sign up SIGN UP search


Ilustrasi janin usia 28 minggu

Bundapedia

Stillbirth

  |   Haibunda

Apa itu stillbirth?

Lahir mati atau stillbirth, atau yang juga disebut dengan kematian janin intrauterin, paling sering didefinisikan sebagai keguguran yang terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan. Sementara kehilangan yang terjadi sebelum 20 minggu biasanya disebut sebagai keguguran.

Sayangnya, stillbirth cukup umum, terjadi pada sekitar 1 dari 160 kehamilan. Di AS, ada sekitar 26.000 kelahiran mati setiap tahun. Ada sekitar 3,2 juta kelahiran mati setiap tahun di seluruh dunia. Sekitar 80 persen dari kelahiran mati adalah prematur (terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu), dengan setengah dari semua kelahiran mati terjadi sebelum 28 minggu.

Gejala stillbirth 

Menurut Very Well Family, stillbirth dapat terjadi tanpa gejala, tetapi gejala yang paling utama adalah ketika Bunda tidak merasakan gerakan janin. Dokter sering menginstruksikan wanita yang hamil melewati 28 minggu untuk terus menghitung jumlah tendangan janin setidaknya sekali sehari.


Jumlah tendangan yang sedikit, tidak ada tendangan, atau jumlah tendangan yang terlalu sering dapat menjadi perhatian. Dokter mungkin ingin Bunda menjalani tes yang disebut tes non-stres (NST) yang memeriksa apakah bayi Bunda dalam kondisi aman.

Sama seperti orang dewasa, bayi memiliki hari-hari ketika mereka lebih aktif daripada yang lain. Cara efektif untuk merangsang bayi dan memantau gerakannya adalah dengan minum jus lalu berbaring. Biasanya, bayi akan merespon dengan tendangan selama 30 menit berikutnya atau lebih.

Jika bayi Bunda merasa kurang aktif bagi Bunda, atau sebaliknya, terlalu aktif, hubungi dokter Bunda. Intuisi seorang ibu tidak bisa diremehkan dalam hal kesejahteraan bayinya.

Faktanya, sebuah studi tahun 2017 menemukan bahwa peningkatan dramatis dalam aktivitas berat yang dilaporkan oleh seorang ibu terkadang dikaitkan dengan kelahiran mati. Pada saat yang sama, penting untuk diingat bahwa sebagian besar perubahan dalam aktivitas bayi benar-benar normal, dan menjadi terlalu terpaku pada kemungkinan bahwa ada sesuatu yang salah bisa sangat membuat stres dan tidak sehat bagi Bunda dan bayi.

Tanda-tanda peringatan lain yang mungkin terjadi bisa termasuk sakit yang parah pada perut atau punggung dan pendarahan vagina, yang bisa menandakan solusio plasenta. Selalu berhati-hati dan hubungi dokter jika Bunda khawatir.

Penyebab Stillbirth 

Walaupun sebanyak 25 - 60 persen dari kasus stillbirth tidak dapat dijelaskan apa penyebabnya, namun terdapat sejumlah faktor yang diketahui dapat menyebabkan bayi lahir mati, di antaranya adalah:

  • Cacat lahir: Kelainan kromosom pada bayi atau cacat lahir, seperti anensefali, menyebabkan 14 persen bayi stillbirth.
  • Infeksi: Di negara maju, hingga 24 persen dari kelahiran mati (dan/atau keguguran) terkait dengan infeksi, seperti vaginosis bakteri, strep grup B, parvovirus B19 (penyakit kelima), keracunan makanan Listeria, cytomegalovirus, herpes genital, dan sifilis. Infeksi lebih mungkin menyebabkan stillbirth dini (kehamilan 20 sampai 28 minggu) daripada stillbirth setelah 28 minggu.
  • Solusio plasenta: Ketika plasenta terpisah sebelum waktunya dari dinding rahim, kondisi ini dikenal sebagai solusio plasenta. Beberapa derajat solusio plasenta terjadi pada 1 persen kehamilan. Risiko stillbirth tergantung pada derajat pemisahan, dengan pemisahan 50 persen atau lebih sering menyebabkan stillbirth.
  • Kecelakaan tali pusat: Kecelakaan tali pusat, seperti simpul pada tali pusat, tali pusat yang keluar dari vagina sebelum bayi dan terjepit, atau tali pusat yang melilit leher bayi, berjumlah sekitar 10  persen dari semua kasus stillbirth. Namun, banyak juga bayi yang lahir dengan tali pusat yang longgar di leher mereka tanpa menimbulkan masalah.

Faktor risiko stillbirth 

Seperti kebanyakan keguguran lainnya, stillbirth sering terjadi tanpa faktor risiko yang dapat diidentifikasi. Namun, beberapa faktor risiko yang terkait dengan peningkatan risiko stillbirth meliputi:

  • Trauma perut yang berhubungan dengan kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh, atau kekerasan dalam rumah tangga
  • Penggunaan alkohol atau penggunaan narkoba selama kehamilan
  • Riwayat kelahiran prematur, toksemia, atau retardasi pertumbuhan intrauterin pada kehamilan sebelumnya
  • Riwayat stillbirth, keguguran, atau kematian neonatus (kematian selama 28 hari pertama kehidupan)
  • Retardasi pertumbuhan intrauterin
  • Kurangnya perawatan prenatal
  • Usia ibu lebih dari 35 atau kurang dari 20 tahun
  • Kondisi kesehatan ibu, terutama tekanan darah tinggi dan diabetes, bersama dengan lupus, penyakit ginjal, dan beberapa gangguan pembekuan darah
  • Kegemukan
  • Kehamilan lewat waktu, atau yang terlambat melewati usia kehamilan 41 hingga 42 minggu
  • Preeklamsia (hipertensi akibat kehamilan)
  • Ras (insiden lebih tinggi ditemukan pada wanita kulit hitam daripada wanita kulit putih terlepas dari status sosial ekonomi)
  • Tidur dalam posisi terlentang
  • Merokok
  • Hamil anak kembar
  • Pembuahan menggunakan teknologi reproduksi berbantuan
  • Jenis kelamin janin laki-laki

Namun, banyak juga stillbirth yang tidak dijelaskan oleh faktor risiko di atas.

Mayoritas kelahiran mati yang terjadi di negara-negara dengan akses ke pelayanan kesehatan berkualitas tinggi, seperti Amerika Serikat, terjadi pada wanita tanpa faktor risiko yang pasti.

Pencegahan

Dalam beberapa kasus, stillbirth dapat dicegah, dan di lain waktu pencegahan tidak mungkin dilakukan. Sebagai bagian dari perawatan prenatal, dokter memperhatikan tanda-tanda awal masalah pada ibu dan bayinya. Ketika ada faktor risiko, seperti tekanan darah tinggi, dokter dan pasien terkadang dapat mengambil tindakan untuk mengurangi risiko. Inilah sebabnya mengapa perawatan prenatal secara teratur sangat penting.

Untuk wanita yang memiliki peningkatan risiko stillbirth, harus mempertimbangkan untuk konsultasi dengan ahli perinatologi atau dokter kandungan yang berspesialisasi dalam kehamilan berisiko tinggi.

Untuk kehamilan dengan risiko rata-rata, hal terbaik yang dapat Bunda lakukan untuk mencegah stillbirth adalah menjaga kesehatan Bunda secara keseluruhan dan memperhatikan tanda-tanda masalah dalam kehamilan. Beberapa diantaranya adalah:

  • Cobalah untuk memiliki berat badan yang sehat sebelum kehamilan.
  • Jangan merokok, minum alkohol, atau menggunakan narkoba selama kehamilan.
  • Pantau tendangan bayi Bunda, dan beri tahu dokter Bunda jika Bunda melihat ada perubahan yang mengkhawatirkan Bunda.
  • Lebih baik tidur miring daripada terlentang.
  • Hindari makanan yang dapat menyebabkan keracunan makanan, seperti keju lunak, produk susu yang tidak dipasteurisasi, dan daging yang kurang matang.
  • Beri tahu dokter Bunda segera jika Bunda mengalami sakit perut yang tidak biasa, gatal, atau pendarahan vagina.

Namun, dalam banyak kasus, termasuk kecelakaan tali pusat, solusio plasenta, kondisi kromosom, atau masalah tak terduga lainnya, stillbirth dapat terjadi tanpa peringatan dan jarang dapat dicegah.

Penanganan 

Jika ditemukan bahwa bayi Bunda tidak memiliki detak jantung pada pemeriksaan prenatal rutin, penyedia layanan Bunda perlu memastikan tidak adanya detak jantung. USG biasanya dilakukan terlebih dahulu. Jika dipastikan bayi sudah meninggal, ada beberapa pilihan untuk melahirkan bayi yang meninggal.

Salah satu kemungkinannya adalah menjadwalkan induksi medis persalinan segera. Bunda mungkin juga menjalani operasi caesar jika diindikasikan.

Pilihan lain adalah menunggu untuk melihat apakah Bunda akan melahirkan sendiri dalam satu atau dua minggu. Ada beberapa risiko untuk menunggu (seperti pembekuan darah), jadi penting untuk memahami risiko dan manfaat dari opsi ini secara menyeluruh. Dokter Bunda dapat membantu Bunda memutuskan apa yang terbaik dalam kasus Bunda.

[Gambas:Video Haibunda]



 

Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!