kehamilan

12 Tips Hamil Sehat, Bolehkah Minum Kopi?

Muhayati Faridatun Minggu, 06 Oct 2019 07:39 WIB
12 Tips Hamil Sehat, Bolehkah Minum Kopi?
Jakarta - Hamil sehat dan normal sebenarnya mudah dijalani kok, Bunda. Tentu saja tak terlepas dari pengawasan dokter atau bidan, juga meyakinkan diri sendiri mampu menjaga kehamilan, serta dukungan suami dan keluarga.

Mengutip Baby Center, begitu tahu hamil, Bunda harus segera konsultasi dan memeriksakan diri ke dokter atau bidan. Kalau baru pertama kali hamil, Bunda enggak usah sungkan untuk banyak bertanya pada dokter atau bidan.

Manfaatkan waktu konsultasi untuk menggali informasi sebanyak mungkin seputar kehamilan. Terutama apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan semasa hamil. Paling penting, makanan atau asupan apa yang penting dikonsumsi ibu hamil.


"Meskipun kehamilan merupakan proses normal, namun tetap ada hal penting yang perlu diperhatikan supaya ibu hamil tetap sehat dan bugar," kata dr.Achmad Mediana, Sp.OG, dikutip dari detikcom.

Dokter yang praktik di RS Gandaria Jakarta ini juga menganjurkan, meskipun selama kehamilan cepat lelah, bukan berarti ibu hamil boleh bermalas-malasan atau tidak melakukan apapun.

"Lakukan saja aktivitas seperti biasa, terutama di usia kehamilan 36 minggu untuk membantu kelancaran proses persalinan," tuturnya.

Dikatakan juga oleh dr.Fredrico Patria, Sp.OG, dalam buku Dahsyatnya Hamil Sehat & Normal, ibu hamil harus menjaga fisik maupun mental. Menurutnya, ibu hamil yang merawat diri dengan benar dan menjalani gaya hidup sehat berpeluang tinggi melahirkan bayi sehat dan cerdas.

"Kehamilan adalah segalanya. Kondisi fisik dan mental bayi bisa dibangun sejak dini, sejak dari kehamilan," kata Fredrico.

12 Tips Hamil Sehat, Bolehkah Minum Kopi?Ilustrasi ibu hamil sehat dan normal/ Foto: iStock

Nah, agar bisa menikmati kehamilan sehat dan bebas masalah, serta melahirkan bayi sehat dan cerdas, Fredrico menyarankan ibu hamil melakukan 12 tips berikut:

1. Perawatan prenatal sejak dini

Perawatan prenatal atau masa sebelum melahirkan penting bagi ibu dan bayi. Hubungi dokter kandungan atau bidan untuk pemeriksaan prenatal segera mungkin. Dokter atau bidan akan memeriksa kondisi umum tubuh ibu hamil, serat kondisi tertentu yang mungkin dapat menyebabkan komplikasi.

2. Perhatikan asupan makanan

Ibu hamil membutuhkan sekitar 300 kalori tambahan per hari dan 70 gram protein sehari. Meski begitu, ibu hamil harus menghindari makan telur atau daging mentah, atau yang dimasak setengah matang, produk susu yang tidak dipasteurisasi, makanan laut mentah atau ikan laut tertentu. Ini penting agar ibu hamil terhindar dari bakteri yang bisa membahayakan kesehatan janin.

3. Konsumsi vitamin prenatal

Umumnya, suplemen prenatak mengandung lebih banyak asam folat dan zat besi daripada yang terkandung dalam multivitamin biasa. Asam folat sang penting dikonsumsi sebelum pembuahan dan selama awal kehamilan. Dijelaskan, asam folat bisa mengurangi risiko bayi mengalami cacat lahir pada batang saraf seperti spina bifida.

4. Istirahat

Kelelahan yang dirasakan selama kehamilan adalah cara mengingatkan ibu hamil untuk lebih relaks. Jadi, dengarkan isyarat tubuh dan banyaklah beristirahat. Cobalah tidur siang, meskipun sebelum hamil tidak terbiasa melakukannya. Kalau sulit dilakukan, setidaknya berbaring, sambil membaca atau mendengarkan musik.

"Teknik relaksasi seperti yoga, senam peregangan, dan pijat adalah cara-cara yang baik untuk mengatasi stres dan membuat tidur malam ibu hamil lebih berkualitas," jelas Fredrico.

5. Tidak minum alkohol

Ibu hamil sangat tidak dianjurkan minum alkohol. Setiap alkohol yang diminum akan masuk ke tubuh bayi dengan cepat melalui aliran darah. Sehingga, bayi akan memiliki kadar alkohol dalam darah yang lebih tinggi dari sang ibu. Meskipun hanya meminum satu gelas kecil sehari, alkohol bisa meningkatkan peluang memiliki bayi dengan berat lahir rendah.

6. Jauhi semua obat-obatan terlarang

Obat apapun yang ibu hamil konsumsi akan masuk ke aliran darah bayi, apalagi obat-obatan terlarang. Termasuk ganja yang dapat menghambat pertumbuhan dan menyebabkan gangguan kesehatan bayi baru lahir.

Sedangkan kokain bisa membatasi aliran darah ke rahim dan dapat menyebabkan keguguran, masalah pertumbuhan, placental abruption (plasenta terlepas dari uterus sebelum bayi lahir), atau kelahiran prematur.

Bayi juga bisa lahir mati, lahir cacat, atau mengalami masalah perkembangan dan perilaku. Yang pasti, semua jenis narkoba bisa sangat mengancam keselamatan bayi. Jadi, ibu hamil harus menjauhi segala macam narkoba atau obat-obatan terlarang.

12 Tips Hamil Sehat, Bolehkah Minum Kopi?Ilustrasi ibu hamil/ Foto: iStock
7. Kurangi kafein

Ibu hamil banyak yang bertanya-tanya, boleh enggak sih minum kopi selama kehamilan? Fredrico menjelaskan, kafein tidak memiliki nilai gizi, justru tubuh ibu akan lebih sulit menyerap zat besi. Padahal, ibu hamil sangat memerlukan zat besi.

Kafein juga stimulan yang bisa membuat ibu hamil sulit tidur pulas di malam hari, menyebabkan sakit kepala, dan rasa mulas di perut bagian bawah. Jadi, ibu hamil sebaiknya membatasi minum kopi. Kalau dirasa sulit, pertimbangkan untuk beralih ke kopi tanpa kafein (decaf coffee).

Selain kopi, kurangi juga kafein yang berasal dari kopi instan, white coffee, minuman energi, cokelat, soda dan kola, serta teh termasuk teh hijau. Semua ini demi calon bayi dan kesehatannya ya, Bunda.

8. Hindari bahaya lingkungan

Beberapa produk rumah tangga seperti pemutih pakaian, pembersih kaca, pestisida, pelarut, pupuk cair untuk tanaman, dan obat pembasmi serangga sangat berbahaya bagi kesehatan. Ibu hamil harus berhati-hati saat menggunakan produk-produk tersebut. Dianjurkan menggunakan sarung tangan dan hindari kontak langsung dengan produk-produk tersebut.

9. Jaga kesehatan emosional

Sebagian ibu hamil merasa bingung dengan perasaannya. Sesaat merasakan sedih atau ingin marah, lalu tiba-tiba senang dan kemudian sedih lagi. Perubahan suasana hati (mood swing) ini memang umum dirasakan ibu hamil akibat perubahan hormon.

"Namun, apabila terasa terlalu ekstrem atau mengganggu kegiatan sehari-hari, cobalah untuk bicara dan berbagi perasaan dengan orang terdekat. Jika perlu, temui dokter untuk dapat rujukan ke psikolog," saran Fredrico.

10. Ketahui tanda-tanda bahaya

Ada beberapa gejala kehamilan yang tidak boleh diabaikan ibu hamil, salah satunya saat mengalami kram. Pada awal kehamilan, Bunda mungkin merasa kram ringan pada perut. Itu wajar dan normal, tapi jika kram terasa makin hebat, atau keluar bercak darah dari vagina, segera hubungi rumah sakit untuk mendapat pertolongan karena mungkin saja itu pertanda keguguran.

11. Libatkan suami

Gejala-gejala awal kehamilan diyakini menjadi ikatan batin antara ibu hamil dan janin dalam kandungan. Suami pun bisa merasakan ikatan batin ini, dengan catatan Bunda memintanya untuk selalu terlibat dalam menjaga kesehatan janin.

Mintalah dia untuk membantu menyiapkan kebutuhan nutrisi selama kehamilan, berhenti merokok, bergantian mengerjakan tugas rumah tangga, mendongeng, mengelus perut, dan masih banyak hal kecil lain yang bisa meningkatkan ikatan batin tersebut.

12. Diet seimbang selama hamil

Menu makanan yang sehat dan seimbang memastikan ibu hamil mendapat semua nutrisi yang dibutuhkan, terutama untuk perkembangan janin dalam rahim. Bagi ibu hamil yang merasakan mual dan atau muntah, cobalah makan sedikit-sedikit tapi sering.

Disarankan untuk mengonsumsi makanan yang bisa mengurangi rasa mual, misalnya keripik, biskuit, atau buah-buahan. Kalau muntah berkali-kali dalam sehari dan tidak bisa makan apapun, konsultasi ke dokter secepat mungkin.

Selain itu, Fredrico juga menyarankan agar ibu hamil tetap berolahraga. Ia memastikan, olahraga yang tepat bisa memberikan kekuatan dan daya tahan karena Bunda harus membawa beban selama kehamilan.

"Olahraga dapat membantu mencegah atau mengurangi rasa sakit dan nyeri, meningkatkan sirkulasi darah, dan membantu mengatasi stres ibu hamil," tegas dokter yang praktik di RS Permata Cibubur, Jakarta.


Simak juga cerita Tantri 'Kontak' saat hamil dengan tokso, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi