sign up SIGN UP search
Ilustrasi Inseminasi Buatan

Bundapedia

Inseminasi Buatan

  |   Haibunda

Ada banyak pasangan yang sedang berusaha untuk mendapatkan keturunan. Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk mewujudkan keinginan mereka adalah dengan melakukan inseminasi buatan.

Apa itu inseminasi buatan?

Menurut Healthline, inseminasi buatan adalah salah satu metode pengobatan kesuburan yang digunakan dengan mengantarkan sperma langsung ke leher rahim atau ke rahim dengan harapan bisa hamil. Terkadang, sperma ini dicuci atau "disiapkan" untuk meningkatkan kemungkinan seorang wanita hamil.

Ada dua pendekatan utama untuk proses inseminasi buatan, yaitu:


  1. Intrauterine insemination (IUI) atau inseminasi intrauterin
  2. Intracervical insemination (ICI) atau inseminasi intraserviks

Tidak hanya itu, beberapa calon bunda yang melakukan inseminasi buatan mungkin juga akan minum obat tambahan untuk merangsang pertumbuhan folikel ovarium dan meningkatkan peluang terjadinya pembuahan.

Bagaimana proses inseminasi buatan dilakukan?

Proses pembuahan membutuhkan sperma pria untuk melakukan perjalanan dari vagina, melalui leher rahim, ke dalam rahim, dan ke tuba falopi di mana sel telur akan dibuahi. Namun, terkadang sperma pria tidak cukup baik untuk melakukan perjalanan ini. Selain itu, terkadang kondisi serviks wanita juga tidak memungkinkan sperma melakukan perjalanan ke dalam rahim. Dalam kasus ini atau pun situasi lainnya, inseminasi buatan dapat membantu seorang wanita hamil.

Seorang dokter dapat merekomendasikan pasangan untuk melakukan inseminasi buatan jika pasangan berada dalam kondisi seperti berikut ini:

  • Setelah enam bulan berhubungan seks tanpa kondom jika seorang wanita lebih tua dari usia 35 tahun
  • Setelah satu tahun berhubungan seks tanpa kondom jika seorang wanita lebih muda dari usia 35 tahun
Ilustrasi inseminasi buatanIlustrasi inseminasi buatan/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Sora Kobayashi

1. Intracervical insemination (ICI)

ICI atau inseminasi intraserviks adalah jenis inseminasi buatan yang melibatkan memasukkan sperma ke dalam leher rahim. Ini adalah lorong tepat di luar rahim. Langkah-langkah untuk proses ini meliputi:

  1. Seorang wanita akan memantau siklus ovulasinya menggunakan metode kalender, USG, dengan mengukur suhu tubuhnya secara teratur, atau kombinasi dari keduanya. Terkadang, dokter mungkin meresepkan obat untuk menginduksi ovulasi dan meningkatkan kemungkinan seorang wanita akan melepaskan banyak sel telur. Clomid adalah salah satu obat yang biasa diresepkan.
  2. Seorang dokter akan memasukkan sperma ke dalam vagina menggunakan jarum suntik khusus. 
  3. Seorang wanita biasanya akan diinstruksikan untuk berbaring selama 15 sampai 30 menit. Ini idealnya memungkinkan sperma untuk naik dari leher rahim ke dalam rahim.
  4. Seorang wanita dapat kembali ke aktivitas rutinnya setelah waktu ini. Dalam waktu sekitar dua minggu atau sedikit lebih lama, dia akan melakukan tes kehamilan untuk menentukan apakah proses inseminasi berhasil.

2. Intrauterine insemination (IUI)

Inseminasi intrauterin atau IUI adalah prosedur yang melibatkan memasukkan sperma melewati leher rahim dan langsung ke dalam rahim. Langkah-langkah untuk proses ini mirip dengan ICI, tetapi biasanya dilakukan rumah sakit dan dengan sperma yang disiapkan secara khusus. Langkah-langkah tambahan meliputi:

  1. Air mani disiapkan atau "dicuci" untuk menghilangkan protein potensial yang dapat memengaruhi pembuahan. Hal ini juga membuat sperma lebih terkonsentrasi. Idealnya, ini akan meningkatkan kemungkinan seorang wanita untuk hamil.
  2. Seorang dokter akan menggunakan alat khusus yang disebut spekulum untuk membuat rahim lebih mudah diakses. Mereka akan menggunakan instrumen tipis khusus yang dimasukkan melalui vagina dan menempatkan sperma ke dalam rahim.

Apa efek samping inseminasi buatan?

Beberapa wanita mungkin mengalami kram atau perdarahan ringan setelah melakukan prosedur inseminasi buatan. Tetapi tidak sama pada semua wanita yang melakukan inseminasi buatan, karena ada pasien wanita lain yang mungkin tidak mengalami efek samping sedikitpun.

Ketika prosedur dilakukan dengan cara yang steril, risiko infeksi menjadi minimal. Namun, ada kemungkinan seorang wanita dapat mengalami infeksi atau peradangan panggul setelah prosedur inseminasi buatan.

Ada efek samping lain yang penting untuk dipertimbangkan. Meminum obat kesuburan bersamaan dengan melakukan inseminasi buatan dapat meningkatkan kemungkinan untuk menghasilkan banyak anak, seperti kembar dua atau kembar tiga.

Kesalahpahaman umum tentang inseminasi buatan dan minum obat kesuburan adalah bahwa obat tersebut dikaitkan dengan risiko cacat lahir yang lebih besar. Namun menurut American Society for Reproductive Medicine, hal ini tidak benar.

Seberapa sukseskah inseminasi buatan?

Ilustrasi inseminasi buatanIlustrasi inseminasi buatan/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Pornpak Khunatorn

Keberhasilan inseminasi buatan tergantung pada pendekatan yang diambil. Faktor penentunya bisa termasuk:

  • Usia wanita
  • Penggunaan obat kesuburan
  • Penyebab masalah kesuburan yang mendasari

Tingkat keberhasilan untuk ICI

Menurut sebuah studi penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction, tingkat kehamilan untuk ICI adalah 37,9 persen setelah enam siklus pengobatan.

Tingkat keberhasilan untuk IUI

Studi yang sama menemukan tingkat keberhasilan 40,5 persen untuk IUI setelah enam perawatan.

Menurut sebuah artikel di Jurnal Andrologi, tingkat keberhasilan kehamilan untuk IUI lebih tinggi setelah enam siklus IUI dibandingkan dengan jumlah siklus ICI yang sama. Hal ini kemungkinan karena penempatan dan persiapan sperma yang lebih terkonsentrasi secara langsung. Menurut Rumah Sakit dan Klinik Universitas Wisconsin, menyiapkan sampel sperma di laboratorium meningkatkan konsentrasi sperma hingga 20 kali lipat.

Apa saja manfaat inseminasi buatan?

Inseminasi buatan dapat menjadi pengobatan yang bermanfaat dan berhasil bagi beberapa pasangan yang mengalami kesulitan untuk hamil. Beberapa kondisi yang mungkin akan direkomendasikan oleh dokter untuk inseminasi buatan antara lain:

  • Pria dengan jumlah sperma rendah
  • Pria dengan motilitas sperma rendah
  • Wanita yang lendir serviksnya mungkin terlalu kental dan tidak menguntungkan untuk hamil
  • Wanita dengan riwayat endometriosis

Alternatif selain inseminasi buatan

Jika seorang wanita belum hamil setelah enam siklus inseminasi buatan, ada baiknya mengevaluasi pilihan bantuan kesuburannya dengan dokter. Juga, beberapa wanita mungkin tidak dapat melakukan inseminasi buatan karena masalah kesuburan yang mendasari yang membuat pembuahan tidak mungkin terjadi. Misalnya, seorang wanita yang kedua tuba falopinya diangkat tidak akan bisa hamil melalui inseminasi buatan.

Dalam kasus seperti ini, biasanya dokter merekomendasikan perawatan kesuburan tambahan yang disebut fertilisasi in vitro (IVF), atau bayi tabung. Perawatan ini melibatkan pengambilan sel telur dari seorang wanita dan sperma dari seorang pria. Sel-sel tersebut kemudian akan dikirim ke laboratorium, di mana sperma digunakan untuk membuahi sel telur di laboratorium. Telur yang dibuahi dibiarkan tumbuh sebagai embrio. Dokter kemudian akan mentransfer embrio atau calon janin tersebut ke dalam rahim wanita dengan harapan embrio akan ditanamkan dan sukses mencapai kehamilan.

Inseminasi buatan adalah perawatan yang memberikan kesempatan untuk hamil setelah mengalami kesulitan sebelumnya. Jika seorang wanita mengalami kesulitan untuk hamil atau ingin mendapatkan bantuan untuk hamil, maka inseminasi buatan bisa menjadi alternatif pilihan usaha untuk mendapatkan keturunan, yang dapat didiskusikan bersama dokter terpercaya.

[Gambas:Video Haibunda]



 

Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!