sign up SIGN UP search
Ilustrasi Listeriosis atau Listeria

Bundapedia

Listeriosis

Nanie Wardhani   |   Haibunda

Listeriosis adalah penyakit bawaan makanan yang disebabkan oleh bakteri L. monocytogenes. Gejalanya meliputi demam, menggigil, dan sakit kepala. Bunda hamil dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah umumnya memiliki risiko terbesar untuk terkena infeksi parah.

Perawatan dan pengobatan mungkin di antaranya termasuk antibiotik. Bunda dapat mencegah infeksi listeriosis dengan mencuci dan memasak makanan secara menyeluruh.

Apa itu listeriosis?

Menurut Kamus Kemenkes RI, listeriosis adalah penyakit yang ditimbulkan oleh infeksi bakteri Listeria monocytogenes. Penyakit ini diawali dengan penyebaran bakteri ke seluruh tubuh dan mungkin melibatkan sistem saraf pusat, jantung, mata, atau organ tubuh lainnya. 


Listeria monocytogenes banyak ditemukan di alam, terutama di tanah, air tanah, vegetasi yang membusuk, dan kotoran hewan.

Kebanyakan orang terkena listeriosis karena makan makanan yang terkontaminasi. Masa inkubasi listeriosis (waktu antara Bunda pertama kali terinfeksi dan ketika Bunda pertama kali menunjukkan gejala) biasanya bisa bervariasi. Biasanya akan membutuhkan waktu satu hingga dua minggu, tetapi bisa sesingkat beberapa hari atau selama tiga bulan.

Nama lain untuk listeriosis termasuk L. monocytogenes dan listeria.

Gejala-gejala yang menyertai listeriosis

Seseorang yang terserang listeriosis biasanya mengalami:

  • Sakit kepala
  • demam
  • nyeri otot
  • pusing
  • sakit perut
  • muntah dan diare

Jika infeksi menyebar ke sistem saraf, maka akan terjadi gejala seperti:

  • sakit kepala
  • leher kaku
  • kehilangan keseimbangan
  • kebingungan
  • penurunan kesadaran
  • kejang-kejang

Jika menyerang otak, maka listeriosis dapat menimbulkan stroke. Jika menginfeksi Bunda yang sedang hamil biasanya Bunda hamil akan mengalami gejala yang ringan seperti gejala flu dan infeksi Listeria monocytogenes selama kehamilan dapat menyerang janin sehingga menyebabkan keguguran, atau kematian bayi.

Listeriosis juga bisa ditularkan oleh Bunda hamil ke bayinya sejak dalam kandungan ataupun saat bayi baru lahir. Gejala listeriosis pada bayi baru lahir meliputi:

  • Demam
  • Muntah
  • Menangis terus menerus
  • Kesulitan bernapas (napas cepat, napas pendek dan mengi)
  • Tidak ada minat untuk menyusu
Ilustrasi listeriosis atau listeriaIlustrasi listeriosis atau listeria/ Foto: Getty Images/iStockphoto/digicomphoto

Dalam makanan apa listeria ditemukan?

Makanan yang terkontaminasi adalah penyebab paling umum dari infeksi listeriosis. Menurut Cleveland Clinic, beberapa jenis makanan yang paling umum dapat menyebabkan listeriosis meliputi:

  • Hot dog atau makanan daging olahan
  • Daging deli
  • Sayuran segar
  • Buah-buahan segar, terutama melon
  • Produk susu atau pun jus yang tidak dipasteurisasi (disterilkan untuk membunuh bakteri)

Makanan-makanan di atas ini memiliki risiko kontaminasi L. monocytogenes paling tinggi. Namun, listeriosis dapat memengaruhi hampir semua makanan apa pun yang tidak diolah atau disiapkan dengan benar.

Bakteri L. monocytogenes unik dan berbeda dari banyak penyakit bawaan makanan lainnya. Bakteri L. Monocytogenes bertahan dan bahkan berkembang biak dalam suhu rendah, termasuk lemari es dan freezer. Bakteri dapat berkembang biak ke tingkat yang berbahaya selama penyimpanan.

Makanan yang telah busuk akan rusak dan menimbulkan bau, rasa, atau perubahan tekstur yang tidak enak. Ketika bakteri L. monocytogenes mencemari makanan, bau, rasa, dan teksturnya tidak berubah.

Siapa saja yang rawan terkena listeriosis?

Sebenarnya siapa pun bisa terkena listeriosis. Namun, bakteri ini tidak berbahaya bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sehat. Mereka yang paling berisiko untuk bisa menjadi sangat sakit atau terancam nyawanya termasuk:

  • Bunda hamil
  • Orang tua yang berusia 65 tahun atau lebih
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, biasanya dari kondisi lain (seperti AIDS atau kanker) atau sedang mengonsumsi obat imunosupresif yang diresepkan.

Apakah listeriosis bisa disembuhkan?

Listeriosis ada obatnya dan bisa disembuhkan. Penyedia layanan kesehatan Bunda dapat meresepkan antibiotik untuk membersihkan tubuh dari infeksi.

Penyedia layanan kesehatan lebih cenderung meresepkan antibiotik untuk bayi atau jika Bunda hamil, berusia 65 tahun atau lebih, atau memiliki sistem kekebalan yang lemah. Antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati listeriosis termasuk sulfamethoxazole dan ampisilin.

Dokter mungkin juga meresepkan obat untuk mengatasi gejala tertentu, termasuk mual dan muntah yang menyertai kondisi Bunda. Jika memiliki gejala ringan, Bunda mungkin tidak memerlukan pengobatan.

Jika bayi Bunda lahir dengan infeksi listeriosis, dokter Bunda akan memberi mereka antibiotik segera setelah lahir.

Cara mengelola gejala listeriosis 

Jika Bunda menderita listeriosis, cara terbaik untuk mengelola gejala adalah dengan:

  • Minum obat resep seperti yang diarahkan oleh dokter
  • Lebih banyak beristirahat 
  • Minumlah banyak cairan
  • Makan dengan porsi kecil tapi sering
  • Minum obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengatasi demam dan meredakan nyeri otot. Tidak semua orang bisa mengonsumsi NSAID. Sebaiknya tanyakan kepada dokter sebelum digunakan

Cara mengurangi risiko tertular listeria 

Jika Bunda memiliki sistem kekebalan yang lemah atau sedang hamil, ada baiknya berhati-hati dengan apa yang Bunda makan dan minum dan bagaimana Bunda menyimpan dan menyiapkan makanan.

Periksa label produk untuk memastikan bahwa semua produk susu atau jus telah dipasteurisasi. Hindari produk susu dan jus yang tidak dipasteurisasi.

Cuci tangan Bunda dan semua permukaan makanan sebelum dan sesudah memasak. Gunakan sikat gosok, air bersih mengalir, dan pencuci buah dan sayuran untuk membersihkan buah dan sayuran mentah.

Masak hot dog, hidangan telur, makanan laut, dan daging deli hingga suhu internal 74 derajat Celsius. Jika Bunda tidak bisa memastikan suhunya, sebaiknya Bunda menghindarinya.

Hindari makan pate (daging yang dihaluskan) yang didinginkan atau olesan daging dari deli atau konter daging di toko kelontong. Makanan yang tidak perlu didinginkan, seperti pate kalengan atau pasta yang dapat disimpan di rak dan olesan daging lebih aman untuk dimakan. Dinginkan setelah dibuka.

Panaskan sisa makanan Bunda sampai mengepul panas. Jangan makan sisa makanan jika sudah berumur beberapa hari.

Bungkus makanan dengan bungkus plastik atau foil, atau masukkan ke dalam kantong plastik atau wadah yang bersih dan tertutup sebelum Bunda memasukkannya ke dalam lemari es. Pastikan bahwa makanan seperti daging mentah tidak membocorkan cairannya ke makanan lain. Segera bersihkan tumpahan apa pun di lemari es Bunda, terutama jus daging.

Listeriosis adalah infeksi bakteri yang relatif jarang terjadi. Infeksi ini mungkin memiliki efek serius jika terjadi pada Bunda hamil, janin, bayi baru lahir, orang berusia 65 tahun atau lebih dan orang yang memiliki gejala kekebalan yang lemah. Bunda mungkin akan merasa lebih baik setelah beberapa hari tanpa pengobatan jika Bunda memiliki sistem kekebalan tubuh yang sehat. 

Bicaralah dengan dokter segera jika Bunda melihat gejala listeriosis. Karena listeriosis memiliki masa inkubasi yang dapat berlangsung hingga beberapa bulan, ada baiknya juga untuk berbicara dengan dokter jika Bunda pernah mengonsumsi makanan atau minuman yang telah ditarik kembali dari peredaran.

Untuk membantu mencegah infeksi listeriosis, cuci tangan, masak daging dengan suhu yang aman, dan bersihkan buah dan sayuran.

[Gambas:Video Haibunda]



 

Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!