sign up SIGN UP search


Biang keringat pada anak

Bundapedia

Biang Keringat

Tim HaiBunda   |   Haibunda

Biang keringat menjadi salah satu masalah kesehatan paling umum dialami bayi dan anak-anak. Ruam kulit kemerahan ini akan menimbulkan rasa gatal yang tidak nyaman untuk bayi.

Saat cuaca panas, biasanya biang keringat akan lebih mungkin dialami anak-anak. Jika tidak segera diatasi, hal ini bisa membuat anak menjadi rewel, Bunda.

Melansir laman Hopkinsmedicine, biang keringat disebut juga sebagai miliaria, yaitu ruam kulit yang disebabkan oleh keringat dan terperangkap di bawah kulit. Keringat bisa terperangkap ketika saluran sempit tempat keringat mengalir ke permukaan tersumbat.


Area tubuh yang sering mengalami biang keringat

Biang keringat lebih sering dialami anak-anak yang tinggal di daerah panas dan lembab. Berikut beberapa bagian tubuh yang rentan mengalami biang keringat:

  • Leher
  • Punggung
  • Dada
  • Paha
  • Di bawah skrotum
  • Perut
  • Wajah

Penyebab biang keringat

Mengutip laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia, kulit bayi masih dalam tahap perkembangan dan penyempurnaan. Misalnya saja, proses penyerapan dan pengeluaran keringat belum berjalan semestinya. Akibatnya, sering dijumpai bayi yang berkeringat berlebihan.

Normalnya, butiran keringat bisa keluar melalui pori-pori kulit. Karena penyebab yang belum diketahui, kulit ari bayi yang mestinya selalu berganti, menjadi tidak berganti. Kulit ari yang tidak berganti itu menyumbat pengeluaran keringat. Kumpulan keringat ini kemudian mendesak kulit sehingga terbentuk lepuh-lepuh halus sebesar pangkal jarum pentul, Bunda.

Namun ada kalanya, di antara lepuh-lepuh halus itu timbul bintil-bintil merah berukuran kecil yang terasa gatal. Daerah yang rawan terhadap serangan biang keringat ini adalah dahi, leher, bahu, dada, punggung, dan lipatan-lipatan kulit.

Close up image of baby skin texture suffering severe urticaria, nettle rash.Penyebab biang keringat pada anak/ Foto: iStock

Penyebab biang keringat lainnya

Selain kulit bayi masih berkembang, berikut penyebab lainnya:

  • Lingkungan yang panas dan lembab
  • Aktivitas fisik
  • Demam
  • Memakai kain sintetis yang dekat dengan kulit
  • Memakai perban tidak berpori
  • Bed rest yang berkepanjangan
  • Penggunaan beberapa obat, terutama yang mengurangi keringat
  • Terapi radiasi beberapa kondisi kesehatan, seperti nekrolisis epidermal toksik

Jenis biang keringat

Biang keringat ada jenisnya, Bunda. Berikut jenisnya, dilansir Medical News Today:

  1. Miliaria crystallina terkadang terlihat mirip dengan butiran kecil keringat yang terperangkap di bawah kulit. Lepuh tidak terlihat merah atau meradang.
  2. Miliaria rubra sering terasa gatal, sehingga bayi dapat terus-menerus menggaruk kulit mereka. Jenis ini mungkin memiliki benjolan merah kecil atau lecet pada bercak merah dan tampak iritasi.
  3. Miliaria profunda biasanya menyebabkan lepuh yang dalam yang mungkin terlihat seperti jerawat. Jenis ini biasanya berwarna kulit.
  4. Miliaria pustulosa menyebabkan pustula iritasi yang terlihat seperti lepuh yang menyakitkan. Jenis ini mungkin berkeropeng atau pecah dan berdarah.

Gejala biang keringat

Pada bayi, biang keringat memiliki gejala seperti berikut ini:

  1. Bintil-bintil yang disebut papula.
  2. Sensasi gatal atau tertusuk-tusuk
  3. Pembengkakan ringan
  4. Pada kulit anak yang putih, bintil-bintil berwarna merah. Pada kulit yang lebih gelap, mereka bisa lebih sulit untuk dilihat, tetapi jika dokter menggunakan dermoskopi, semacam mikroskop terang untuk memeriksa kulit, bintil-bintil itu mungkin muncul sebagai gumpalan putih di bawah kulit dengan lingkaran yang lebih gelap di sekitarnya.

Jika bakteri masuk ke kelenjar keringat yang tersumbat, dapat menyebabkan peradangan dan infeksi.

A little baby suffering from skin conditions and red bumps.Biang keringat pada anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/globalmoments

Pengobatan biang keringat rumahan yang aman

Ketika bayi mengalaminya, orang tua mungkin takut untuk memberikan obat apapun tanpa resep dokter. Namun, ternyata ada beberapa cara untuk menghilangkan biang keringat secara alami dan bisa dilakukan di rumah. Berikut caranya:

  1. Setiap kali anak berkeringat, segera ganti bajunya.
  2. Kompres dingin. Menggunakan kompres es atau kain dingin dapat membantu bayi mengurangi kemerahan, bengkak, dan gatal pada kulitnya. Jika menggunakan kompres es, pastikan untuk membungkusnya dengan handuk atau kaus lama.
  3. Mandi dengan suhu rendah. Mandi air dingin atau suam-suam kuku juga dapat membantu mengurangi suhu kulit dan meredakan gatal.
  4. Jaga suhu dalam ruangan tetap dingin. Gunakan kipas angin atau AC untuk mendinginkan ruangan.
  5. Khusus untuk bayi baru lahir, penting untuk menggendongnya agar udara bersirkulasi di tubuh. Terutama di sekitar punggung dan leher belakang.
  6. Kenakan pakaian katun yang longgar. Hal ini memungkinkan udara untuk bergerak di sekitar tubuh bayi dan tetap dingin. Memilih kain yang ringan dan memiliki sirkulasi alami juga dapat membantu bayi terhindar dari iritasi. Bunda bisa menghindari kain baju sintesis.
  7. Mandi oatmeal. Dilansir Healthline, sebuah studi 2015 dari ekstrak oatmeal koloid menunjukkan bahwa kemungkinan efek anti-inflamasi dan antioksidan dari oat mungkin berada di balik potensi efek menenangkan gatal.
  8. Oleskan gel lidah buaya ke area tersebut. Lidah buaya adalah obat topikal lainnya untuk penyakit kulit yang dapat membantu menenangkan kulit gatal.

Komplikasi biang keringat

Dalam beberapa kasus, saluran biang keringat dapat menyebabkan kerusakan pada kelenjar keringat. Kondisi ini disebut sebagai miliaria profunda.

Saat kelenjar keringat berhenti bekerja (anhidrosis), dapat menyebabkan masalah dengan tubuh yang mendinginkan dirinya sendiri secara normal dengan keringat. Sehingga mungkin terjadi seseorang akan mengalami hipertermia atau mudah kepanasan.

Cara mencegah biang keringat

Untuk mengurangi risiko biang keringat atau biang keringat, cobalah untuk:

  • Hindari aktivitas atau lokasi yang meningkatkan produksi keringat bayi. Usahakan untuk menempatkan bayi pada tempat yang sejuk.
  • Jika memungkinkan, gunakan AC atau kipas angin.
  • Mengenakan bayi pakaian ringan yang terbuat dari serat alami, seperti katun. Jika memungkinkan, minimalkan paparan cuaca panas dan lembab.
  • Eksfoliasi kulit dengan lembut untuk mengangkat sel kulit mati dan sebum yang dapat menyumbat kelenjar keringat.
  • Mandi air dingin sesering mungkin dan pastikan untuk menepuk-nepuk kulit sampai benar-benar kering.
  • Jangan memakaikan bayi yang baru lahir dengan terlalu banyak lapisan.
The girl embraces her sick brother with eczemaMenggendong menjadi cara untuk mencegah biang keringat/ Foto: iStock

Tanda anak biang keringat harus ke dokter

Biang keringat biasanya hilang tanpa pengobatan. Namun, temui penyedia layanan kesehatan seperti dokter apabila:

  • Biang keringat berlanjut atau menjadi lebih parah.
  • Ada tanda-tanda infeksi, seperti lepuh terbuka atau lesi pustular ada tanda-tanda heat exhaustion dan ketidakmampuan untuk berkeringat.
  • Ada gejala lain, seperti demam.

Banyak penyakit menyebabkan ruam, yang mungkin terlihat mirip dengan biang keringat. Seorang dokter dapat menentukan penyebab yang mendasarinya.

Segera konsultasikan pada dokter anak jika terlihat ada gejala yang semakin parah pada biang keringat anak.

Kenali juga cara mengatasi biang keringat dengan cara lain seperti dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!