sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Saya Alami Kesulitan Persalinan dan Suami Bilang Itu Karena Saya Istri Durhaka

Sahabat HaiBunda Senin, 11 Oct 2021 17:06 WIB
bayi di dalam inkubator Ilustrasi/Foto: thinkstock
Jakarta -

Saya adalah seorang ibu baru berusia 25 tahun. Anak saya baru 40 hari. Sebelum menikah dan hamil saya adalah wanita karir.

Satu bulan setelah menikah semua terasa indah. Saya ikut suami tinggal bersama mertua dan adik ipar. Awalnya mereka sangat baik. Alhamdulillah saya langsung hamil, namun di usia 8 week saya mengalami keguguran dan harus bedrest total. Dan, mulailah semua sifat asli orang-orang ini terlihat.

Setiap hari saya disindir. Mendengar suara bantingan benda-benda. Belum lagi sifat suami yang selalu mengutamakan ibu dan tempramental. Pernah saya ditarik sampai tangan saya terkilir.


Banner Wanita RI jadi Buruh di SwediaFoto: haibunda.com/Mia Kurnia Sari

Selang berapa bulan saya hamil lagi. Awal hamil sampai usia empat bulan saya tidak bisa membantu pekerjaan rumah karena lemas dan pusing. Saya disindir, 'dikeroyok' orang serumah, tapi suami tak bisa berbuat apa-apa.

Ingin rasanya pergi. Setelah usia kandungan besar saya mulai beraktivitas. Tapi di usia 6 bulan kehamilan, saya perdarahan karena kecapean disuruh-suruh ibu mertua.

Namun, lagi-lagi, dia tidak mau disalahkan dan menyalahkan diri saya. Alhamdulillah semua akhirnya baik untuk kesehatan janin.

Namun, bayi saya lahir di Agustus dan harus dirujuk ke RS karena ketuban pecah dan bukaan tidak nambah. Saat itu saya sangat sedih melihat bapak kandung saya menangis.

Setelah dua hari bayi saya lahir. Saat itu, saya masih ingat, suami bilang saya susah melahirkan karena saya durhaka. Sangat hancur hati saya, Bun! Hilang respek sama suami!

Setelah dibawa pulang, dengan kelahiran bayi saya pikir mertua dan adik ipar saya berubah. Ternyata tidak, lebih parah malah.

Bahkan orang tua kandung saya seolah tidak boleh melihat cucunya ketika berkunjung. Kadang saat saya memberi ASI, Si Kecil diambil paksa tanpa meminta izin. Padahal anakku belum kenyang.

Sekarang saya sudah tidak tahan. Saya pulang ke rumah orang tua dan suami tidak menjemput tuh. Bagi saya sudah, mungkin berpisah lebih baik.

Daripada rumah tangga kami selalu diikutcampuri dan diganggu oleh mertua. Semoga saya dan anak saya sehat, bahagia, dan saya bisa segera bekerja kembali.

(Bunda N, tidak memberikan lokasi)

Mau berbagi cerita, Bunda? Share yuk ke kami dengan mengirimkan Cerita Bunda ke [email protected] yang ceritanya terpilih untuk ditayangkan, akan mendapat hadiah menarik dari kami.

Simak juga video berikut mengenai pesan Bidan mengenai peran suami di masa persalinan. 

(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!