sign up SIGN UP search


Bintik merah sebagai gejala flu singapura

Bundapedia

Flu Singapura

  |   Haibunda

Flu Singapura atau penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFMD) adalah infeksi yang sangat menular. Infeksi ini disebabkan oleh adanya virus dari genus enterovirus, dan yang paling sering adalah dari coxsackievirus.

Virus ini dapat menyebar dari manusia ke manusia dengan cara kontak langsung, seperti bersentuhan tangan yang sebelumnya tidak dicuci, atau berbagai permukaan yang telah terkontaminasi dengan kotoran.

Selain itu, flu singapura juga bisa ditularkan dari air liur, tinja, atau sekresi pernapasan seseorang.


Bunda bisa mengenali tanda flu singapura dengan adanya tanda melepuh, atau luka di mulut. Tandanya juga bisa berupa ruam di tangan dan kaki. Flu singapura bisa menyerang orang dewasa, tapi dalam banyak kasus, flu singapura menyerang anak-anak di bawah 5 tahun atau balita.

Untuk kondisi ringan, flu singapura bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari kok. Tapi, bagaimana untuk kondisi yang parah ya? Yuk mengenali flu singapura lebih jauh.

Gejala Flu Singapura

Flu singapura akan mulai berkembang pada hari ketiga sampai hari keenam setelah pertama kali terkena infeksi. Masa-masa ini disebut sebagai masa inkubasi. Jika Bunda menemukan gejala-gejala di bawah ini, Si Kecil mungkin sedang terinfeksi flu singapura:

  • Demam
  • Nafsu makan menurun
  • Sakit pada tenggorokan
  • Pusing atau sakit kepala
  • Menjadi cepat marah
  • Merasa tidak enak badan (malaise)
  • Terdapat lepuh merah di mulut yang sangat membuat sakit
  • Sering meneteskan air liur
  • Terdapat ruam merah di tangan dan/atau telapak kaki Si Kecil

Dari berbagai gejala di atas, demam dan sakit tenggorokan adalah gejala yang paling umum dan yang paling sering ditemukan. Lalu, lepuh dan ruam yang menjadi gejala khusus flu singapura, akan muncul satu atau dua hari setelahnya.

Ruam yang muncul akan terlihat seperti bintik-bintik merah yang datar. Hanya saja, bintik-bintik ini akan agak sulit dilihat jika warna kulit agak gelap. Akan lebih mudah memeriksa ruam ini pada telapak tangan atau telapak kaki, yang kondisinya akan lebih mudah dilihat. 

Lalu, sebagian besar balita yang terinfeksi flu singapura akan mengalami luka yang sangat menyakitkan di mulut mereka. Ada baiknya, Bunda juga mengecek lidah, bagian samping lidah, hingga tenggorokannya.

Dengan adanya lepuh dan ruam, Bunda akan dengan cepat dan mudah mengidentifikasi penyakit apa yang sedang diderita Si Kecil. Ini akan memudahkan proses penyembuhan 

Penyebab flu singapura

Flu singapura disebabkan oleh strain coxsackievirus, yang paling sering ditemukan adalah coxsackievirus A16. Virus ini adalah bagian dari kelompok virus yang disebut sebagai enterovirus. Tapi tidak terbatas di situ, ada kelompok virus lainnya dari enterovirus yang menyebabkan flu singapura.

Flu singapura akan menyebar dengan mudah dari orang ke orang. Maka itu, perlu berhati-hati dengan penyebab flu singapura ini. Virus tersebut dapat menginfeksi Si Kecil lewat:

  • Air liur
  • Cairan dari kulit yang lecet
  • Kotoran atau tinja
  • Droplets yang keluar dari bersin dan sebagainya
  • Batuk dan bersin.

Flu singapura juga bisa menular dengan kontak langsung dengan tangan yang tidak dicuci bersih. Selain itu, menyentuh permukaan yang mengandung jejak virus bisa menjadi penyebab flu singapura.

Kenapa anak kecil sangat berisiko tertular flu singapura?

Dari semua kelompok usia, anak kecil (di bawah lima tahun) akan sangat riskan dan berisiko terhadap flu singapura. Ini dikarenakan mereka hadir di sekolah, bermain bersama di playground atau penitipan anak, dan seterusnya. Virus akan dengan sangat cepat menyebar di sana.

Sebenarnya, anak-anak membangun kekebalan tubuh tersendiri dalam menghadapi penyakit atau virus. Maka itu, flu singapura menyerang anak-anak balita atau dengan umur di bawah 10 tahun.

Jika flu singapura menyerang orang dewasa, besar kemungkinan mereka memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Sehingga mudah terinfeksi oleh virus yang menyebabkan flu singapura.

Sama seperti virus lainnya, infeksi virus dapat dicek dengan pemeriksaan fisik. Dokter biasanya akan memeriksa mulut dan tubuh untuk mengetahui gejala utama pada flu singapura, yaitu lepuh dan ruam. Tidak jarang, dokter juga akan bertanya ke orang sekitar.

Dokter juga dapat mengambil sampel swab dari tenggorokan, atau sampel tinja, untuk mengonfirmasi diagnosis flu singapura.

Bintik merah sebagai gejala flu singapuraIlustrasi flu singapura/ Foto: iStockphoto

Cara pengobatan dan perawatan dari flu singapura

Dalam berbagai kasus, infeksi yang disebabkan oleh flu singapura akan hilang dalam tujuh sampai 10 hari. Tapi, dokter mungkin akan menyarankan berbagai perawatan tertentu yang dapat meringankan gejala sampai pulih kembali.

Beberapa cara mengobati flu singapura di bawah ini dapat membantu Bunda:

  • Salep atau resep tertentu yang dijual bebas, untuk meredakan lepuh dan ruam
  • Obat pereda nyeri untuk meredakan nyeri atau sakit kepala, seperti acetaminophen atau ibuprofen
  • Sirup obat atau pelega tenggorokan untuk meredakan sakit tenggorokan.

Bunda biasanya tidak diperkenankan untuk memberikan aspirin kepada Si Kecil yang sedang terinfeksi oleh virus. Aspirin bisa menyebabkan efek samping yang berat untuk anak-anak.

Selain pengobatan, ada juga metode perawatan untuk Si Kecil yang terinfeksi flu singapura untuk meredakan berbagai gejalanya. Berikut adalah perawatan yang bisa Bunda lakukan untuk Si Kecil di rumah:

  • Makan es krim
  • Minum minuman dingin
  • Membatasi mengonsumsi buah jeruk, minuman buah, dan soda
  • Tidak mengonsumsi makanan pedas atau asin

Selain berbagai perawatan di atas, Bunda juga bisa mencoba kumur-kumur dengan air garam hangat untuk Si Kecil. Ini akan mampu meredakan lepuh mulut dan tenggorokan. Bisa dilakukan beberapa kali sehari atau sesering yang diperlukan.

Komplikasi flu singapura

Si Kecil mungkin akan benar-benar lebih baik pada hari ke-7 hingga ke-10. Mendapatkan infeksi lagi juga jarang terjadi setelah sembuhnya berbagai gejala yang sudah dialami. Ini dikarenakan tubuh Si Kecil akan membangun kekebalan terhadap virus yang menyebabkan flu singapura.

Hanya saja, jika sampai hari ke-10 gejalanya belum kunjung menghilang, atau bahkan memburuk, ada baiknya Bunda membawa Si Kecil ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Dalam berbagai kasus, flu singapura menyebabkan berbagai komplikasi. Komplikasi tersebut di antaranya adalah:

  • Dehidrasi
  • Kuku jari tangan atau kuku jari kaki rontok
  • Meningitis virus
  • Radang otak
  • Kelumpuhan
  • Myocarditis

Cara terbaik untuk menghindarkan Si Kecil dari flu singapura adalah dengan mengajarkannya PHBS, atau perilaku hidup bersih dan sehat, terutama dalam mencuci tangan dengan baik dan benar dengan air hangat atau dengan sabun. Terutama sebelum makan, serta sebelum masuk dan setelah keluar dari tempat umum. 

Selain itu, Bunda juga perlu mengajarkan untuk tidak sembarangan meletakkan tangan dan benda lain ke mulut mereka. Sebab, itu akan berpotensi menularkan flu singapura.

Berbagai benda yang biasa mereka bawa, seperti mainan, botol minum, dan sebagainya, juga perlu Bunda bersihkan.

Itulah pengertian, gejala, dan cara perawatan dari flu singapura. Semoga bermanfaat. 

[Gambas:Video Haibunda]



Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!