sign up SIGN UP search


Ilustrasi Janin

Bundapedia

Janin

  |   Haibunda

Dalam perjalanan kehamilan Bunda setiap minggunya, janin yang sedang Bunda kandung juga berkembang dengan pesat. Bunda mungkin mendengar dokter berbicara tentang fase kehamilan yang berbeda dengan istilah medis yang beragam, seperti embrio, zigot, dan janin. Istilah-istilah ini menggambarkan tahap perkembangan bayi.

Tahap embrio vs tahap janin

Dilansir dari Healthline, calon bayi belum dianggap sebagai janin sampai minggu ke-9 setelah pembuahan, atau minggu ke-11 setelah periode menstruasi terakhir Bunda.

Periode awal atau embrionik ini merupakan periode terjadinya pembentukan sistem penting tubuh calon janin Bunda. Anggap saja sebagai fondasi dan kerangka dasar dari pembentukan calon janin.


Sementara itu pada periode janin, periode ini lebih mengenai pertumbuhan dan perkembangan sehingga bayi dapat bertahan hidup di dunia luar.

Periode janin: mulai dari usia 11 minggu dan seterusnya

Selamat, di usia kehamilan ini, Bunda telah lulus dari memiliki embrio menjadi memiliki janin. Dari minggu ke 11 dan seterusnya, bayi akan terus berkembang dan tumbuh hingga akhir kehamilan. Berikut detail lengkap mengenai proses kehamilan Bunda sejak usia 11 minggu hingga persalinan.

Akhir trimester pertama

Perkembangan bayi masih bergerak cepat selama sisa trimester pertama. Janin bahkan sudah mulai menumbuhkan kuku. Wajah janin Bunda telah mengambil lebih banyak karakteristik manusia. Pada akhir minggu ke-12, bayi akan berukuran 6,35 cm dari ubun-ubun ke pantat, dan beratnya sekitar 14,17 gram.

Trimester kedua

Ilustrasi janin usia 19 mingguIlustrasi janin usia 19 minggu/ Foto: Getty Images/iStockphoto/SciePro

Usia kehamilan 13 minggu menandai dimulainya trimester kedua. Selama tahap ini, janin Bunda terlihat dan mulai beraktivitas lebih seperti bayi yang telah lahir.

Sejak awal bagian trimester kedua, organ kelamin mereka sudah mulai berkembang, tulang mereka semakin kuat, dan lemak mulai menumpuk di tubuh mereka. Di pertengahan periode trimester kedua ini, rambut mereka menjadi terlihat, dan janin sudah bisa mengisap dan menelan. Mereka juga bisa mulai mendengar suara Bunda.

Bayi Bunda akan tumbuh selama waktu ini dari 8,89 cm dari ubun-ubun ke pantat, hingga 22,86 cm. Berat badan mereka akan berubah dari 42,52 gram menjadi 907 gram.

Trimester ketiga

Ilustrasi janin usia 28 mingguIlustrasi janin usia 28 minggu/ Foto: Getty Images/iStockphoto/SciePro

Mulai dari usia kehamilan 27 minggu, Bunda masuk di trimester ketiga. Pada paruh pertama tahap ini, janin Bunda mulai membuka mata, berlatih bernapas di dalam cairan ketuban, dan mulai ditutupi oleh vernix caseosa.

Menjelang akhir periode trimester ketiga, janin Bunda akan lebih cepat mengalami peningkatan berat badan, membuat banyak gerakan besar, dan mulai dengan ukurannya yang semakin besar, dia pun semakin memenuhi kantung ketuban.

Pada umumnya ukuran janin pada awal trimester ketiga adalah 25,4 cm dari ubun-ubun ke pantat, dan tumbuh hingga 45,72 hingga 50,8 cm. Berat badan mereka mulai dari 1020 gram dan naik menjadi 2948 gram. Panjang dan berat bayi saat melahirkan sangat bervariasi.

Kehilangan janin atau keguguran

Periode awal kehamilan memang seringkali menjadi periode yang terasa berat, terutama bagi pikiran dan emosi Bunda. Para peneliti memperkirakan bahwa antara 10 hingga 25 persen dari semua kehamilan yang diakui secara klinis berakhir dengan keguguran (keguguran sebelum 20 minggu).

Banyak dari keguguran ini terjadi pada tahap awal perkembangan, bahkan sebelum Bunda melewatkan menstruasi. Sisanya biasanya terjadi sebelum usia kandungan 13 minggu.

Berikut beberapa hal yang bisa menjadi penyebab atau alasan seseorang mengalami keguguran:

  • Kelainan kromosom
  • Kondisi medis yang mendasari
  • Masalah atau gangguan hormon
  • Usia wanita saat pembuahan
  • Implantasi yang gagal
  • Pilihan gaya hidup (misalnya, merokok, minum alkohol, atau gizi buruk)

Hubungi dokter jika Bunda sedang hamil dan mengalami perdarahan vagina (dengan atau tanpa gumpalan), kram, atau hilangnya gejala kehamilan. Beberapa gejala ini mungkin normal, tetapi ada baiknya untuk memeriksa ulang.

Gangguan pada janin

Gangguan pada janin atau gawat janin adalah tanda bayi Bunda tidak mengatasi persalinan. Ini mungkin berarti mereka membutuhkan pemantauan lebih dekat dan mungkin operasi caesar untuk mempercepat kelahiran.

Apa itu gawat janin?

Dilansir dari Pregnancy Birth Baby gawat janin atau gangguan pada janin adalah pertanda bahwa bayi Bunda tidak sehat. Itu terjadi ketika bayi tidak menerima cukup oksigen melalui plasenta.

Jika tidak diobati, gawat janin dapat menyebabkan bayi menghirup cairan ketuban yang mengandung mekonium, atau kotorannya. Ini bisa membuat mereka sulit bernapas setelah lahir, atau mereka bahkan mungkin berhenti bernapas.

Gangguan janin terkadang dapat terjadi selama kehamilan, tetapi lebih sering terjadi selama proses menjelang persalinan.

Apa yang menyebabkan gawat janin?

Penyebab paling umum dari gawat janin adalah ketika bayi tidak menerima oksigen yang cukup karena masalah dengan plasenta, termasuk solusio plasenta atau insufisiensi plasenta, atau masalah dengan tali pusat. Misalnya, jika tali pusat tertekan karena keluar serviks terlebih dahulu.

Gawat janin juga dapat terjadi karena Bunda memiliki kondisi kesehatan seperti diabetes, penyakit ginjal atau kolestasis yaitu kondisi yang memengaruhi hati pada kehamilan.

Ini lebih sering terjadi ketika kehamilan berlangsung terlalu lama, atau ketika ada komplikasi lain selama persalinan. Terkadang itu terjadi karena kontraksi terlalu kuat atau terlalu berdekatan.

Bunda lebih berisiko bayi Bunda mengalami gawat janin jika:

  • Bunda bertubuh gemuk
  • Bunda merokok
  • Bunda memiliki tekanan darah tinggi pada kehamilan atau pre-eklampsia
  • Bunda memiliki penyakit kronis, seperti diabetes atau penyakit ginjal
  • Bunda memiliki kehamilan kembar 
  • Bayi Bunda mengalami hambatan pertumbuhan intrauterin
  • Bunda pernah mengalami kelahiran mati sebelumnya

Bagaimana gawat janin didiagnosis?

Gawat janin didiagnosis dengan membaca detak jantung bayi. Denyut jantung yang lambat, atau pola denyut jantung yang tidak biasa, dapat menandakan gawat janin.

Terkadang gawat janin diketahui saat dokter atau bidan mendengarkan jantung bayi selama kehamilan. Denyut jantung bayi biasanya dipantau selama persalinan untuk memeriksa tanda-tanda gawat janin.

Tanda lainnya adalah jika ada mekonium dalam cairan ketuban. Beri tahu dokter atau bidan Bunda segera jika Bunda melihat cairan ketuban berwarna hijau atau coklat karena ini bisa menandakan adanya mekonium.

Bagaimana penanganan gawat janin?

Langkah pertama biasanya memberi ibu oksigen dan cairan. Terkadang, posisi bergerak, seperti memutar ke satu sisi, dapat mengurangi tekanan bayi.

Jika Bunda memiliki obat untuk mempercepat persalinan, obat ini dapat dihentikan jika ada tanda-tanda gawat janin. Jika ini adalah persalinan alami, maka Bunda mungkin akan diberikan obat untuk memperlambat kontraksi.

Terkadang bayi dalam keadaan gawat janin perlu dilahirkan dengan cepat. Ini dapat dicapai dengan persalinan yang dibantu, atau instrumental, yaitu ketika dokter menggunakan forsep atau ventouse (pengekstrak vakum) untuk membantu Bunda melahirkan bayi, atau Bunda mungkin perlu menjalani operasi caesar darurat.

[Gambas:Video Haibunda]



Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!