sign up SIGN UP search


haibunda-squad

Cerita Sara Djojohadikusumo Saat Tahu Hamil Anak Down Syndrome, Nangis 2 Jam

Annisa Afani Jumat, 02 Apr 2021 19:12 WIB
Masa Depan Anak Berkebutuhan Khusus
Smiling mother showing her daughter with down syndrome the model of the planet caption

Nah Bunda, orang tua memiliki peran, tugas, dan tanggung jawab yang besar. Tak terkecuali para orang tua dengan anak berkebutuhan khusus (ABK).

Seperti Bunda tahu, anak berkebutuhan khusus butuh perawatan dan metode pendidikan berbeda dari anak-anak lain. Wajar kalau tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus membuat cemas orang tua selama pandemi ini

Dikatakan psikolog klinis Dr. Dan Peters, Ph.D., para orang tua khawatir, akankah anak berkebutuhan khusus bisa belajar membaca dan menulis? Bisakah mereka mengerjakan matematika? Akankah mereka belajar bagaimana mengelola perasaan dan perilaku?


Belum lagi kekhawatiran soal masa depan anak berkebutuhan khusus seperti, apakah mereka akan kuliah hingga dapat pekerjaan yang baik? Bisakah mereka hidup sendiri dan menjaga diri sendiri? Akankah mereka bahagia dan sukses? Dan mungkin masih banyak pertanyaan lain.

"Orang tua cemas dan stres karena ingin anaknya bahagia dan memiliki kehidupan yang bermakna," ujar Peters, dikutip dari Psychology Today.

Untuk mencegah stres dan jadi orang tua bahagia, Peters menyarankan, fokus pada diri sendiri adalah salah satu hal terbaik yang bisa Bunda lakukan untuk anak. Menurutnya, anak-anak berkebutuhan khusus juga perlu melihat orang tua hidup dalam kehidupannya sendiri.

"Mereka ingin kita memberi ruang. Mereka juga ingin kita tidak mengkhawatirkan mereka," kata Peters.

Selain itu, ABK termasuk anak dengan gangguan autisme, memiliki masalah dalam berbagai aspek. Terapi okupasi pun menjadi salah satu proses belajar yang dibutuhkan anak berkebutuhan khusus.

Dikutip dari Autism Speak, terapi okupasi adalah sistem belajar yang membantu seseorang melatih keterampilan kognitif, fisik, sosial, dan motoriknya.

Hal ini bertujuan untuk melatih kemampuan anak berkebutuhan khusus melakukan aktivitas sehari-hari. Diharapkan nantinya anak bisa tumbuh lebih mandiri dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas.

Dengan kata lain, terapi okupasi dilakukan dengan harapan mampu meningkatkan perkembangan anak, membantu meminimalkan risiko terlambat berkembang dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Khusus untuk anak dengan gangguan autisme, program terapi okupasi sering kali berfokus pada keterampilan bermain, belajar, dan perawatan diri. Strategi terapi okupasi juga dapat membantu mengelola masalah sensorik.

Simak informasi selengkapnya di halaman berikut ya, Bunda.

Siapa Saya yang Butuh Terapi Okupasi?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!