sign up SIGN UP search


Ilustrasi hidrosefalus

Bundapedia

Hidrosefalus

  |   Haibunda

Apa itu hidrosefalus?

Hidrosefalus adalah suatu kondisi yang terjadi ketika terjadi penumpukan cairan di tengkorak dan akhirnya menyebabkan pembengkakan otak. Nama Hidrosefalus ini berarti "air di otak."

Pada orang yang normal, cairan serebrospinal (CSF) biasanya bergerak di dalam rongga otak, atau juga dikenal sebagai ventrikel. Tetapi pada penderita hidrosefalus, kelebihan cairan ini menyebabkan ventrikel mengembang, memberi tekanan pada bagian otak lainnya.

Kerusakan otak dapat terjadi akibat penumpukan cairan ini. Hal ini dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang, fisik, dan intelektual. Hidrosefalus membutuhkan perawatan segera untuk mencegah komplikasi serius.


Hidrosefalus umumnya terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang berusia di atas 60 tahun, tetapi orang dewasa yang lebih muda juga bisa mendapatkannya. Institut Nasional Gangguan Neurologis dan Stroke memperkirakan bahwa:1 hingga 2 dari setiap 1.000 bayi lahir dengan hidrosefalus.

Kemungkinan gejala hidrosefalus

Hidrosefalus dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, jadi penting untuk mengenali gejala kondisinya dan mencari pertolongan medis. Kondisi ini paling umum pada anak-anak tetapi juga dapat berkembang pada orang-orang dari segala usia.

Bayi

Tanda-tanda awal hidrosefalus pada bayi diantaranya adalah:

  • Ubun- ubun menonjol, yang merupakan titik lunak di permukaan tengkorak
  • Peningkatan lingkar kepala yang cepat
  • Mata yang tertuju ke bawah
  • Sering kejang
  • Kerewelan ekstrem
  • Muntah
  • Ngantuk berlebihan
  • Makan yang buruk
  • Tonus dan kekuatan otot rendah

Balita dan anak yang lebih besar

Gejala atau tanda yang memengaruhi balita dan anak yang lebih besar meliputi:

  • Tangisan pendek bernada tinggi
  • Perubahan kepribadian
  • Perubahan struktur wajah
  • Mata juling
  • Sakit kepala
  • Kejang otot
  • Pertumbuhan tertunda
  • Kesulitan makan
  • Kantuk yang ekstrem
  • Sifat lekas marah
  • Kehilangan koordinasi
  • Kehilangan kontrol kandung kemih
  • Kepala lebih besar dari rata-rata
  • Kesulitan untuk tetap terjaga atau bangun
  • Muntah atau mual
  • Kejang
  • Masalah berkonsentrasi

Dewasa muda dan setengah baya

Gejala pada orang dewasa muda dan setengah baya meliputi:

  • Sakit kepala kronis
  • Kehilangan koordinasi
  • Kesulitan berjalan
  • Masalah kandung kemih
  • Masalah penglihatan
  • Ingatan buruk
  • Kesulitan berkonsentrasi

Hidrosefalus tekanan normal (NPH)

Bentuk kondisi ini biasanya dimulai secara perlahan dan lebih sering terjadi pada orang dewasa di atas usia 60 tahun. Salah satu tanda paling awal adalah jatuh tiba-tiba tanpa kehilangan kesadaran. Gejala umum lainnya dari hidrosefalus tekanan normal (NPH) meliputi:

  • Perubahan dalam cara berjalan
  • Gangguan fungsi mental, termasuk masalah memori
  • Kesulitan mengendalikan urine
HidrosefalusIlustrasi hidrosefalus/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Pikovit44

Apa penyebab hidrosefalus?

Hidrosefalus disebabkan oleh adanya pembengkakan ventrikel di otak, hal ini seperti dilansir dari Healthline.

Untuk bisa memahami bagaimana hidrosefalus berkembang, Bunda terlebih dahulu perlu memahami fungsi cairan serebrospinal atau CSF di otak, seberapa banyak dapat menyebabkan efek buruk di seluruh tubuh, dan apa yang dapat menyebabkan hidrosefalus.

Hidrosefalus terjadi ketika cairan serebrospinal menumpuk di ventrikel di otak, dan penumpukan ini menyebabkan peningkatan tekanan di otak.

Mengapa cairan serebrospinal penting?

CSF biasanya mengalir melalui otak dan sumsum tulang belakang Bunda. Cairan vital ini melindungi otak dan sumsum tulang belakang, bertindak sebagai bantalan yang menyerap kejutan dari benturan atau cedera. Cairan ini juga membantu dengan mengangkut produk limbah dari sistem saraf pusat, membantunya bekerja dengan kapasitas penuh.

Dukungan otak dan sumsum tulang belakang Bunda:

  • Gerakan otot
  • Fungsi organ
  • Proses kognitif, seperti memori

Mengapa kadar cairan serebrospinal meningkat?

Di bawah kondisi tertentu, jumlah CSF di otak dapat meningkat. Jumlah CSF dapat meningkat ketika:

  • Penyumbatan yang berkembang hingga mencegah CSF mengalir dengan cara yang biasa
  • Ada penurunan kemampuan pembuluh darah untuk menyerapnya
  • Otak menghasilkan jumlah cairan yang berlebihan

Terlalu banyak cairan ini menempatkan otak Bunda di bawah terlalu banyak tekanan. Peningkatan tekanan ini dapat menyebabkan pembengkakan otak, yang dapat merusak jaringan otak Bunda dan menyebabkan beberapa masalah fungsional dan kognitif yang terjadi karena hidrosefalus.

Hidrosefalus sejak lahir

Dalam beberapa kasus, hidrosefalus dimulai sebelum bayi lahir. Hal ini dapat disebabkan oleh:

  • Ketidaknormalan lahir di mana tulang belakang tidak menutup
  • Anomali genetik
  • Infeksi tertentu yang terjadi selama kehamilan, seperti rubella

Hidrosefalus pada anak-anak atau dewasa muda

Kondisi ini juga dapat terjadi pada bayi, balita, dan anak yang lebih besar karena:

  • Infeksi sistem saraf pusat seperti meningitis, terutama pada bayi
  • Pendarahan di otak selama atau segera setelah melahirkan, terutama pada bayi yang lahir prematur
  • Cedera yang terjadi sebelum, selama, atau setelah melahirkan
  • Trauma kepala
  • Tumor sistem saraf pusat

Hidrosefalus pada orang dewasa yang lebih tua: Hidrosefalus tekanan normal

Ketika hidrosefalus terjadi pada orang dewasa (biasanya mereka yang berusia di atas 60 tahun), kadar CSF meningkat, tetapi jumlah tekanan biasanya normal. Tapi tetap saja menyebabkan otak membengkak dan bisa menyebabkan gangguan fungsi. Pada orang dewasa, kondisi ini biasanya diakibatkan oleh kondisi yang mencegah aliran CSF.

Namun ada ada beberapa kasus yang tidak diketahui penyebabnya. Bunda mungkin memiliki resiko lebih tinggi jika mengalami salah satu dari hal berikut:

  • Infeksi terkait otak seperti meningitis
  • Cedera kepala
  • Pendarahan dari pembuluh darah di otak
  • Operasi otak

Bagaimana hidrosefalus terdiagnosis?

Inilah yang diharapkan ketika menemui dokter tentang hidrosefalus:

Pemeriksaan fisik

Jika Bunda menduga bahwa Bunda atau Si Kecil menderita hidrosefalus, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda dan gejala. Pada anak-anak, dokter memeriksa:

  • Mata yang cekung ke dalam
  • Refleks lambat
  • Fontanel yang menonjol
  • Lingkar kepala yang lebih besar dari biasanya untuk usia mereka

USG 

Dokter mungkin juga menggunakan USG untuk melihat otak lebih dekat. Tes ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk membuat gambar otak. Jenis USG ini hanya bisa dilakukan pada bayi yang ubun-ubun (soft spot) masih terbuka.

Pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Ini dapat menunjukkan tanda-tanda kelebihan cairan serebrospinal. MRI menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk membuat gambar penampang otak.

Pemindaian tomografi terkomputerisasi (CT scan)

Ini juga dapat membantu mendiagnosis hidrosefalus pada anak-anak dan orang dewasa. CT scan menggunakan beberapa sinar-X yang berbeda untuk membentuk gambar penampang otak. Pemindaian ini dapat menunjukkan ventrikel otak yang membesar akibat terlalu banyak CSF.

Pengobatan Hidrosefalus

Hidrosefalus bisa berakibat fatal jika tidak diobati. Intervensi medis atau pengobatan mungkin tidak akan mengembalikan semua kerusakan otak yang sudah terjadi, tetapi tujuannya adalah untuk memulihkan aliran CSF dan mencegah kerusakan otak lebih lanjut. Dokter biasanya akan memilih salah satu dari pilihan bedah berikut.

Penyisipan shunt

Dalam kebanyakan kasus, seorang ahli bedah memasukkan shunt melalui pembedahan.

Shunt adalah sistem drainase yang terdiri dari tabung panjang dengan katup. Katup membantu aliran CSF pada tingkat normal dan ke arah yang benar. Dokter memasukkan salah satu ujung tabung di otak dan ujung lainnya ke dada atau rongga perut pasiennya.

Kelebihan cairan kemudian mengalir dari otak dan keluar dari ujung tabung yang lain, di mana ia menjadi lebih mudah untuk diserap. Implan shunt biasanya permanen dan membutuhkan pemantauan rutin.

Ventrikulostomi

Seorang ahli bedah dapat melakukan prosedur yang disebut ventrikulostomi sebagai alternatif untuk pemasangan shunt. Ini melibatkan pembuatan lubang di bagian bawah ventrikel atau di antara ventrikel, memungkinkan CSF meninggalkan otak dan mengurangi tekanan.

Bagaimana prospek seseorang dengan hidrosefalus?

Prospek seseorang dengan hidrosefalus sangat tergantung pada separah apa gejala mereka dan seberapa cepat mereka menerima pengobatan.

Prospek untuk anak-anak

Banyak anak mengalami kerusakan otak seumur hidup setelah hidrosefalus. Prospek mereka akan tergantung pada:

  • Bagaimana kondisinya berkembang
  • Berapa lama seorang anak memiliki gejala sebelum menerima perawatan?
  • Adakah komplikasi apapun, termasuk infeksi

Dengan bekerja dengan berbagai profesional perawatan kesehatan, anak-anak dapat belajar mengelola kekurangan mereka dan mengurangi efek seumur hidup. Ini mungkin akan terus melibatkan:

  • Dokter anak
  • Guru pendidikan khusus
  • Profesional kesehatan mental
  • Terapis okupasi
  • Terapis perkembangan
  • Ahli saraf anak

Prospek untuk orang dewasa

Orang dewasa dengan gejala hidrosefalus yang parah mungkin perlu bekerja dengan terapis okupasi. Orang lain mungkin memerlukan perawatan jangka panjang. Beberapa mungkin memerlukan perawatan spesialis medis yang berfokus pada demensia.

Efek jangka panjang dari kondisi ini sangat bervariasi, tergantung pada keadaan individu. Bicarakan dengan dokter tentang prospek presentasi hidrosefalus Bunda.

Bisakah mencegah hidrosefalus?

Sayangnya hidrosefalus tidak dapat dicegah, tetapi Bunda dapat menurunkan risiko dengan cara berikut :

Perawatan sebelum melahirkan

Pastikan Bunda mendapatkan perawatan prenatal selama kehamilan. Ini dapat membantu mengurangi kemungkinan mengalami persalinan prematur, yang dapat menyebabkan hidrosefalus.

Vaksinasi

Melakukan vaksinasi dapat membantu mencegah penyakit dan infeksi yang terkait dengan hidrosefalus. Melakukan pemeriksaan rutin juga dapat memastikan bahwa Bunda mendapatkan perawatan segera untuk penyakit atau infeksi yang dapat meningkatkan risiko hidrosefalus.

Peralatan keselamatan

Gunakan perlengkapan keselamatan, seperti helm, untuk mencegah cedera kepala saat melakukan aktivitas seperti mengendarai sepeda. Bunda juga dapat menurunkan risiko cedera kepala dengan selalu mengenakan sabuk pengaman.

Membeli perlengkapan yang aman untuk anak kecil.

Sangat penting untuk mengamankan anak kecil di kursi mobil. Bunda juga dapat mencegah cedera kepala dengan memastikan perlengkapan bayi Bunda, seperti stroller, memenuhi standar keselamatan.

Dengan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko hidrosefalus, Bunda dapat mengurangi risiko cacat permanen, serta risiko lainnya pada anak Bunda.

 

[Gambas:Video Haibunda]



 

 

Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!