CERITA BUNDA
Azab dari Kekasaran Suamiku, Kini Ia Stroke dan Menggelandang di Emperan
Sahabat HaiBunda | HaiBunda
Kamis, 01 Oct 2020 19:47 WIBPerkenalkan, aku adalah Bunda lima anak. Jangan bayangkan rumah tanggaku harmonis, sampai aku bisa memiliki banyak selama puluhan tahun menikah.
Aku hidup dan bertahan dalam pernikahan yang penuh luka. Suami enteng sekali melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Banyak yang bilang dia gila. Akibat pernah jatuh kecelakaan semasa mudanya. Mungkin ada saraf-saraf di kepalanya, yang membuat pikirannya jadi tak lurus lagi.
Sepanjang yang kuingat, dia seringkali memukuliku. Bahkan meneriakiku pelacur dan wanita murahan yang rasanya sudah sangat kebal di telinga. Bahkan, lebih gilanya dia suka menuduhku selingkuh.
Siapa yang mau dengan ibu lima anak, dan hanya berprofesi sebagai tukang pijat keliling ini? Ya, Bunda, karena dia tak pernah memberi nafkah akhirnya aku menerima tawaran para tetangga untuk membantu-bantu di rumahnya, hingga menerima jasa untuk memijat. Belajar dari sedikit keahlian yang diturunkan keluargaku.
Pernah beberapa kali, aku jadi pelayan kantin di sebuah kampus. Namun, berakhir memalukan karena suamiku menyusul dan berteriak-teriak menyuruhku pulang. Dia menuduhku berselingkuh dengan mahasiswa yang sedang makan.
Menghadapi suami 'gila' seperti ini, sampai rasanya air mata sudah tidak mau turun, Bunda. Aku pun sudah mati rasa terhadapnya. Fokus dalam hidupku adalah membesarkan anak-anak yang mulai beranjak dewasa.
Pukulan dan makian itu sampai tidak terasa lagi di tubuhku. Hingga suatu hari, yang terparah dari semua perlakuannya. Dia menyeret dengan menjambak rambutku di sepanjang jalanan. Kejadian saat itu bertepatan dengan azan mahgrib, dan hujan besar.
Dia marah karena aku menolak membelikan kopi sachet di warung karena memang payung dipakai anak-anak ke masjid. Aku hanya memintanya menunggu payung datang. Dia yang tengah marah, menyeretku di sepanjang jalan. Orang-orang yang melihat mencoba menghentikan perbuatannya.
Namun, dia semakin gelap mata. Menonjok wajahku hingga darah keluar dari bibir. Bahkan mengeluarkan sumpah serapah, dan menuduhku melacur dengan orang-orang yang ingin menghentikan perbuatannya. Malu rasanya sampai tak bisa diungkap dengan kata-kata.
Buntut dari kejadian itu, aku dan anak-anak dikurung di dalam rumah. Dikunci pintu dan gerbang olehnya dari luar. Sampai berhari-hari sampai kami kekurangan makan. Anak-anakku yang kecil menangis meraung-raung karena kelaparan.
Tetangga yang ketakutan untuk menolong pun akhirnya tak tega. Mereka nekat meminta RT untuk mendobrak pintu demi menyelamatkan kami. Akhirnya, warga berinisiatif untuk melindungi kami dan mengancam suami untuk melaporkannya pada polisi.
Rupanya, dia ketakutan dan memilih kabur di rumah suaminya. Lama tak terlihat, anak-anak mendapat kabar kalau bapaknya sekarang sedang sakit stroke. Untuk berjalan pun susah, dan terakhir kali terlihat hidup menggelandang di emperan toko.
Rasanya tak tega dan ingin menjemputnya pulang. Tapi, anak-anak trauma dan takut dihajar oleh bapaknya. Aku tak punya pilihan lain, dan memutuskan untuk melindungi kesehatan mental kelima anak-anakku. Nasib pernikahanku pun sudah tak kupikirkan lagi.
Sampai akhirnya, ada pengurus masjid Jami yang kasihan dan memperbolehkannya tinggal di masjid tersebut. Aku dan anak-anak hanya bisa memataunya dari jauh. Sesekali, kami titipkan makanan untuknya.
Mungkin, ini jalan terbaik untuk kami semua. Biarkan dulu ia menerima azab atas kezalimannya pada anak dan istrinya. Sementara itu, kami mendoakan untuk kesembuhan penyakitnya. Serta dibukakan pikiran dan hatinya untuk bertaubat.
(Cerita Bunda Arum - Magelang)
Mau berbagi cerita, Bunda? Share yuk ke kami dengan mengirimkan Cerita Bunda ke email redaksi@haibunda.com. Bunda yang ceritanya terpilih untuk ditayangkan, akan mendapat hadiah menarik dari kami.
Bunda, simak juga yuk cerita Kirana Larasati usai bercerai dalam video berikut:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Corona, Suamiku Nganggur Setahun di Malaysia Sampai Takut Temui Mertua
Beratnya Hidup, Jadi Single Parent dan Dimaki-maki Ortu Setiap Hari
Aku Baby Blues, Gara-gara Malu Lihat Suami & Kakak Saling Maki di Akikah Anak
Ya Tuhan Kakak Iparku Sungguh Culas, Hancurkan Bisnis & Keluargaku
TERPOPULER
Ciri-ciri Orang Kurang Empati, Sering Ucapkan 11 Kalimat Menurut Studi Psikolog
Alyssa Daguise Wujudkan Ngidam Unik Bertemu Briella 'Bayi Samson', Simak Kisahnya
20 Tahun Berlalu, Suami Kenang Momen Pertama Bertemu Isyana Sarasvati saat Masih Sekolah
Anak Belum Ganti Puasa Ramadhan Bertahun-tahun, Harus Bagaimana?
Pemerintah Tetapkan 8 Hari Cuti Bersama 2026, Simak Jadwal Lengkapnya Bun
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri-ciri Orang Kurang Empati, Sering Ucapkan 11 Kalimat Menurut Studi Psikolog
Alyssa Daguise Wujudkan Ngidam Unik Bertemu Briella 'Bayi Samson', Simak Kisahnya
Anak Belum Ganti Puasa Ramadhan Bertahun-tahun, Harus Bagaimana?
Manfaat Chia Seed untuk Diet dan Cara Tepat Mengonsumsinya
Pemerintah Tetapkan 8 Hari Cuti Bersama 2026, Simak Jadwal Lengkapnya Bun
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Fenomena Rop Mai Dao Menjamur di Ho Chi Minh Jelang Imlek
-
Beautynesia
Penggemar Gossip Girl Merapat! Kisah Blair Waldorf Akan Berlanjut dalam Novel Sekuel
-
Female Daily
Insecure Sama Keringat Berlebih dan Bau Badan? Ini Formula Antiperspirant yang Efektif dan Nyaman di Kulit dari Korea!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Potret Syifa Hadju Tampil Dreamy Dengan Mini Dress Motif Kupu-kupu, Memukau!
-
Mommies Daily
Contoh-contoh Soal TKA untuk SMP Mata Pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia