psikologi

Kata Kakek dan Nenek Soal Pola Asuh untuk Cucunya

Radian Nyi Sukmasari Kamis, 02 Nov 2017 - 08.06 WIB
Pola asuh cucu menurut kakek dan nenek/ Foto: Grandyos Zafna Pola asuh cucu menurut kakek dan nenek/ Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Tiap pasangan punya pola asuh masing-masing untuk anaknya. Tapi, di keluarga kadang kala pola asuh yang kita terapkan bisa memicu beda pendapat sama orang tua atau mertua kita alias si nenek dan kakeknya anak-anak.

Misalnya saja kayak yang dialami bunda satu anak bernama Laila. Saat ini Laila masih tinggal sama orang tuanya. Nah, hubungan Laila dan suami dengan orang tua juga mertuanya kadang kala nggak akur karena masalah pola asuh yang diterapkan ke si kecil.

"Kami kadang nggak akur soalnya ada beda pendapat soal mengasuh anak. Orang tuaku sama mertuaku lebih pakai cara konvensional sedangkan aku sama suami lebih memilih cara kami yang based on nasihat dari dokter dan evidence based yang ada saat ini," kata Laila.

Memang sih, kadang pola asuh untuk anak bisa jadi masalah tersendiri buat kita dan kakek-nenek. Bicara soal pendapat kakek dan nenek soal pola asuh cucunya, survei di Australia baru-baru ini menemukan kalau kakek dan nenek menganggap cucunya jadi cenderung kurang 'baik' karena pola asuh yang diterapkan saat ini. Sebanyak 81 persen kakek dan nenek juga khawatir akan kebahagiaan cucu mereka di masa depan.

Baca juga: Menyikapi Beda Pola Asuh karena Anak Dititipkan ke Kakek-Nenek

Survei terhadap 1.000 orang ini juga menemukan tiga dari lima kakek dan nenek menganggap pola asuh cucunya lebih buruk dibanding pola asuh yang mereka terapkan ke anaknya. Lebih dari separuh kakek dan nenek beranggapan cucunya bisa jadi seseorang yang punya kemampuan kurang, sulit bertahan dengan keadaan, dan punya nilai moral yang rendah.

"Mereka juga percaya cucunya bisa kena dampak negatif dengan pola asuh yang menitikberatkan pada sistem reward yang berlaku di era saat ini," kata tim dari The Australian Seniors Series: Raising Modern Australia yang melakukan survei tersebut.

Menanggapi hal ini, dosen senior pendidikan anak di Western Sydney University, Dr Joanne Orlando bilang perubahan pola parenting saat ini nggak lepas dari makin berkembangnya riset soal pengasuhan dan hubungan dalam keluarga. Menurut dia, parenting nggak sekadar membahagiakan orang dewasa lain, dalam hal ini orang tua.

"Tapi ini soal apa yang dibutuhkan anak-anak dan bagaimana memastikan mereka bahagia, punya kehidupan yang seimbang, dan merasa dicintai," kata Joanne dikutip dari The Conversation.

Menurut Joanne. Memang ada perubahan dalam pola pengasuhan tapi kini, pengasuhan yang dilakukan lebih 'mendengarkan' nilai-nilai pada anak, Sehingga, orang tua lebih bisa mendengarkan ide anak dan apa yang dia sampaikan sehingga hubungan di antara keduanya pun lebih terbuka dan cair.

"Yang jadi masalah adalah tekanan dari lingkungan ketika orang tua harus menghasilkan anak yang sukses dan sempurna. Alhasil, kita menjejali anak dengan segala sesuatu. Kemudian, patut diingat kalau tidak semestinya kita memberikan anak segala sesuatu yang dia mau karena semua harus ada pertimbangannya," tutur Joanne.

Baca juga: Melihat Pola Asuh Anak dari Suku-Suku Terpencil di Dunia (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi