sign up SIGN UP search


Ilustrasi bronkopneumonia

Bundapedia

Bronkopneumonia

  |   Haibunda

Apa itu bronkopneumonia?

Bronkopneumonia adalah salah satu jenis pneumonia, suatu kondisi yang menyebabkan radang paru-paru. Menurut Medical News Today, gejala bronkopneumonia dapat bervariasi dari gejala ringan hingga berat dan mungkin termasuk batuk, kesulitan bernapas, dan demam. Penyebabnya termasuk infeksi dada bakteri, virus, atau jamur.

Pneumonia adalah kategori infeksi paru-paru. Hal ini terjadi ketika virus, bakteri, atau jamur menyebabkan peradangan dan infeksi di alveoli (kantung udara kecil) di paru-paru. Bronkopneumonia adalah jenis pneumonia yang menyebabkan peradangan pada alveoli.

Seorang penderita bronkopneumonia bisa mengalami kesulitan dalam bernapas karena mengalami penyempitan saluran pernapasan. Karena radang yang terjadi, paru-paru mereka tidak mendapatkan udara yang mencukupi. 


Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), pneumonia bertanggung jawab untuk sekitar 51,811 kematian setiap tahun di Amerika Serikat, dengan mayoritas kasus ini terjadi pada orang dewasa berusia 65 tahun atau lebih.

Gejala bronkopneumonia pada orang dewasa dan anak-anak

Menurut Healthline, gejala bronkopneumonia terkadang mirip seperti jenis pneumonia lainnya. Kondisi ini sering dimulai dengan gejala mirip flu yang kemudian menjadi lebih parah selama beberapa hari. Gejalanya meliputi:

  • Demam
  • Batuk berdahak
  • Sesak napas
  • Sakit dada
  • Pernapasan cepat
  • Berkeringat
  • Panas dingin
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Radang selaput dada, atau nyeri dada akibat peradangan karena batuk yang berlebihan
  • Kelelahan
  • Kebingungan atau delirium, terutama pada orang tua

Gejalanya mungkin sangat serius pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah atau penyakit lain.

Gejala pada anak

Anak-anak dan bayi bisa saja menunjukkan gejala yang berbeda. Batuk adalah gejala yang paling umum pada bayi, namun selain itu, gejala lainnya termasuk:

  • Detak jantung yang cepat
  • Kadar oksigen darah rendah
  • Retraksi otot dada
  • Sifat lekas marah
  • Hilang selera makan atau minum
  • Demam
  • Penyumbatan
  • Sulit tidur

Temui dokter segera jika memiliki gejala pneumonia. Bunda tidak akan dapat mengetahui jenis pneumonia yang Bunda miliki tanpa pemeriksaan menyeluruh dari dokter.

Bagaimana bronkopneumonia menyebar?

Banyak kasus bronkopneumonia disebabkan oleh bakteri. Di luar tubuh, bakteri menular dan dapat menyebar di antara orang-orang yang berdekatan melalui bersin dan batuk. Seseorang menjadi terinfeksi dengan menghirup bakteri.

Bakteri penyebab bronkopneumonia meliputi:

  • Stafilokokus aureus
  • Haemophilus influenzae
  • Pseudomonas aeruginosa
  • Escherichia coli
  • Klebsiella pneumoniae
  • Spesies Proteus

Penyebaran bakteri ini bisa terjadi dalam rutinitas rumah sakit. Orang yang datang ke rumah sakit untuk pengobatan penyakit lain sering kali memiliki sistem kekebalan yang lemah. Sakit memengaruhi cara tubuh melawan bakteri.

Dengan kondisi tersebut, tubuh akan kesulitan mengatasi infeksi baru. Pneumonia yang terjadi di rumah sakit mungkin juga disebabkan oleh bakteri yang resisten terhadap antibiotik.

Apa faktor risiko untuk mengembangkan bronkopneumonia?

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena bronkopneumonia. Diantaranya adalah:

Usia: Orang yang berusia 65 tahun atau lebih, dan anak-anak berusia dua tahun atau kurang, memiliki risiko lebih tinggi terkena bronkopneumonia dan komplikasinya.

Lingkungan: Orang yang bekerja di, atau sering mengunjungi, fasilitas rumah sakit atau panti jompo memiliki risiko lebih tinggi terkena bronkopneumonia.

Gaya hidup: Merokok, gizi buruk, dan riwayat penggunaan alkohol berat dapat meningkatkan risiko bronkopneumonia.

Kondisi medis: Memiliki kondisi medis tertentu dapat meningkatkan risiko terkena pneumonia jenis ini. Ini termasuk:

  • Penyakit paru-paru kronis, seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • HIV/AIDS
  • Memiliki sistem kekebalan yang lemah karena kemoterapi atau penggunaan obat imunosupresif
  • Penyakit kronis, seperti penyakit jantung atau diabetes
  • Penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis atau lupus
  • Kanker
  • Batuk kronis
  • Kesulitan menelan
  • Pengguna alat dukung pernapasan seperti ventilator 

Jika Bunda termasuk dalam salah satu kelompok risiko, bicarakan dengan dokter Bunda tentang tips pencegahannya.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis bronkopneumonia?

Hanya dokter yang dapat mendiagnosis bronkopneumonia. Dokter Bunda akan mengawali dengan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan gejala Bunda. Dokter akan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan mengi dan suara napas abnormal lainnya.

Dokter juga akan mendengarkan tempat-tempat di dada Bunda di mana lebih sulit untuk mendengar napas Bunda. Terkadang, jika paru-paru Bunda terinfeksi atau penuh cairan, dokter Bunda mungkin memperhatikan bahwa suara napas Bunda tidak sekeras yang diharapkan.

Mereka juga dapat mengajukan Bunda untuk beberapa tes lainnya, untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain yang dapat menyebabkan gejala serupa. Kondisi lain termasuk bronkitis, asma bronkial, atau pneumonia lobar. 

Beberapa uji atau tes lainnya bisa termasuk:

  • Rontgen dada: Bronkopneumonia biasanya akan muncul sebagai beberapa area infeksi yang tidak merata, biasanya di kedua paru-paru dan sebagian besar di dasar paru-paru.
  • Jumlah darah lengkap (CBC): Jumlah total sel darah putih yang tinggi, bersama dengan jumlah jenis sel darah putih tertentu yang tinggi, dapat mengindikasikan infeksi bakteri.
  • Kultur darah atau sputum: Tes ini menunjukkan jenis organisme yang menyebabkan infeksi.
  • CT scan: CT scan memberikan tampilan yang lebih rinci pada jaringan paru-paru.
  • Bronkoskopi: Instrumen yang menyala ini dapat melihat lebih dekat pada tabung pernapasan dan mengambil sampel jaringan paru-paru, sambil memeriksa infeksi dan kondisi paru-paru lainnya.
  • Oksimetri nadi: Ini adalah tes non-invasif sederhana yang mengukur persentase oksigen dalam aliran darah. Semakin rendah angkanya, semakin rendah kadar oksigen Bunda.

Bagaimana cara mengobati bronkopneumonia?

Pilihan pengobatan untuk bronkopneumonia termasuk perawatan di rumah dan perawatan medis dengan resep dokter.

Perawatan di rumah

Bronkopneumonia virus biasanya tidak memerlukan perawatan medis kecuali parah. Biasanya membaik dengan sendirinya dalam dua minggu. Bronkopneumonia yang disebabkan oleh bakteri atau jamur kemungkinan akan memerlukan pengobatan.

Perawatan medis

Dokter Bunda akan meresepkan antibiotik jika bakteri adalah penyebab pneumonia Bunda. Kebanyakan orang mulai merasa lebih baik dalam tiga sampai lima hari setelah memulai antibiotik.

Bunda perlu menyelesaikan seluruh rangkaian antibiotik untuk mencegah infeksi kembali dan memastikannya benar-benar hilang.

Dalam kasus infeksi virus seperti influenza, dokter Bunda mungkin meresepkan antivirus untuk membantu mengurangi lamanya penyakit Bunda dan tingkat keparahan gejala Bunda.

Perawatan rumah sakit

Bunda mungkin perlu pergi ke rumah sakit jika infeksi Bunda parah dan Bunda memenuhi salah satu kriteria berikut:

  • Berusia di atas 65 tahun
  • Mengalami kesulitan bernapas
  • Mengalami sakit dada
  • Memiliki pernapasan yang cepat
  • Memiliki tekanan darah rendah
  • Menunjukkan tanda-tanda kebingungan
  • Membutuhkan bantuan pernapasan
  • Memiliki penyakit paru-paru kronis

Perawatan di rumah sakit bisa termasuk antibiotik dan cairan intravena (IV). Jika kadar oksigen darah Bunda rendah, Bunda mungkin menerima terapi oksigen untuk membantu mereka kembali normal.

Bagaimana mencegah bronkopneumonia

Tindakan perawatan sederhana dapat mengurangi risiko sakit dan mengembangkan bronkopneumonia. 

Vaksinasi juga dapat membantu mencegah jenis pneumonia tertentu. Pastikan untuk mendapatkan vaksin flu tahunan Bunda, karena flu dapat menyebabkan pneumonia. Jenis umum pneumonia bakteri dapat dicegah dengan vaksin pneumokokus. Ini tersedia untuk orang dewasa dan anak-anak.

Diskusikan dengan dokter Bunda untuk menentukan apakah vaksin ini dapat bermanfaat bagi Bunda atau keluarga Bunda.

[Gambas:Video Haibunda]



 

 

Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!