sign up SIGN UP search


trending

Ibu Rela Menahan Sakit karena Donorkan Hati Demi Masa Depan Sang Putri

Annisa Afani Selasa, 28 Jul 2020 07:19 WIB
Close up Mother holding hands Asian female newborn baby  and sunlight in the morning. Cute little girl  three weeks old. Health, care, love, relationship concept. caption
Jakarta -

Ibu adalah sosok yang akan selalu melindungi anak-anaknya. Mereka tidak pernah ragu untuk mengorbankan apapun hingga nyawa sekalipun seperti yang dilakukan ibu bernama Shannon Maguire, yang rela mendonorkan hati untuk anaknya.

Ibu muda asal Quedgeley, Inggris ini rela menerima risiko akibat dari mendonorkan sebagian hatinya untuk putri kecilnya. Liberty didiagnosis menderita penyakit hati langka dan tanpa kantong empedu. Akibat kondisi tersebut, dia terpaksa keluar masuk rumah sakit hampir sepanjang hidupnya.

Pada Desember 2016, bayi yang baru genap berusia 1 tahun pada 18 Mei 2017 itu sempat menjalani transplantasi hati, namun tubuhnya menolak secara spontan. Dokter pun melakukan serangkaian tes kedua sebelum kembali melakukan operasi transplantasi di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Birmingham.


Namun untuk mendapatkan hasil tes, mereka harus menunggu waktu hingga berminggu-minggu. Shannon makin khawatir karena untuk mendapatkan donor baru, dibutuhkan waktu lebih lama lagi hingga tahunan.

Di saat yang sama, kondisi Liberty semakin lemah dan hanya mampu berbaring di tempat tidur dengan bobot hanya 6,8 kilogram (kg), sehingga menunggu hanya akan meningkatkan risiko dan mengancam nyawanya. Karena itu, Shannon tak ingin membuang waktu dan memutuskan merelakan sebagian hatinya untuk Liberty.

"Beberapa orang tua harus menunggu sampai dua tahun mendapatkan donor hati dan transplantasi, saya tak mau mengambil risiko. Apalagi donor dari orang sedarah akan lebih baik," kata Shannon, dikutip dari Mirror.

Dia menyadari bahwa proses setelah mendonorkan organ sangat menyakitkan setelahnya. Namun dia tidak peduli dan tetap mementingkan kehidupan dan masa depan putri bungsunya tersebut.

LibertyLiberty/ Foto: Mirror

"Saya bertanya dengan beberapa orang tua yang pernah mendonorkan organnya, mereka bilang ini sangat menyakitkan setelahnya. Tapi jika saya ingin melihat masa depannya, saya harus melakukannya," ungkap ibu tiga anak ini.

Dalam kondisi tersebut, sebenarnya Shannon mengaku berada dalam posisi yang sulit. Namun dia tidak memiliki pilihan lain.

"Saya berada dalam posisi sulit karena masih memiliki dua anak lain di rumah. Tapi, meski ini operasi serius dan sangat sakit, ini tidak akan membahayakan karena saya bugar dan sehat," tuturnya.

Sejak gagal transplantasi pada terakhir kali, Liberty memang diketahui sudah sering keluar dan masuk rumah sakit. Hal tersebut pun membuat Shannon harus menemaninya. Sementara dua anak lainnya, Dekota dan Demile dirawat oleh sang nenek, Lorraine Maguire di White City.

Bagi Shannon, donor yang berikan kepada Liberty juga menjadi hadiah ulang tahun pertama yang dapat dia berikan, Bunda.

"Ini akan menjadi hadiah ulang tahun paling mengagumkan buat Liberty. Dia sudah mengawali hidup dengan berat. Jika bisa hidup normal, maka saya ingin bisa merayakan banyak ulang tahun bersamanya ke depan," ucap Shannon.

Bunda, simak juga alasan terlambat tidur yang menyebabkan menstruasi tidak lancar dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi