HaiBunda

PARENTING

5 Cara Orang Tua Jepang Mendidik Anak agar Disiplin dan Sopan tanpa Hukuman

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 21 Sep 2026 21:35 WIB
5 Cara Orang Tua Jepang Mendidik Anak agar Disiplin dan Sopan tanpa Hukuman/ Foto: iStock
Jakarta -

Jepang menjadi salah satu negara di Asia, yang dikenal memiliki budaya disiplin dan sopan santun yang kuat sejak usia dini. Orang tua Jepang mendidik anak agar disiplin dan sopan tanpa menerapkan hukuman, Bunda.

Di Jepang, kedisiplinan dan kesopanan sering kali dibentuk melalui kebiasaan sehari-hari. Sejak usia dini, anak diajarkan memahami aturan, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab atas tindakannya.

Pola pengasuhan orang tua Jepang kerap dijadikan patokan dalam membentuk anak berprestasi dan mandiri di masa depan. Lantas, bagaimana cara orang tua di Jepang mendidik anak agar disiplin dan sopan? Simak penjelasannya berikut ini ya!


Cara orang tua Jepang mendidik anak

Melansir dari beberapa sumber, berikut 5 cara orang tua Jepang mendidik anak-anaknya:

1. Mengajarkan disiplin melalui metode Shitsuke

Konsep panduan pendidikan ala orang tua Jepang yang cukup populer adalah metode Shitsuke. Secara harfiah, Shitsuke berarti disiplin. Menurut terapis okupasi pediatrik Emma Hubbard, Shitsuke adalah satu aturan sederhana yang diikuti orang tua Jepang di mana membantu menciptakan anak-anak yang tenang, hormat, dan patuh.

Kata 'disiplin' di sini maknanya tidak sama seperti dalam budaya Barat. Sebaliknya, ini tentang mencegah masalah perilaku daripada menanggapi masalah tersebut.

"Sangat mudah untuk terjebak dalam siklus seperti ini. Kita menunggu anak-anak kita bertingkah, lalu kita menghukum, memberi ceramah, atau bernegosiasi dengan mereka. Shitsuke membalikkan hal ini sepenuhnya," kata Hubbard, dilansir laman Upworthy.

2. Konsisten dengan aturan yang jelas

Orang tua di Jepang mendidik anak-anak mereka dengan memberikan teladan perilaku yang baik dan memberikan pengajaran yang jelas dan konsisten. Mereka melakukannya untuk mencegah anak berperilaku buruk, Bunda.

"Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa anak-anak mengembangkan tata krama dan sopan santun melalui pengajaran dan latihan, bukan melalui hukuman atau berharap mereka akan mempelajarinya sendiri," ungkap Hubbard.

"Alih-alih terus-menerus memadamkan api, orang tua Jepang mencegahnya dengan secara aktif mengajarkan perilaku yang tepat yang ingin mereka lihat," sambungnya.

Menurut Hubbard, sebenarnya aturan tidak otomatis membuat anak tidak bahagia. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak-anak akan merasa lebih tenang jika diberikan instruksi yang jelas dan rutinitas yang dapat diprediksi.

Sebaliknya, ketiadaan aturan yang jelas dapat membuat anak cemas dan stres. Misalnya, anak pergi ke sekolah, namun guru tidak pernah memberi tahu jam berapa mereka harus tiba, apa tugasnya selama di sekolah, atau bahkan kapan kelas dimulai.

3. Memandang ulang perilaku 'nakal' sebagai pengalaman belajar

Poin ini menjadi titik balik yang sangat berarti bagi banyak orang tua, dan merupakan bagian terpenting dari konsep pembelajaran di Jepang. Alih-alih sekadar berkata 'Jangan lakukan itu' atau 'Berhenti nakal' ke anak, orang tua di Jepang akan mengajukan satu pertanyaan krusial, yakni 'Keterampilan apa yang perlu dipelajari anak saya dari situasi ini?'.

Kejeniusan di balik prinsip tersebut terletak pada kemampuannya mengubah kesalahan menjadi sebuah pelajaran. Perubahan pola pikir ini mengubah segalanya, Bunda.

"Alih-alih menghukum perilaku yang tidak diinginkan, orang tua mulai secara aktif mengajarkan keterampilan yang belum anaknya kuasai. Saat itulah kita melihat kepatuhan yang nyata, karena anak benar-benar tahu cara berperilaku dengan baik," ujar Hubbard.

4. Tidak pernah membicarakan anak di depan orang tua lain

Dikutip dari Time, banyak orang tua di budaya Barat mengeluh kepada siapa saja tentang kesulitan mereka dalam mendidik anak-anaknya. Di Jepang, para ibu justru cenderung menjaga hal-hal pribadi tetap rahasia, termasuk tidak pernah membicarakan pencapaian atau kekurangan anaknya di depan orang lain.

Di Negeri Sakura, sekadar menyebutkan bahwa anak bermain untuk tim sepak bola atau bersekolah di akademi tertentu bisa dianggap sebagai kesombongan. Tetapi jangan salah ya, pengasuhan anak di Jepang sangat kompetitif, dan ada banyak tekanan untuk memastikan anak-anak masuk ke sekolah yang tepat.

5. Mengajarkan anak untuk mengendalikan ekspresinya

Poin ini adalah pesan yang ditanamkan orang tua Jepang kepada anak-anak mereka sejak dini. Anak dibiasakan untuk selalu memikirkan orang lain dan bertindak dengan sopan untuk membantu menjaga perdamaian.

Pola asuh ini membuat anak-anak Jepang tenang dan terkendali saat dihadapkan dengan sesuatu yang sulit atau tidak nyaman. Misalnya, mereka tidak berisik saat berada di restoran atau tidak sembarangan berteriak kesal karena berdesakan di stasiun.

Demikian lima cara orang tua Jepang mendidik anak disiplin dan sopan tanpa hukuman. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Ciri-Ciri Anak Dijauhi Teman di Sekolah

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

11 Kalimat Khas Si Playing Victim, Kenali Sebelum Terkena Manipulasi

Mom's Life Amira Salsabila

5 Cara Orang Tua Jepang Mendidik Anak agar Disiplin dan Sopan tanpa Hukuman

Parenting Annisa Karnesyia

Momen Manis Erin saat Kunjungi Sang Putra yang Kini Kuliah di Inggris, Kulineran Bareng

Mom's Life Annisa Karnesyia

Vagina Gatal setelah Berhubungan, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kehamilan Melly Febrida

Potret Gemas Baby Kaia, Anak Steffi Zamora & Nino Fernandez yang Sudah Aktif Berceloteh

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

11 Kalimat Khas Si Playing Victim, Kenali Sebelum Terkena Manipulasi

5 Cara Orang Tua Jepang Mendidik Anak agar Disiplin dan Sopan tanpa Hukuman

Potret Gemas Baby Kaia, Anak Steffi Zamora & Nino Fernandez yang Sudah Aktif Berceloteh

Vagina Gatal setelah Berhubungan, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Momen Manis Erin saat Kunjungi Sang Putra yang Kini Kuliah di Inggris, Kulineran Bareng

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK