HaiBunda

KEHAMILAN

Langkah-langkah Kuret Setelah Keguguran

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 11 Jan 2020 07:03 WIB
Ilustrasi operasi/ Foto: iStock
Jakarta - Kuret merupakan prosedur bedah singkat di mana serviks dilebarkan dengan menggunakan alat yang bernama kuret. Tujuannya untuk mengikis lapisan rahim, Bun.

Salah satu alasan melakukan kuret, yaitu untuk menghapus jaringan di rahim selama atau setelah keguguran. Prosedur ini juga bisa mencegah infeksi atau pendarahan hebat. Demikian dikutip dari WebMD.


Kuret dapat dilakukan di rumah sakit atau klinik. Biasanya membutuhkan waktu 10 hingga 15 menit, namun butuh sekitar 5 jam untuk tinggal di rumah sakit setelah prosedur.


Ahli patologi anatomi bersertifikat Melissa Conrad Stoppler, MD, mengatakan jika sebelum kuret, direkomendasikan dulu pasien menjalani prosedur rawat jalan. Dianjurkan untuk tidak makan apapun selama setidaknya 6 hingga 8 jam sebelum operasi.

"Seringkali dokter akan bertemu pasien untuk menjelaskan prosedur dan potensi komplikasi secara detail," kata Stoppler, dilansir Medicine Net.

Kebanyakan prosedur kuret dilakukan dengan anestesi umum. Biasanya singkat dan pasien bisa pulang di hari yang sama.

Ilustrasi di ruang operasi/ Foto: instagram

Beberapa pasien lebih suka menggunakan anestesi blok spinal atau epidural. Namun, anestesi ini membutuhkan waktu lama untuk diberikan dan pulih.

"Prosedur bisa dilakukan dengan anestesi lokal atau tanpa obat penghilang sakit. Secara keseluruhan, anestesi umumnya ditentukan oleh ahli bedah, ahli anestesi, dan pasien," ujar Stoppler.

Mengutip Mayo Clinic, berikut prosedur selama dan sesudah kuret:

Selama prosedur:

- Pasien akan tidur telentang di atas meja operasi dengan tumit yang bersandar pada penopang yang disebut sanggurdi.
- Dokter akan memasukkan alat yang disebut spekulum ke dalam vagina, seperti Pap test, untuk melihat serviks.
- Lalu akan dimasukkan alat ke dalam leher rahim untuk perlahan-lahan melebarkan serviks sampai terbuka.
- Dokter lalu mengeluarkan alat dilatasi dan memasukan alat berbentuk seperti sendok untuk mengangkat jaringan di rahim.


Setelah prosedur:

Setelah operasi, pasien dirawat untuk pemulihan anestesi. Dokter juga memantau untuk pendarahan hebat atau komplikasi lainnya. Jika pasien mendapatkan anestesi umum, mungkin terjadi mual atau muntah.

Efek samping normal dari prosedur kuret dapat berlangsung beberapa hari. Di antaranya kram ringan dan bercak atau pendarahan ringan.

Untuk mengatasi kram, dokter mungkin menyarankan pasien konsumsi ibuprofen (Advil, Motrin IB, dan yang lain) atau obat lainnya. Pasien bisa kembali beraktivitas normal dalam waktu satu atau dua hari.

Simak juga faktor pemicu keguguran di video berikut, Bunda.

(ank/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ini Dia Negara Paling Jujur dan Paling Tidak Jujur di Dunia, Indonesia Masuk Mana?

Mom's Life Amira Salsabila

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Parenting Annisa Karnesyia

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

Parenting Tim HaiBunda

Darah Haid Menggumpal seperti Daging Hati Ayam, Apakah Normal?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

4 Kode Warna dan Abjad Nutri-Level di Produk Pangan Olahan

Mom's Life Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa

Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Besok Sedikit, Normalkah?

5 Potret Andy /rif Bersama Kedua Putranya, Beda Postur Tubuh Ayah-Anak Jadi Sorotan

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK