Sign Up search


cerita-bunda

Kumaafkan Suami Hamili Wanita Lain, Kini Aku 50 Tahun Minta Cerai

Sahabat HaiBunda Jumat, 06 Dec 2019 20:15 WIB
Kumaafkan Suami Hamili Wanita Lain, Kini Aku 50 Tahun Minta Cerai caption
Jakarta -

Cerita ini mungkin seperti membuka luka lama yang sakitnya masih terasa hingga sekarang. Berawal dari pernikahan kami di tahun 1990-an, saat itu usia kami masih 20-an. Menikah di usia yang aku anggap cukup matang mengingat kami berdua sudah punya penghasilan.

Tapi memang pernikahan itu sempat ditentang keluarga, terutama pihak Ibu. "Tidak 'seimbang' dengan kamu," hanya itu alasan Ibu kala itu. Aku tutup mata-tutup telinga, aku mencintai pria itu sepenuh hati. Astaga, cinta sesakti itu ya.

Aku juga tidak keberatan saat kami menikah dengan seremoni seadanya, sederhana sekali. Jangankan pesta besar di rumah, kami hanya menikah dengan makanan ala arisan dengan tamu keluarga dekat. Teman-teman kantor pun hanya secuil yang aku ajak merayakan hari besar itu.

Awal pernikahan kami pun terasa cukup normal. Aku happy terus rasanya! Aku juga dengan senang hati membuatkan bekal untuknya tiap hari sebelum berangkat kerja. Sampai akhirnya aku menerima telepon...telepon dari perempuan itu.

Sebut saja namanya Ninit. Dia mengaku berasal salah satu kota besar di Pulau Jawa dan mengajakku bertemu. Awalnya aku malas menanggapi, ih ngga kenal juga! Namun dia berkeras untuk bertemu dan punya rahasia soal suamiku yang mau dia bagikan.

Ilustrasi perselingkuhanIlustrasi perselingkuhan/ Foto: iStock

Hmm, 'berkeras' mungkin bukan kata tepat ya, dia kayak mau nangis di ujung telepon. Ya sudah lha ya, amal saja dan aku setuju bertemu dengannya.

Ternyata sampai di tempat itu, aku menemui seorang gadis kira-kira seusiaku yang nampak gugup. Dia ngga berhenti menangis dan meremas tangan. Tanpa ba-bi-bu, dia langsung bilang,"Suami Mbak menghamili saya!"

Samber geledek! Perempuan kurang ajar! ingin kutampar dia saat itu juga, tapi yang ada aku hanya diam saja. Lalu dia menangis sejadi-jadinya, cerita sesunggukan gimana suamiku pertama bertemu dengannya, saling suka, dan akhirnya dihamili. 

Kualat nih, aku kualat. Aku membangkang keluarga dan inilah akibat yang harus aku terima. Aku harus cerita pada siapa? Ngga bisa ke siapa-siapa, aku hanya bisa ngamuk habis sama suami. Ngga ingat kata-kata apa yang aku lancarkan kepadanya, yang aku ingat hanya aku pukul-pukul dia.

Wajahnya kutampar-tampar, dadanya kuhadiahi bogem sekuat tenaga. Dia ngga membalas, hanya diam saja menerima amukanku. Sukurin!

Aku menenangkan diri selama sebulan. Aku diemin, dia ngga aku anggap saat di rumah. Aku mikir dulu, aku harus apa. Sampai akhirnya aku mentok; aku ngga mungkin cerai karena malu sama keluarga dan harus memaafkan dia.

Baiklah..singkat cerita pernikahan aku lanjutkan dan menerima anak hasil hubungan gelapnya. Hasilnya? Aku benci setengah mati pada suami. Apalagi Allah SWT juga berkata bahwa aku ngga mungkin punya anak.


Ilustrasi pertengkaranIlustrasi pertengkaran/ Foto: iStock

Pernikahan ngga bahagia itu aku jalani selama 25 tahun lagi. Benci banget aku setiap kali melihatnya, jijik jijik gimanaaaa gitu. Akhirnya aku pun mantap minta cerai di usia yang nyaris 50 tahun ini. Biarin ajalah, sisa umurku tinggal sedikit. Aku ngga mau habiskan dengan dengki hati hidup bersama pria yang aku benci.

Perceraian kami masih dalam proses persidangan. Tapi rasa lega sudah menyelinap sedikit demi sedikit, akhirnya aku ngga harus lihat muka dia setiap hari. Doakan ya, Bunda semoga perceraian kami lancar.

(Cerita Bunda Eva di Bekasi)

*Bunda yang ingin berbagi kisah seputar rumah tangga dan parenting di Cerita Bunda, bisa kirimkan langsung ke email redaksi kami di redaksi@haibunda.com Cerita paling menarik akan mendapat voucher belanja dari kami. dengan subjek Cerita Bunda. Ssst, Bunda yang tidak mau nama aslinya ditampilkan, sampaikan juga di email ya. Cerita yang sudah dikirim menjadi milik redaksi kami sepenuhnya.


Cerita menarik dari Sahabat Haibunda tadi sudah selesai membuat hati teremas-remas? Kalau begitu saatnya Bunda menyimak cerita bahagia dari Sandra Dewi yang memberi THR luar biasa pada ART-nya. Jumlahnya sangat besar hingga membuat si para asisten bisa berhenti kerja saat itu juga. Klik di banner berikut ya Bunda.


Banner THR Sandra DewiBanner THR Sandra Dewi/ Foto: InsertLive





(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi