sign up SIGN UP search


trending

2 Usaha Ini Diprediksi Banyak Lakukan PHK Saat Jakarta Kembali PSBB

Yuni Ayu Amida Selasa, 15 Sep 2020 14:27 WIB
Ilustrasi PHK caption
Jakarta -

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diberlakukan di Jakarta, Bunda. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bahkan memperketat PSBB Jakarta.

Keputusan tersebut pun nampaknya akan berdampak pada bertambahnya angka pengangguran karena meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK). Bunda dan Ayah, mungkin bisa bersiap dari sekarang ya.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran mengatakan, bisnis yang akan sangat terdampak PSBB adalah bisnis hotel dan restoran, Bunda. Diprediksi akan ada pengurangan karyawan atau PHK yang diberlakukan.


"Dengan diberlakukannya PSBB lagi tentu akan terjadi lagi pengurangan karyawan, dan kalau dulu masih unpaid leave tapi sekarang consider-nya pasti akan terjadi PHK. Karena kondisinya sudah tidak menentu, kita sudah tidak bisa membayangkan sampai kapan bisnis pariwisata ini akan di-cover," ujar Maulana Yusran.

Menurut Maulana, pendapatan hotel akan menurun seperti masa-masa awal diberlakukannya PSBB. Begitu pula dengan restoran yang berisiko tinggi terhadap menurunnya angka pelanggan.

"Pada saat PSBB yang lalu itu kita itu dampaknya itu okupansi itu drop sampai 1 digit, kemudian termasuk bisnis restoran yang tidak bisa bergerak," kata Maulana.

Menurut Maulana tumbuhnya bisnis restoran maupun hotel itu jika ada interaksi pergerakan orang. Dengan adanya PSBB dan work from home (WFH) pertumbuhan tersebut akan terganggu.

"Karena hotel itu bukan hanya sebagai tempat orang menginap tapi juga ada berkegiatan di dalamnya," paparnya.

Lebih lanjut, Maulana mengatakan bahwa para korban PHK belum tentu bisa mendapat bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah. Terutama mereka yang jadi korban PHK sejak Maret-April 2020.

"Kayak BLT juga kan enggak bisa dapat juga orang-orang ini, karena apa, banyak yang sudah tutup dari bulan Maret, April, jadi sudah nyangkut pembayaran BPJS Ketenagakerjaannya," ungkapnya.

Angka pengangguran yang tinggi ini, dikhawatirkan Maulana bisa menyebabkan angka kriminal meningkat. Ini artinya, kita jadi harus lebih wasapada, Bunda.

"Ini akan terjadi dampak besar-besaran, orang kelaparan itu akal sehatnya otomatis tidak jalan, gimana bisa disuruh di rumah," ucap Maulana, dilansir detikcom.

Simak juga tips aman ngantor di masa pandemi dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi