sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Alhamdulillah... Akhirnya Aku Hamil Setelah 12 Tahun Penantian

Sahabat HaiBunda Senin, 04 May 2020 19:59 WIB
Mother holding ultrasound, husband and wife in a clinic, beautiful family. caption
Jakarta -

Aku menikah dengan suamiku sejak 25 Agustus 2007. Ya, sudah 12 tahun lebih kami menantikan kehadiran si kecil. Berbagai cara sudah kami lakukan supaya aku bisa hamil.

Mulai dari program hamil, pijat akupuntur, sampai minum ramuan herbal, tapi tak membuahkan hasil. Kami sabar menanti sambil tetap berusaha karena siklus haid aku selama ini enggak teratur.


Benar-benar enggak normal karena dalam setahun, aku bisa tidak haid sama sekali, atau cuma sekali setahun. Setelah ke dokter, baru tahu kalau aku mengidap Polycystic ovary syndrome (PCOS), kondisi di mana seorang perempuan kelebihan hormon laki-laki yakni hormon androgen.

"Sel telurnya banyak tapi kecil-kecil," ucap dokter saat pemeriksaan USG.

Sampai akhirnya, pertengahan Februari 2020 lalu, aku melihat posting-an salah seorang dokter di Instagram. Ia mengatakan, minum ramuan kunyit, jahe, sereh, dan jeruk, khasiatnya luar biasa untuk yang lagi program hamil.

Awalnya, aku tertawa membaca saran dokter itu. "Masa sih minum ramuan itu bisa hamil?" tanyaku dalam hati.

Tapi, memang dasarnya penasaran, akhirnya ku coba juga membuat ramuan itu. Aku dan suami rutin mengonsumsi ramuan itu supaya sehat, tetap dengan berserah diri dan ikhlas, yakin semua enggak akan terjadi tanpa izin Allah.

Setelah dua minggu, aku mulai merasakan perubahan terutama di bagian payudara. Tapi saat itu, aku sama sekali enggak terpikir bakal hamil. Aku malah mengira itu gejala pra menstruasi.

"Kok agak mual ya," ucapku pada suami.

Ilustrasi testpackIlustrasi testpack/ Foto: Getty Images/iStockphoto/golibo

Awal Maret, aku merasa sakit di payudara kok beda dari PMS. Apalagi di bagian puting yang kelihatan lebih menonjol. Dari situ, aku mulai terpikir, jangan-jangan ini tanda hamil. Akhirnya, aku beli dua testpack.

Ternyata, hasilnya positif. Tapi, waktu itu aku enggak langsung bilang ke suami karena masih enggak percaya dan bingung juga. Untuk memastikan, aku coba tes lagi keesokan harinya. Pas lihat hasilnya positif lagi, pagi itu juga aku bangunkan suami.

Tentu dong, aku dan suami happy banget. Tapi, masih ada sedikit ragu karena aku sudah lama enggak haid. Apa benar bisa hamil? Akhirnya kami tunggu dulu satu minggu, baru ke dokter untuk memastikan. Dan selama seminggu itu, aku testpack setiap hari dan hasilnya positif semua.

Setelah itu, kami ke rumah sakit untuk periksa ke dokter kandungan. Awalnya, saat pemeriksaan USG, enggak kelihatan apa-apa. Kata dokter, ada penebalan dinding rahim. Selain USG, aku juga diperiksa lewat vagina. Hasilnya juga belum kelihatan ada embrio.

"Perkiraan hamil di bawah 5 minggu," ucap dokter.

Karena masih ragu, kami juga enggak tahu mau senang atau sedih. Akhirnya, kami balik lagi ke rumah sakit tanggal 1 April tapi ke dokter yang berbeda. Saat USG, dokter bilang positif hamil dan sudah kelihatan embrio janinnya.

"Alhamdulillah...," aku bersyukur.

Haru, bahagia, pokoknya campur aduk deh perasaan aku dan suami saat itu, sampai menitikkan air mata. Maklum saja, kami sudah 12 tahun menikah dan belum diberi keturunan. Luar biasa bahagia, tapi tetap saja aku merasa khawatir.

"Kenapa saat kondisi pandemi Corona begini ya," ucapku dalam hati.



Meski begitu, aku tetap yakin kalau rezeki yang Allah berikan pasti sudah diatur waktunya. Kalau memang dikasih kepercayaan hamil saat kondisi seperti ini, aku ikhlas.

Sekarang, usia kandunganku masuk 11 minggu. Akhirnya, aku merasakan juga yang namanya mual dan muntah setiap hari. Selama ini kan cuma dengar cerita teman-teman yang anaknya sudah besar-besar.

Aku pun berharap, semoga kandungan dan bayiku baik-baik saja, sehat sampai melahirkan nanti. Aamiin...

(Cerita Bunda Evrina F. di Jakarta)



Simak juga yuk reaksi suami Poppy Sovia saat tahu dirinya positif hamil, dalam video Intimate Interview berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]

 

(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi