PARENTING
Mengenal Pola Asuh 'Beta Mom' yang Dikenal Santai tapi Tetap Peduli dengan Anak
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Selasa, 28 Jul 2026 15:50 WIBPola asuh yang diterapkan orang tua kini dapat menyesuaikan rentang kelahiran anak. Bunda yang memiliki anak generasi beta ternyata dapat menerapkan pola asuh yang santai atau dikenal 'Beta Mom'.
Pola asuh beta berfokus pada fleksibilitas, koneksi, dan mempercayai insting ibu untuk lebih menikmati peran sebagai orang tua. Menurut psikiater bersertifikat dan pendiri Saranga Comprehensive Psychiatry, Vinay Saranga, MD, seorang 'Beta Mom' mengambil pendekatan yang jauh lebih santai terhadap peran sebagai ibu.
"Alih-alih terlalu terlibat, seorang ibu beta membiarkan segala sesuatu berjalan apa adanya. Bukan berarti dia tidak peduli atau tidak mencintai anak-anaknya, dia hanya lebih cenderung membiarkan segala sesuatu berjalan dengan sendirinya, dan menyadari bahwa segala sesuatu tidak harus sempurna atau terkontrol sepanjang waktu," ungkap Saranga, dilansir laman Parents.
Saranga mengatakan bahwa pendekatan pengasuhan ini berbeda dari peran tradisional seorang ibu yang mencoba menciptakan masa kecil yang sempurna melalui penjadwalan berlebihan dan terlalu memikirkan setiap aktivitas anak. Sebaliknya, tipe ibu ini membiarkan anak-anaknya memiliki lebih banyak kendali dan memberi mereka ruang untuk membuat pilihan sendiri, termasuk bermain sendiri dan menyuarakan preferensi mereka sendiri.
Hal yang sama juga diungkapkan terapis keluarga, Menurut Kim Feeney, LISW, RPT. Menurutnya, ibu-ibu beta memiliki fokus dan tujuan yang berbeda dibandingkan orang tua sebelumnya.
"Alih-alih bertanya bagaimana saya bisa mendapatkan kepatuhan atau kendali, pergeseran fokus mereka adalah pada apa yang dibutuhkan anak dan bagaimana mereka dapat terhubung dengan anak dalam hal tersebut," kata Feeney.
Feeney mengatakan, menjadi ibu beta dapat mencakup fleksibilitas yang disengaja, pola pengasuhan yang mengutamakan hubungan, dorongan daripada kontrol, kehangatan, dan batasan.
Karakter dari 'Beta Mom'
Berikut adalah beberapa karakteristik dari pola asuh 'Beta Mom' atau ibu yang mengasuh anak generasi beta:
- Menghindari upaya untuk menjadi sempurna
- Menolak budaya perbandingan
- Membiarkan anak menemukan minat mereka sendiri
- Mendorong anak-anaknya untuk mencari jalan hidup sendiri
- Fleksibilitas dan memiliki sifat yang santai
- Menolak untuk membuat jadwal secara berlebihan untuk anak-anaknya
- Membiarkan anak-anaknya membuat 'kekacauan' atau 'kesalahan'
- Membiarkan anak-anaknya mengalami konsekuensi secara alami
- Menolak pola pikir bahwa kita harus melakukan semuanya sendiri
- Berfokus untuk selalu hadir untuk anak di saat ini
Manfaat menjadi 'Beta Mom'
Tren ibu beta sebenarnya telah berkembang selama bertahun-tahun, Bunda. Semuanya bermula ketika para ibu lelah dengan tekanan bahwa semuanya harus benar dan berjalan lancar.
Selain itu, banyak perempuan telah memperoleh lebih banyak kemandirian dan bisa melakukan lebih banyak hal sendirian. Ini berarti mereka mempercayai naluri dan penilaian mereka serta menyadari bahwa kehidupan yang tertata rapi dan sempurna tidaklah selalu benar.
"Mereka juga menyadari bahwa tidak apa-apa untuk sedikit mengurangi pengawasan terhadap setiap gerak-gerik anak-anak," ujar Saranga.
Menjadi 'Beta Mom' ternyata bisa bermanfaat bagi seorang Bunda. Menurut Saranga, stres dan kecemasan dapat berkurang pada ibu yang menerapkan pola asuh 'Beta Mom'.
"Hubungan seorang ibu dengan anak-anaknya menjadi lebih menyenangkan karena mereka tidak perlu lagi mengatur dan mengoreksi setiap detail kecil," kata Saranga.
Pola pengasuhan ini juga bermanfaat bagi anak, terutama saat mereka bertambah besar. Anak-anak dapat belajar memecahkan masalahnya sendiri dan mengembangkan kepercayaan diri yang lebih besar.
"Keindahan menjadi seorang ibu beta adalah tidak perlu intervensi terus-menerus. Ibu beta tetap mendukung dan sangat menyayangi anak-anak mereka, (tetapi) mereka cenderung tidak terlalu mengawasi anak-anak, menyelamatkan mereka, dan selalu ikut campur," ungkap Saranga.
Meski pola asuh ini dianggap bagus, 'Beta Mom' juga memiliki kelemahan. Selama menerapkan pola pengasuhan ini, Bunda harus memastikan hal itu tidak dilakukan secara berlebihan ya. Jangan sampai, anak-anak merasa diabaikan, kesepian, atau merasa tidak berguna.
"Kita harus ingat bahwa anak-anak tetap membutuhkan bimbingan dan struktur dalam hidup mereka. Jangan salah mengartikan sikap santai sebagai sikap lepas tangan sepenuhnya," ujar Saranga.
Cara menerapkan pola asuh 'Beta Mom'
Bunda ingin menerapkan pola asuh ini ke anak? Saranga menyarankan untuk memulainya secara perlahan. Bunda tidak bisa langsung beralih dari sepenuhnya terlibat dalam segala hal yang dilakukan anak menjadi sepenuhnya menjauh begitu saja.
"Mulailah dengan satu atau dua aktivitas di mana orang tua dapat mengurangi keterlibatan dan membiarkan anak-anak menyelesaikannya sendiri," kata Saranga.
"Mungkin ini memberi kesempatan kepada anak untuk mengatasi masalah yang sesuai dengan usianya sendiri."
Selain itu, Bunda tidak harus menjadi ibu yang terlalu pasif bila memang tidak terbiasa untuk melakukannya. Sebaliknya, fokuslah untuk menjadi orang tua yang lebih fleksibel dan berpikiran terbuka.
"Kita tidak ingin beralih dari fleksibel menjadi tidak konsisten. Anak-anak Anda tetap membutuhkan struktur, bimbingan, dan orang tua yang bersedia menjadi sosok dewasa di ruangan," ujar Saranga.
Demikian serba-serbi pola asuh 'Beta Mom' yang dikenal santai dalam mengasuh anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Hal yang Diingat Anak Seumur Hidup dari Orang Tua
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Tanda Pola Asuh Narsistik yang Bisa Jadi Toxic untuk Perkembangan Anak
20 Perbuatan Orang Tua yang Tanpa Disadari Menyakiti Hati Anak, Hindari ya Bun
Pentingnya Mengatasi Inner Child agar Tak Pengaruhi Pola Asuh Bunda pada Si Kecil
Kini Jadi Psikolog, Caca Tengker Tak Ingin Andalkan Teori dalam Mengasuh Anak
TERPOPULER
Sempat Dibully, 5 Potret Terbaru Vicky Shu Kembali Langsing Usai Sukses Diet
Ciri Orang dengan EQ Rendah yang Terlihat dari Cara Bersosialisasi
Toilet Training Anak di Malam Hari: Kapan Si Kecil Siap dan Bagaimana Caranya?
Mengenal Pola Asuh 'Beta Mom' yang Dikenal Santai tapi Tetap Peduli dengan Anak
9 Ciri Pertemanan yang Tidak Sehat, Bisa Menguras Energi
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Outfit Hijab untuk Ibu Hamil, Nyaman Dipakai dan Tetap Stylish
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Dispenser Air Dingin Hemat Listrik, Praktis untuk Cuaca Panas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Perlengkapan Jahit Lengkap yang Wajib Dimiliki Pemula
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Baju Tidur Bayi Baru Lahir yang Nyaman Dipakai
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Notebook untuk Journaling yang Simple, Aesthetic, hingga Vintage
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Sempat Dibully, 5 Potret Terbaru Vicky Shu Kembali Langsing Usai Sukses Diet
Toilet Training Anak di Malam Hari: Kapan Si Kecil Siap dan Bagaimana Caranya?
Mengenal Pola Asuh 'Beta Mom' yang Dikenal Santai tapi Tetap Peduli dengan Anak
Usai Bentrokan, Camat Menteng Pastikan Gerobak Pedagang Nasi Uduk Diganti
9 Ciri Pertemanan yang Tidak Sehat, Bisa Menguras Energi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Musim Kemarau Waktunya Trekking, Sudah Punya Sandal yang Tepat?
-
Beautynesia
Profil 5 Anggota RESCENE, Girl Group dari Agensi Kecil yang Kini Makin Terkenal
-
Female Daily
Afifah Yusuf Comeback Lewat Single Emosional “Andai Saja”, Jadi Pembuka Debut EP
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Sinopsis Film Angel Has Fallen di Bioskop Trans TV Hari Ini
-
Mommies Daily
Sekolah Berbasis AI Mulai Dilirik Orang Tua, Benarkah Ini Masa Depan Pendidikan Anak?