HaiBunda

TRENDING

3 Jenis Investasi untuk Memulai Bisnis di Masa Pandemi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 23 Oct 2020 14:40 WIB
Jenis Investasi untuk Memulai Bisnis di Masa Pandemi/ Foto: iStock
Jakarta -

Pandemi Corona atau COVID-19 meninggalkan dampak ekonomi pada sebagian besar masyarakat Indonesia. Meski begitu, kondisi di masa pandemi ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk tetap melakukan investasi.

Menurut Masyita Crystallin, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi, kondisi ekonomi Indonesia sudah kembali baik sebelum periode crash di financial market. Ini berarti investor sudah cukup percaya dengan perekonomian Indonesia.

"Kalau kita melihat dari sisi finansial, kita lihat yield obligasi negara dan juga mata uang rupiah di Indonesia sudah kembali seperti sebelum Maret 20 itu, sebelum periode crash di financial market", kata Masyita Crystallin, dalam forum diskusi Produktif Semangat Selasa di Media Center KPCPEN, dikutip dari laman covid19.go.id.


"Artinya, kita bisa melihat global investor cukup percaya bahwa Indonesia bisa memanage perekonomian dengan prudent," sambungnya.

Dalam mendukung investasi ini, pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyediakan Obligasi Ritel Indonesia (ORI). ORI bisa menjadi pilihan investasi dalam mendukung perekonomian Indonesia, Bunda.

Berikut 3 ragam kategori investasi yang bisa Bunda mulai di era pandemi ini:

1. Investasi jangka pendek, meliputi tabungan, deposito, emas, obligasi.

2. Investasi jangka menengah, meliputi reksadana pendapatan tetap dan campuran.

3. Investasi jangka panjang, seperti reksadana saham da memulai bisnis baru.

Sementara menurut Aidil Akbar, Chairman dan Presiden Asosiasi Perencana Keuangan IARFC, untuk membeli investasi, sebaiknya menyediakan dana liquid, seperti tabungan, deposito, atau emas. Nantinya, dana ini bisa dijual kembali.

"Apabila anda mau beli investasi, selama ada dana liquid tadi, baik tabungan, deposito maupun emas ataupun obligasi pemerintah yang retail, ORI. Itu kan kalau enggak salah komitmennya cuma dua bulan. Nah, setelah dua bulan kalau memang butuh uangnya, itu masih bisa dijual," ujar Aidil.

Jika Bunda ingin melakukan investasi jangka panjang, Aidil menyarankan untuk menjalankan bisnis yang berhubungan dengan makanan. Bisnis ini dinilai begitu populer di masa pandemi ini.

"Jangka panjangnya itu bisa ke reksadana saham atau juga memulai bisnis. Karena banyak juga loh bisnis dimulai di saat pandemi COVID-19. Terutama bisnis-bisnis berhubungan dengan makanan," ucap Aidil.

Dalam menjalankan bisnis, Bunda jangan lupa untuk tetap menjalankan protokol kesehatan ya. Jangan lupa selalu #ingatpesanbunda atau #ingatpesanibu, untuk #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitanganpakaisabun.

Simak juga saran dokter untuk melindungi diri dari Corona saat belanja ke pasar, di video berikut:

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Thailand Gratiskan 200 Ribu Tiket Pesawat bagi Turis, Catat Syaratnya!

Mom's Life ZAHARA ARRAHMA

Momen Nola B3 Kembali Bertemu Lusy Rahmawaty di Australia, Ungkap Sang Sahabat Betah Tanpa Medsos

Mom's Life Annisa Karnesyia

Selamat! Kimmy Jayanti Melahirkan Anak Ketiga Berjenis Kelamin Laki-laki

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Athar Putra Citra Kirana Rayakan Ultah ke-5, Konsepnya Curi Perhatian

Parenting Nadhifa Fitrina

Viral TikTok: Bayi Bisa Jalan dengan Trik Jeruk Nipis, Apa Itu?

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Diet ala Artis Korea Jihyo TWICE, Sukses Turun Berat Badan 10 Kg

Ikut Tren TikTok untuk Picu Kontraksi, Ibu Hamil Ini Jadi Sorotan Netizen

5 Potret Athar Putra Citra Kirana Rayakan Ultah ke-5, Konsepnya Curi Perhatian

Thailand Gratiskan 200 Ribu Tiket Pesawat bagi Turis, Catat Syaratnya!

Viral TikTok: Bayi Bisa Jalan dengan Trik Jeruk Nipis, Apa Itu?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK