sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Lucunya Ibuku, Demam Tanaman Hias Malah Ditipu Tetangga Saat Jual Monstera

Sahabat HaiBunda Jumat, 14 Aug 2020 21:15 WIB
Tanaman hias monstera caption
Jakarta -

Demam tanaman hias sepertinya sedang melanda banyak orang di seluruh Indonesia. Tak terkecuali ibuku, yang sedari dulu memang sudah hobi berkebun dan menanam bunga di rumah.

Pada musim pandemi ini, berbagai bunga diurus dengan cantiknya. Bunga yang sudah dirawatnya sejak lama pun mulai dilirik tetangga yang lewat. Apalagi tetangga sekitar juga mulai ikut menanam bunga dan tanaman hias. Lagi ngetren katanya. He-he-he.

Mengurus tanaman bisa mengusir rasa kesepian ibu semenjak bapak meninggal tahun lalu. Dengan senang hati ibu melayani para tetangga yang penasaran dengan tanaman hias miliknya. Sesekali ada yang basa-basi menanyakan cara merawat hingga ada yang memawarnya.


Namun, ibuku sendiri mengaku sayang kalau harus menjual bunga-bunga kesayangannya. Kebiasaan menanam bunga tersebut didukung oleh kakakku yang tinggal di Batu, Jawa Timur. Setiap berkunjung ke rumah ibu di Kediri, kakakku membawakan ibu oleh-oleh tanaman hias yang sedang ngetren.

Oh ya, Bunda, kota Batu memang sangat terkenal dengan bunga dan buah. Sudah tidak asing bagi wisatawan yang datang ke sana untuk hunting tanaman hias yang murah meriah. Kalau tanaman di Jakarta, aku melihat harganya Rp300-500 ribu, di sana masih bisa didapat dengan harga Rp75ribu saja.

Berhubung takut ibu marah karena dibelikan bunga yang mahal-mahal, kakak suka berbohong soal harganya. Seperti misalnya Anglaonema super white, Sri Rejeki, Pink Princess, dan Monstera yang harganya lumayan di kantong dibilang hanya seharga puluhan ribu saja.

Di usia yang sudah sepuh dan tidak update di media sosial, tentu ibu percaya-percaya saja ketika diberitahu harganya murah. Ibu bertambah senang bisa mendapat bunga yang cantik-cantik dengan harga miring.

Makanya, kalau kakak mau datang berkunjung selalu saja minta dibawakan jenis bunga atau tanaman hias yang belum ada di pekarangan rumah. Bahkan, pada tetangga-tetangga sekitar ibu sering bercerita kalau harga tanaman hiasnya yang cantik-cantik harganya tidak mahal.

Tropical 'Maranta Leuconeura Fascinator' houseplant, also called Prayer Plant,  with leaves with exotic red stripe pattern on small coffee table in living roomCerita Bunda demam tanaman hias ditipu tetangga/ Foto: iStock

Dengan bangga, ibu menceritakan kalau itu berkat tangan dinginnya dalam merawat tanaman. Kami tersenyum saja mendengarnya. Hingga suatu saat ibu menelpon kami anak-anaknya lewat video call bersama-sama.

Ibu bercerita kalau baru saja mendapat untung besar. Kami pun penasaran, untung dari mana karena ibu hanya di rumah saja. Ternyata ibu bercerita kalau baru saja menjual tanaman-tanaman hias miliknya.

Kami pun iseng bertanya, dapat uang berapa? Degan bangga ibu menjawab dapat uang Rp400 ribu. Wah, kami pikir bunga mana yang laku sampai ada yang menawar dengan harga segitu.

Astaga, rupanya ibuku ditipu oleh tetanggaku. Bagaimana tidak, tanaman hias yang cantik dan kekinian miliknya ternyata dijual seharga Rp50 ribu saja per pot. Kami tentu syok mendengarnya. Terlebih kakakku yang tahu harga aslinya. Ingin ketawa tapi tidak tega melihat kebahagian ibu.

Sampai akhirnya kami ceritakan kalau beberapa bunga yang dirawat ibu berharga mahal. Ibu yang awalnya tidak rela menjual bunga-bunga miliknya terlihat menyesal.

Ia bercerita kalau tetangga tersebut gencar merayu ibu menjualnya. Hampir setiap hari datang ke rumah. Bahkan pintar sekali memanfaatkan keadaan. Saat ada penjual bunga keliling, tetangga tersebut mulai bertanya-tanya apakah mau membeli bunga milik ibu.

Sesuai dugaannya, penjual bunga keliling itu enggan membeli bunga ibu. Katanya enggak laku kalau dijual pada orang-orang di sekitar situ. Rupanya, bukan karena bunganya yang jelek, tapi karena harga pasarannya yang mahal. Bagi orang desa tentu pikir-pikir kalau mau beli bunga ratusan ribu.

Mendengar percakapan tetanggaku dan bapak tukang bunga keliling, akhirnya ibuku luluh melepas bunga cantiknya. Ternyata oh ternyata, ibu sudah termakan rayuan dan tipu daya si tetangga.

Kami pun terkekeh mendengarnya, dn berjanji untuk menggantinya dengan yang baru. Oh ibuku sayang, ibuku malang semoga tidak ditipu lagi ya sama tetangga.

(Cerita Bunda Ayu - Jakarta Selatan)

Mau berbagi cerita, Bunda? Share yuk ke kami dengan mengirimkan Cerita Bunda ke email redaksi@haibunda.com. Bunda yang ceritanya terpilih untuk ditayangkan, akan mendapat hadiah menarik dari kami.

Bunda, simak yuk 5 jenis tanaman hias paling mahal di dunia dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi