sign up SIGN UP search


parenting

Benarkah Kebiasaan Makan Anak Berkaitan dengan Ciri-ciri Autisme?

Melly Febrida Senin, 07 Sep 2020 16:05 WIB
ilustrasi anak makan caption
Jakarta -

Anak-anak biasanya sangat rewel soal makanan. Tapi, anak autis sering kali memiliki perilaku makan di luar kebiasaan anak yang picky eater.  Berkaitan soal kebiasaan makan, ada yang bertanya apakah anak-anak yang makanannya kurang bervariasi sejak kecil memungkinkan tumbuh dengan ciri-ciri autisme?

Sebuah penelitian dari Edith Cowan University (ECU) telah menunjukkan hubungan antara kebiasaan makan ketika anak masih kecil dengan meningkatnya ciri-ciri seperti autisme ketika tumbuh besar.

"Studi kami menunjukkan bahwa ketika variasi makanan menurun pada masa kanak-kanak, semakin besar kemungkinan anak-anak ini tumbuh menjadi dewasa muda dengan ciri-ciri yang jauh lebih mirip autisme," kata Catherine Panossian, Peneliti Utama, Sekolah Ilmu Kedokteran dan Kesehatan ECU, dikutip News-Medical.Net.


Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Autism and Developmental Disorders menemukan anak-anak yang mengonsumsi makanan yang kurang bervariasi, dan khususnya lebih sedikit yoghurt dan buah jeruk, ketika berusia antara satu dan tiga tahun lebih cenderung mendapat nilai tes untuk autisme yang lebih tinggi.

Ciri-ciri kepribadian ini mirip dengan karakteristik orang yang didiagnosis autisme dan meliputi kesulitan dalam berketerampilan sosial, komunikasi dan imajinasi, serta kemampuan untuk mengalihkan fokus dari satu hal ke hal lain.

Tim peneliti dari ECU, Telethon Kids Institute, University of Western Australia, University of Tasmania dan Curtin University meneliti data dari 811 anak muda sebagai bagian dari Gen2 Raine Study.

Panossian mengatakan, penelitiannya menggunakan penilaian diet sebagai alat skrining awal potensial untuk autisme dan ciri-ciri mirip autisme, serta menyoroti pentingnya diet dan nutrisi bagi anak-anak tersebut.

Menurutnya, memasukkan alat skrining makanan sebagai bagian dari diagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD) bisa memberikan dukungan yang lebih baik pada anak-anak yang sifatnya mirip autistik, yang tidak memenuhi kriteria ASD.

Asian child does not like to eat vegetables and refuse to eat healthy vegetablesKebiasaan Makan Anak Berkaitan dengan Ciri-ciri Autisme?/ Foto: iStock

Namun, Panossian mengatakan bahwa penelitian tersebut tidak menunjukkan hubungan sebab akibat antara diet dan sifat-sifat itu. "Selain itu, mereka yang memiliki sifat yang sangat mirip autisme juga memiliki frekuensi makan yoghurt dan buah jeruk yang jauh lebih rendah," katanya.

Panossian menduga, kemungkinan ini terjadi karena tekstur yoghurt atau rasa buah jeruk yang tajam. Apalagi anak-anak dengan autisme seringkali memiliki kepekaan sensorik dan ini dapat mempengaruhi jenis makanan yang mereka makan.

Mengenai diet untuk anak austisme sebenarnya juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan orang tua. Salah satu hal yang sering didengar adalah anak autis harus menghindari makanan yang mengandung gluten dan kasein.

Ternyata diet ini tidak mudah dilakukan lho, Bunda. Ditambah lagi, beberapa ahli berpendapat, diet gluten dan Kasein untuk anak autis tidak sepenuhnya efektif.

"Terapi biomedik termasuk diet bebas kasein, bebas gluten, bebas gula, hiperbarik, vitamin dan suplemen seperti vitamin B6, B12, magnesium, dan omega free fatty acid belum didukung bukti ilmiah yang kuat untuk direkomendasikan sebagai pengobatan gangguan sindrom autistik (GSA)," tegas psikiater anak dan remaja di Klinik Tumbuh Kembang & Edukasi Terpadu RS Pondok Indah, dr Ika Widyawati SpKJ(K) beberapa waktu lalu.

Simak juga manfaat terapi lumba-lumba bagi penyandang autisme:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi