psikologi

Dongeng Bantu Sembuhkan Trauma Anak-anak Korban Gempa Lombok

Amelia Sewaka Minggu, 18 Nov 2018 - 19.06 WIB
Dongeng Bantu Sembuhkan Trauma Anak-anak Korban Gempa Lombok/ Foto: Amelia Sewaka Dongeng Bantu Sembuhkan Trauma Anak-anak Korban Gempa Lombok/ Foto: Amelia Sewaka
Jakarta - Bunda, sering membacakan dongeng untuk si kecil? Selama ini, kebiasan mendongeng lebih sering dilakukan untuk membuat anak cepat tidur.

Mendengarkan dongeng dapat mengasah kemampuan kognitif, melatih imajinasi, hingga mendorong perkembangan emosi anak-anak. Banyaknya manfaat yang diperoleh dari mendengar dongeng, digunakan sebagai 'trauma healing' untuk anak-anak korban gempa Lombok.

"Kami, ingin mencoba edukasi untuk anak-anak soal makanan dan nutrisi yang tepat. Tujuan edukasi ini sekaligus untuk trauma healing anak-anak ini juga dari gempa," kata Anindita Saraswati Dwiwinata, External Communication for Early Life Nutrition (ELN) & Medical Nutrition Danone Indonesia di tengah acara Festival Dongeng Lombok 2018 'Cerite Sasak Mendunie', di Museum Negeri Nusa Tenggara Barat, Lombok pada Sabtu (17/11/2018).

Dijelaskan Anin, mereka bekerja sama dengan Ayo Dongeng Indonesia dan komunitas dongeng lokal, Kerajaan Dongeng Lombok. Kerjasama ini diharapkan dapat mengedukasi dan menghibur anak-anak di pengungsian.

Lewat dongeng yang menyenangkan, mereka diajak mengenal kebiasaan makan yang baik sejak kecil. Melalui bahasa yang ringan, diharapkan dapat mendorong anak untuk memilih makanan dan minuman sehat.

Dongeng Bantu Sembuhkan Trauma Anak-anak Korban Gempa LombokDongeng Bantu Sembuhkan Trauma Anak-anak Korban Gempa Lombok/ Foto: Amelia Sewaka
"Kami ingin dari kegiatan ini menginspirasi para orang tua untuk mendongeng. Karena dengan dongeng, pesan dapat tersampaikan ke anak dengan baik tanpa menggurui anak-anak ini. Juga, ingin mengatakan pada dunia bahwa Lombok ready to visit, dan salah satu cara healing anak-anak lewat terapi psikososial yaitu dongeng," kata Herman Husdiawan Pembina Kerajaan Dongeng Indonesia.

Herman menjelaskan, dari sini orang tua bisa belajar bahwa dongeng itu bisa disampaikan dengan berbagai macam cara kreatif. Tak sebatas membacakan buku cerita ke anak saja lho, Bun.

"Dari festival ini orang tua bisa tahu sekaligus belajar, oh dongeng itu nggak cuma bacain buku ke anak aja, tapi bisa lho bercerita dengan pakai gitar, kendang dan alat musik atau cara lainnya sesuai kreativitas orang tua," kata pria yang akrab disapa Kak Wawan ini.

Wawan berharap, setelah ini akan ada banyak orang tua mendongeng untuk buah hatinya. Sehingga membuat anak lepas dari gadget, TV, dan alat elektronik lain. Kegiatan mendongeng dipercaya bisa membuat bonding orang tua dan guru lebih terbangun dengan anak-anak.

Pada kesempatan yang sama, Ibu Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Niken Zulkiflimansyah ikut mendongeng di hadapan anak-anak. Niken sangat mendukung kegiatan tersebut dan berharap pesan bisa tersampaikan dengan baik ke anak.

"Lewat dongeng, pesan bisa disampaikan dengan jalan yang menyenangkan. Zaman sekarang, jarang orang tua lakukan dongeng apalagi dengan teknologi dan globalisasi yang sudah ada. Semoga, lewat acara ini dengan dongeng, bonding orang tua dan anak jadi erat, dan buat para guru bisa menyentuh hati anak-anak muridnya lewat dongeng," tutur Niken.

Pada orang tua di pengungsian, Niken berpesan agar ikut mendongeng sebagai media trauma healing. Dukungan orang tua dapat menyebarkan semangat positif dan jadi kekuatan mental pada anak-anaknya. Menurutnya, selama ada niat dan kemauan belajar, setiap orang bisa mendongeng.



(aml/rap)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi