sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Tega! Ipar Rebut Suamiku Karena Dendam Setelah Kudamprat di Rapat Keluarga

Sahabat HaiBunda Jumat, 25 Dec 2020 20:17 WIB
Mereka Main di Belakang Kami Saat Rumah Kosong
Disloyal boyfriend caught by his angry girlfriend dating with another girl in a restaurant caption

Diam-diam dia melancarkan aksinya untuk menggoda suamiku. Tinggal satu rumah meski di lantai yang berbeda semakin menggampangkan aksinya. Ditambah aku bekerja yang harus berangkat pagi, pulang sudah malam.

Selalu ada cara dia deketin suamiku, mulai dari ngajak anakku main, kadang bikinin kopi, atau meminta tolong diantar ke suatu tempat. Sementara suaminya berangkat bekerja, dia di rumah sama suamiku yang jam kerjanya fleksible.

Anehnya, sejak itu tidak kedengeran adikku ribut sama istrinya. Sehingga aku pikir semua terkendali.


Sampai pada suatu saat ibu pernah bilang kalau melihat adik iparku keluar dari kamarku siang-siang waktu aku sudah berangkat kerja. Tapi aku masih positif thinking bersama Mama.

Apesnya, aku mengalami kecelakaan yang menyebabkan aku harus dirawat dirumah sakit hampir sebulan. Hubungan terlarang mereka semakin intens tentunya tanpa kita semua sadari. Apalagi waktu itu Mama juga bolak-balik ke RS merawat aku, meski suamiku juga rutin berkunjung. Tapi apa kabarnya di sisa waktunya bersama iparku di rumah?

Displeased CoupleIlustrasi pasangan selingkuh/ Foto: thinkstock

Sampai pada suatu saat pertengkaran hebat terjadi antara aku sama suamiku karena uang dan tabungan habis ditipu orang. Akhirnya suamiku pergi meninggalkan rumah dengan amarahnya. Di saat bersamaan juga adikku sama istrinya pun bertengkar dan mengusir istrinya.

Seminggu berselang, aku berusaha mencari suamiku dan bertanya-tanya ke saudaranya.Sampai akhirnya aku tahu suami tinggal di suatu apartemen di Sunter. Aku susul suamiku ke sana dan mau mengajak pulang karena anakku sudah nanyain keberadaan Ayahnya.

Pas aku ketuk pintunya, aku kaget yang membuka pintu ternyata iparku. Masih bingung aku dengan apa yang terjadi, aku tanya suamiku di mana. Dijawab dengan ketus, ”Kenapa? masih butuh laki loe juga? Asal loe tahu ya dia sudah ga cinta ma elo, dia sudah jadi milik gue sekarang!”.

“Maksud loe apa bilang begitu?“

“Hei loe mbak, memang bego, selama ini gue anteng tinggal di rumah loe karena gue ada main sama laki loe. Awalnya gue emang ga cinta sama laki loe, cuma berniat balas dendam sama elo mbak, dengan jalan godain laki mbak. Karena loe selalu maki-maki gue, nyalahin gue. Apalagi waktu sidang keluarga, di depan semua orang. Emang dikira ga sakit mbak? Karena seolah-olah mbak itu paling benar, paling pintar, adik mbak juga andil salah dalam rumah tanggaku, tapi mbak bukannya meluruskan, malah memojokkan aku terus..Apalagi waktu itu mbak bawa-bawa nama orang tua yang ga bisa mendidiklah..sakit mbak!!”

“Tapi sekarang sakit gue dah terbayar mbak, apalagi gue dah dapetin laki loe dan kami saling mencintai. Jadi untuk apa loe masih nyari laki loe..dah balik sana!”

“Aku ga percaya semua kata-katamu, mana suamiku? Kalau itu emang benar aku pingin ketemu” jawabku.

Akhirnya suamiku keluar juga.

”Maaf Lieya yang kamu lihat dan dengar semuanya benar,” terang suamiku sambil senyum yang tampak di mataku seperti menyeringai.

Nanar aku menatap mereka berdua yang bertahun-tahun serumah denganku. Air mataku langsung menetes dan tidak tahan lagi menghadapi kenyataan. Akhirnya aku lari pulang dengan luka yang lebih menyayat. Sakit hati karena hampir setahun setelah sidang keluarga itu, mereka mulai menjalin benang-benang asmara di belakang kita semua, tanpa ada yang menyadarinya.

Betapa bodohnya aku, betapa tidak pekanya perasaanku. Apakah karena aku terlalu sibuk dan mengutamakan karir dan pekerjaanku? Oh...di mana naluriku sebagai seorang istri?

Namun hidup terus berjalan, masih ada Mama dan anakku yang harus aku perjuangkan.U ntungnya adikku juga tidak bucin dan memusingkan istrinya yang sekarang hidup bersama dengan suamiku. Lebih baik aku fokus mengurus mereka dan konsentrasi bekerja.

Sampai sekarang sudah hampir dua tahun aku digantung statusnya sama suami dan tanpa sepeserpun dia menafkahi anak kami yang tinggal bersamaku.

(Bunda Lieya, menolak memberikan lokasi)

Mau berbagi cerita, Bunda? Share yuk ke kami dengan mengirimkan Cerita Bunda ke email [email protected] Bunda yang ceritanya terpilih untuk ditayangkan, akan mendapat hadiah menarik dari kami.

(ziz/ziz)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!