sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Nasib Tinggal Bareng Mertua Toxic, Cemburuan & Kuasai Uang Belanja Suamiku

Sahabat HaiBunda Selasa, 29 Sep 2020 19:12 WIB
Family conflict, mother-in-law despising girlfriend of son, overprotection caption
Jakarta -

Sejatinya, menikah harus bisa menerima keluarga besar pasangan. Namun, rasanya sulit hal itu untuk kuterima. Bagaimana tidak, mertua sangat toxic hingga tega menguasai semua uang gaji suamiku.

Semoga ceritaku ini, bisa menjadi pelajaran bagi orang-orang di luar sana sebelum memutuskan menikah. Singkat cerita, aku adalah seorang istri yang baru menikah 1 tahun 3 bulan. Dari pernikahan ini, aku sudah memiliki anak berusia enam bulan.

Masyallah, suamiku juga sangat baik sekali. Namun, cobaan malah datang dari keluarganya. Sehingga aku tidak bahagia. Saat ini, kami harus tinggal dengan ibu mertua dan adik ipar.


Ibu mertua seperti berpikir belum bisa melepas anak laki-lakinya, meskipun sudah menikah. Permasalahan rumah tangga semuanya dalam kendali ibu mertua. Jadi, bisa dibilang ibu mertua adalah kepala rumah tanggaku.

Aku pun jadi tidak punya kekuasaan dalam mengambil keputusan dalam rumah tanggaku sendiri. Rasanya? Sedih banget. Suami pun tak punya kekuatan untuk bicara ke ibunya. Ia memilih diam untuk menghindari masalah di rumah.

Sampai detik ini, aku tidak pernah tahu rasanya berumah tangga yang sesungguhnya. Mau jalan berdua dengan suami pun susah, Bunda. Pasalnya, mertua sangat cemburuan. Tidak rela kalau anaknya mengajak istri untuk jalan-jalan sekedar refreshing sebentar.

Tapi, kalau kami ajak keluar untuk makan atau dibelikan makanan demi menyenangkan hatinya malah marah-marah. Jujur, sedih dan bingung kami menghadapi ibunya. Sampai saat ini, kami hanya bisa mengikuti apa yang mertua inginkan.

Kadang, terbersit iri dengan para istri yang bisa mengurus anak dan suaminya sendiri. Tahu apa yang harus dilakukan untuk menyenangkan suami di rumah, serta mendidik anak dengan pola asuh yang dia ingin lakukan.

Namun, hingga saat ini kami belum bisa meninggalkan rumah mertua karena ada cicilan rumah yang belum lunas. Ada utang yang membuat kami harus bertahan di rumah ini dan menahan rasa enggak betah hidup dengan mertua yang semena-mena.

Hidup memang berat di lingkungan yang dikelilingi orang toxic, tapi tidak ada pilihan lain selain bertahan. Doakan semoga kami segera menemukan jalan kebahagiaan sendiri ya, Bunda.

(Cerita Bunda Dewi - Depok)

Mau berbagi cerita, Bunda? Share yuk ke kami dengan mengirimkan Cerita Bunda ke email redaksi@haibunda.com. Bunda yang ceritanya terpilih untuk ditayangkan, akan mendapat hadiah menarik dari kami.

Bunda, simak juga yuk tips langgeng mempertahankan rumah tangga Ramzi dan istrinya dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi