sign up SIGN UP search


Ilustrasi Janin

Bundapedia

Solusio Plasenta

  |   Haibunda

Solusio plasenta adalah suatu kondisi selama kehamilan di mana plasenta terlepas dari rahim. Gejalanya bisa berupa perdarahan dan sakit perut, terutama selama trimester ketiga. Dokter akan mendiagnosis dan mengobati solusio plasenta berdasarkan tingkat keparahan pemisahan dan usia kehamilan janin.

Apa itu solusio plasenta?

Solusio plasenta adalah komplikasi kehamilan yang terjadi ketika plasenta terlepas dari rahim Bunda sebelum melahirkan. Plasenta adalah organ sementara yang menghubungkan janin yang sedang tumbuh ke rahim selama kehamilan.

Plasenta menempel pada dinding rahim, biasanya di bagian atas atau samping dan bertindak sebagai jalur kehidupan yang memberikan nutrisi dan oksigen ke janin melalui tali pusat. Plasenta juga membuang limbah dari darah janin.


Pada solusio plasenta, plasenta dapat terlepas sepenuhnya atau sebagian. Hal ini dapat menurunkan jumlah oksigen dan nutrisi ke janin dan menyebabkan perdarahan hebat pada Bundanya. Solusio plasenta merupakan kondisi serius yang memerlukan perawatan medis.

Jenis-jenis solusio plasenta

Berikut jenis-jenis solusio plasenta.

Solusio plasenta sebagian

Solusio plasenta parsial atau sebagian terjadi ketika plasenta tidak sepenuhnya terlepas dari dinding rahim.

Solusio plasenta lengkap

Solusio plasenta lengkap atau total terjadi ketika plasenta benar-benar terlepas dari dinding rahim. Biasanya ada lebih banyak perdarahan vagina yang terkait dengan jenis ini. 

Solusio plasenta yang terungkap

Solusio plasenta yang terungkap memiliki perdarahan vagina sedang hingga parah yang dapat dilihat.

Solusio plasenta yang tersembunyi

Solusio plasenta yang tersembunyi memiliki sedikit atau tidak ada perdarahan vagina yang terlihat. Darah terperangkap di antara plasenta dan dinding rahim.

Perbedaan antara solusio plasenta dan plasenta previa

Pada plasenta previa, plasenta menutupi seluruh atau sebagian serviks Bunda. Ini juga disebut plasenta letak rendah. Di sini plasenta seolah menjadi penghalang yang menghalangi jalan keluar dari rahim.

Meski plasenta berada dalam posisi yang menyulitkan, namun tetap menempel di rahim. Sementara ketika plasenta terlepas dari rahim, ini disebut solusio plasenta. Kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan perdarahan vagina selama kehamilan dan persalinan.

Sekitar 1 dari 100 kehamilan mengalami solusio plasenta. Kondisi ini biasanya terlihat pada trimester ketiga, tetapi bisa terjadi kapan saja setelah 20 minggu kehamilan hingga melahirkan.

Efek dari solusio plasenta

Menurut Cleveland Clinic, solusio plasenta dapat mengancam jiwa janin maupun Bundanya. Komplikasi dari solusio plasenta di antaranya adalah:

Pada janin:

  • Kelahiran prematur 
  • Berat badan lahir rendah
  • Masalah pertumbuhan
  • Cedera otak karena kekurangan oksigen
  • Lahir mati 

Pada Bunda yang mengandung:

  • Kehilangan darah
  • Masalah pembekuan darah
  • Transfusi darah 
  • Perdarahan
  • Gagal ginjal 

Penyebab dan faktor risiko solusio plasenta

Penyebab solusio plasenta biasanya tidak diketahui. Namun pilihan gaya hidup tertentu atau trauma perut dapat meningkatkan risiko solusio plasenta.

Bunda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk solusio plasenta jika mengalami salah satu hal berikut ini:

  • Trauma atau cedera pada rahim (seperti kecelakaan mobil, jatuh atau pukulan ke perut)
  • Pernah solusio plasenta sebelumnya
  • Kehamilan kembar dua atau kembar tiga.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes gestasional atau preeklamsia.
  • Jika Bunda merokok atau memiliki riwayat penggunaan narkoba
  • Tali pusar pendek
  • Usia Bunda 35 tahun atau lebih
  • Fibroid rahim
  • Trombofilia (gangguan pembekuan darah)
  • Ketuban pecah dini (ketuban pecah sebelum janin cukup bulan)
  • Kehilangan cairan ketuban yang cepat

Tanda dan gejala solusio plasenta

Gejala solusio plasenta dapat berbeda pada setiap orang. Namun, gejala yang paling umum adalah pendarahan vagina dengan kram selama trimester ketiga kehamilan. Gejala atau tanda juga dapat meliputi:

  • Sakit perut
  • Kontraksi uterus yang lebih lama dan lebih intens daripada kontraksi persalinan rata-rata
  • Kelembutan rahim
  • Sakit pinggang atau sakit punggung
  • Gerakan janin berkurang
  • Perdarahan vagina dapat bervariasi dan bukan merupakan indikasi seberapa jauh plasenta telah terlepas. Dalam beberapa kasus, mungkin tidak ada perdarahan yang terlihat karena darah terperangkap di antara plasenta dan dinding rahim. 
  • Nyeri dapat berkisar dari kram ringan hingga kontraksi yang kuat dan sering dimulai secara tiba-tiba.

Karena kemiripan gejala dengan kondisi kehamilan lainnya, maka sering-seringlah berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis.

Pada mayoritas kasus, akan ada darah selama solusio plasenta. Jika terjadi solusio yang tersembunyi, darah akan berada di belakang plasenta. Dalam hal ini, tidak akan ada pendarahan. Dalam kasus lain, solusio berkembang perlahan, yang kadang-kadang dapat menyebabkan pendarahan ringan.

Bunda mungkin mengalami nyeri mendadak atau tajam, kram, atau nyeri tekan di daerah panggul bawah atau punggung selama solusio plasenta. Selain itu juga Bunda bisa merasakan sedikit gerakan dari janin. 

Bunda mungkin juga mengalami rasa sakit yang tiba-tiba dan berkelanjutan di perut atau punggung.

Diagnosis

Solusio plasenta didiagnosis melalui pemeriksaan dan pemantauan. Bunda mungkin dirawat di rumah sakit atau beristirahat di rumah, tergantung pada tingkat keparahan. Dokter akan:

  • Menanyakan berapa banyak perdarahan
  • Menanyakan di mana terasa sakit dan seberapa kuat rasa sakitnya
  • Menanyakan kapan gejala dimulai
  • Memantau tekanan darah
  • Memantau detak jantung dan gerakan janin.
  • Memantau kontraksi 
  • Menggunakan USG untuk menemukan perdarahan dan memeriksa janin
  • Merekomendasikan tes darah atau urine

Biasanya ada tiga tingkat solusio plasenta yang akan didiagnosis oleh penyedia layanan kesehatan:

Derajat 1 : Sedikit pendarahan, sedikit kontraksi rahim, dan tidak ada tanda-tanda stres pada Bunda atau janin

Derajat 2 : Perdarahan ringan sampai sedang, beberapa kontraksi uterus, dan tanda-tanda stres janin

Derajat 3 : Perdarahan sedang sampai berat atau perdarahan tersembunyi, kontraksi uterus yang tidak mereda, nyeri perut, tekanan darah rendah, dan kematian janin.

Ilustrasi Solusio plasentaIlustrasi solusio plasenta/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Sakurra

Perawatan dan pengobatan 

Setelah plasenta terlepas dari rahim, plasenta tidak dapat disambungkan kembali atau diperbaiki. Dokter akan merekomendasikan perawatan berdasarkan:

  • Tingkat keparahan 
  • Usia kehamilan 
  • Tanda-tanda kesusahan dari janin
  • Jumlah darah yang hilang

Umumnya, tingkat keparahan solusio dan usia kehamilan janin adalah dua faktor terpenting:

Jika janin belum mendekati waktu penuh:

Jika bayi terlalu cepat untuk lahir dan solusio ringan, Bunda akan dimonitor secara ketat sampai mencapai usia kehamilan 34 minggu. Jika detak jantung janin normal dan tidak berdarah, dokter mungkin mengizinkan Bunda pulang untuk beristirahat. Mereka mungkin memberi obat untuk membantu perkembangan paru-paru janin.

Jika solusio parah dan kesehatan Bunda atau janin berisiko, mungkin akan membutuhkan persalinan segera.

Jika janin hampir cukup bulan:

Jika solusio ringan dan detak jantung janin stabil, persalinan pervaginam yang dipantau secara ketat dapat dilakukan. Ini umumnya ditentukan sekitar 34 minggu kehamilan.

Jika solusio semakin parah atau Bunda atau janin dalam bahaya sewaktu-waktu, bayi akan dilahirkan melalui operasi caesar darurat.

Upaya pencegahan 

Solusio plasenta biasanya tidak dapat dicegah. Namun Bunda dapat mengurangi risikonya dengan:

  • Tidak merokok atau menggunakan narkoba
  • Menjaga tekanan darah pada tingkat yang sehat
  • Menjaga diabetes tetap terkendali
  • Mengambil tindakan pencegahan kesehatan dan keselamatan seperti mengenakan sabuk pengaman
  • Melaporkan trauma perut apapun ke dokter Bunda
  • Berbicara dengan dokter Bunda tentang pendarahan vagina

Solusio plasenta jarang terjadi, namun merupakan hal serius. Bicaralah dengan dokter jika Bunda mengalami pendarahan vagina, nyeri panggul atau kram. Solusio plasenta harus didiagnosis dan diobati segera untuk memastikan keselamatan Bunda dan Si Kecil.

[Gambas:Video Haibunda]



Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!