil. Melansir dari Kemenkes, terdapat faktor yang jadi penyebab pertumbuhan jamur pada mulut bayi.
1. Sistem kekebalan tubuh bayi yang belum matang
Bayi yang baru lahir atau di bawah enam bulan memang punya sistem kekebalan tubuh yang belum sepenuhnya berkembang, Bunda. Karena itu, mereka lebih rentan terhadap infeksi jamur di mulut.
Kekurangan gizi juga bisa ikut berperan, lho. Nutrisi yang kurang membuat daya tahan tubuh Si Kecil menjadi tidak optimal, sehingga jamur lebih mudah berkembang.
2. Penggunaan antibiotik
Jika bayi mengonsumsi antibiotik karena sakit seperti batuk atau infeksi saluran kemih, keseimbangan jamur di mulutnya bisa terganggu. Kondisi ini memungkinkan jamur tumbuh lebih banyak dari normal.
3. Kebersihan botol dan dot susu
Si Kecil yang minum susu formula atau ASI dari botol lebih rentan jika dot atau botolnya kurang bersih, Bunda. Jamur bisa menempel dan berkembang di peralatan yang tidak steril.
4. Penularan dari puting payudara yang terinfeksi
Bayi yang menyusu langsung juga bisa terkena jamur jika puting payudara Bunda terinfeksi Candida albicans. Jamur bisa berpindah dari Bunda ke bayi selama menyusui.
5. Penularan saat proses kelahiran
Selanjutnya, bayi juga bisa terpapar jamur sejak lahir. Risiko ini muncul jika Bunda memiliki infeksi jamur di area vagina saat persalinan normal. Meski jarang terjadi, jamur bisa berpindah ke mulut bayi sejak awal kehidupan.
Berapa lama jamur pada mulut bayi hilang?
Menilik dari Kemenkes, infeksi jamur pada mulut bayi biasanya bisa sembuh sendiri dalam 1-2 minggu. Meski begitu, Bunda tetap disarankan membawa Si Kecil ke dokter jika muncul gejala infeksi jamur.
Terutama bila kondisi ini membuat bayi menjadi rewel atau enggan menyusu, Bunda sebaiknya perlu lebih waspada.
Gejala infeksi jamur pada mulut bayi
Infeksi jamur di mulut bayi bisa dikenali lewat beberapa tanda, Bunda. Berikut ini beberapa gejalanya untuk membantu menjaga kesehatan Si Kecil, seperti dikutip dari WebMD:
1. Bercak putih atau merah di mulut
Bercak putih atau merah yang muncul di mulut, lidah, dan bagian belakang tenggorokan bisa jadi tanda infeksi jamur. Sebaiknya, Bunda perhatikan apakah bercak ini menempel dan sulit untuk dihapus.
2. Bintik seperti keju cottage
Infeksi jamur juga bisa terlihat berupa bintik-bintik kecil yang menyerupai keju cottage. Bunda bisa mengecek area lidah dan langit-langit mulut bayi untuk memastikan tanda ini.
3. Retak dan kemerahan di sudut mulut
Sudut mulut yang retak dan kemerahan atau disebut angular cheilitis juga termasuk gejala infeksi jamur. Kondisi ini sering kali membuat bayi merasa tidak nyaman saat membuka mulut.
4. Sensasi seperti kapas di mulut
Bayi yang terinfeksi jamur terkadang merasakan sensasi seperti ada kapas di mulutnya. Rasa ini bisa membuat Si Kecil lebih rewel atau sulit mengunyah dan menelan.
5. Kehilangan selera makan atau minum
Infeksi jamur bisa membuat bayi kehilangan selera atau kesulitan saat minum dan makan, lho. Bunda perlu memperhatikan jika Si Kecil menolak menyusu atau makan lebih dari biasanya.
Apakah putih-putih di lidah bayi bisa hilang sendiri?
Melansir dari Healthline, lidah putih pada bayi biasanya muncul akibat pertumbuhan jamur Candida albicans yang meningkat. Kondisi ini cukup umum terjadi pada bayi, terutama yang masih kecil.
Warna putih di lidah biasanya akan memudar dengan sendirinya ketika mulut bayi mulai memproduksi lebih banyak air liur, Bunda. Jadi dalam banyak kasus, kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan berlebihan, ya.
Bagaimana cara memeriksa apakah bercak putih di mulut bayi berbahaya?
Untuk memeriksa apakah bercak putih di mulut bayi berbahaya, perhatikan ketebalannya. Bercak yang menempel kuat di lidah, langit-langit, atau pipi bagian dalam dan sulit dihilangkan bisa menjadi tanda infeksi jamur.
Amati juga perilaku Si Kecil saat menyusu atau makan. Jika bayi tampak kesulitan menelan, rewel, atau tidak mau makan, ini bisa jadi indikasi bahwa bercak putih perlu ditangani lebih serius.
Dikutip dari Pregnancy Birth Baby, segera konsultasikan ke dokter jika:
- Bayi berusia di bawah empat bulan dan memiliki tanda-tanda sariawan.
- Bercak putih tidak membaik setelah satu minggu pengobatan.
- Anak mengalami kesulitan menelan.
- Anak demam atau merasa tidak enak badan secara umum.
Cara mengatasi jamur pada mulut bayi
Bunda bisa menangani infeksi jamur di mulut Si Kecil sendiri di rumah dengan beberapa cara seperti dirangkum dari WebMD.
1. Membiasakan menjaga kebersihan mulut
Membiasakan Si Kecil untuk menyikat gigi secara rutin bisa menyembuhkan jamur pada mulut, Bunda. Untuk bayi 0-6 bulan, Bunda bisa menyeka lidahnya perlahan menggunakan kasa steril dan air hangat atau sikat gigi khusus bayi.
2. Membilas mulut dengan air garam
Selanjutnya, Bunda bisa membilas mulut Si Kecil menggunakan larutan 1/2 sendok teh garam yang dilarutkan dalam secangkir air hangat. Cara ini bisa dilakukan untuk bayi berusia enam bulan ke atas yang sudah mulai MPASI.
3. Mengoleskan minyak pohon teh
Campurkan 1-2 tetes minyak pohon teh ke setengah cangkir air matang dan dingin, Bunda. Lalu, oleskan perlahan pada area yang terkena infeksi menggunakan cotton buds bersih.
4. Minyak kelapa
Minyak kelapa murni juga bisa digunakan untuk mengatasi infeksi jamur di mulut bayi. Bunda cukup oleskan secara perlahan pada area mulut yang terkena, setidaknya tiga kali sehari.
5. Membawa anak ke dokter
Infeksi jamur pada mulut bayi biasanya bisa sembuh sendiri dalam 1-2 minggu. Namun, jika bayi tetap rewel atau infeksi tidak membaik, disarankan untuk membawa anak ke dokter.
Cara mencegah jamur pada mulut bayi
Menilik dari Kemenkes, Bunda bisa melakukan beberapa langkah untuk mencegah jamur tumbuh di mulut bayi. Berikut penjelasan selengkapnya:
1. Menjaga kebersihan gigi dan mulut
Menyikat gigi bayi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, sangat penting ya, Bunda. Kebiasaan ini dapat membersihkan sisa makanan dan mencegah pertumbuhan jamur di mulut.
2. Mengurangi konsumsi gula
Batasi pemberian makanan dan minuman yang tinggi gula pada Si Kecil. Gula bisa menjadi sumber makanan bagi jamur lho, Bunda.Â
3. Menggunakan peralatan makan bersih
Pastikan semua peralatan makan bayi selalu bersih dan steril, Bunda. Hindari berbagi penggunaan peralatan untuk mencegah penyebaran jamur dari orang lain.
4. Menjaga kebersihan tangan
Cuci tangan anak dan orang tua sebelum dan sesudah berkegiatan atau menyentuh mulut bayi.
5. Memberikan makanan bergizi
Pastikan bayi mendapatkan makanan yang bergizi seimbang setiap harinya. Nutrisi yang cukup bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mencegah infeksi jamur pada mulut Si Kecil.
Demikian informasi lengkap tentang masalah jamur pada bayi. Mulai dari penyebab, gejala, cara mencegah dan mengobatinya, Bunda. Semoga penjelasan ini membantu, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/rap)ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Infeksi Jamur pada Mulut Bayi: Ketahui Penyebab, Cara Mencegah, dan Solusi Mengatasinya
Parenting
9 Obat Panu untuk Anak yang Aman dan Ampuh, Tersedia di Apotek
Parenting
Benarkah Bayi Kolik Sering Menangis Akibat Banyak Gas di Perut?
Parenting
Pakai Gorden Blackout Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak
Parenting
5 Mitos & Fakta Tanda Lahir Bayi, Salah Satunya Bisa Tunjukkan Karakter
7 Foto
Parenting
Gemas, 7 Potret Rayyanza Bersama Nagita Slavina dan Raffi Ahmad
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Infeksi Jamur pada Mulut Bayi: Ketahui Penyebab, Cara Mencegah, dan Solusi Mengatasinya
Bercak Putih di Mulut Bayi, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Cara Membersihkan Lidah Bayi yang Putih, Bunda Perlu Tahu