Sign Up search


kehamilan

Bunda, Jangan Abaikan Demam Saat Hamil Muda

Melly Febrida Jumat, 17 Jan 2020 07:00 WIB
Bunda, Jangan Abaikan Demam Saat Hamil Muda caption
Jakarta - Umumnya demam itu tak berbahaya. Tapi, ketika ibu hamil demam, dikhawatirkan bisa memengaruhi janin. Sebaiknya segera ditangani, namun sebelum minum obat apapun, konsultasikan dahulu ke dokter.

Rata-rata, suhu tubuh normal orang dewasa sekitar 37 derajat Celsius. Kalau suhu bertambah sedikit, tidak selalu diartikan seseorang mengalami demam. Karena demam menyebabkan lonjakan suhu tubuh. Dokter menganggap seseorang demam jika suhu ketiak 37,4 derajat Celsius atau lebih.


Menurut sebuah penelitian Slone Epidemiology Center di Boston University, dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), wanita yang mengalami demam sebelum atau selama trimester pertama lebih mungkin memiliki bayi dengan cacat bawaan, dibandingkan wanita yang tidak mengalami demam. Namun, mengonsumsi 400 mikrogram (mcg) asam folat setiap hari dapat mengurangi risiko melahirkan bayi dengan cacat tabung saraf.


Meski buktinya sudah ada, demam di awal kehamilan lebih mungkin melahirkan bayi dengan cacat jantung dan kelainan bentuk wajah, seperti bibir sumbing atau langit-langit mulut. Hingga kini, sebenarnya masih jadi perdebatan, apakah demam atau infeksi memberikan dampak ke janin.

Pada 2014, tinjauan terhadap 46 peneliti sebelumnya menyimpulkan, mengalami demam selama trimester pertama bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan celah mulut, cacat jantung bawaan, dan cacat tabung saraf sekitar 1,5 hingga 3 kali. Namun, penelitian lain yang dilakukan pada 2017 mengklaim, ada sangat sedikit bukti yang mendukung efek ibu hamil demam terhadap kelainan bawaan pada bayi.

Ilustrasi ibu hamil demamIlustrasi ibu hamil demam/ Foto: iStock
Menurut penulis senior Chunlei Liu, seorang profesor ilmu saraf dan teknik elektro dan ilmu komputer di Berkeley, jantung bawaan dan cacat wajah kranial umum terjadi pada kelahiran hidup, tetapi sebagian besar waktu, penyebabnya tidak diketahui.

"Penelitian kami mengidentifikasi jalur molekuler spesifik yang menghubungkan demam maternal secara langsung dengan beberapa cacat itu," kata Liu, mengutip Baby Gaga.

Dijelaskan dr.Eric Benner, neonatologis dan asisten profesor pediatri di Duke, yang juga penulis senior studi ini, dari hasil penelitian, sebagian dari cacat bawaan bisa dicegah apabila mengobati dengan acetaminophen (Tylenol) pada trimester pertama, untuk mengurangi demam.

Selain itu, selama kehamilan sebaiknya tidak minum aspirin atau ibuprofen (Advil atau Motrin), kecuali jika dokter merekomendasikan. Bunda juga bisa mandi air hangat, minum banyak air dan minuman dingin lainnya juga bisa membantu mendinginkan suhu tubuh dan mencegah dehidrasi.

Benner menegaskan, "Kesadaran publik tentang demam dan cacat lahir harus ditingkatkan."

Apalagi, menurut Banner, ibu hamil sering ragu minum obat selama kehamilan. Padahal Tylenol (acetaminophen atau paracetamol) adalah salah satu obat yang paling banyak dipelajari dalam kehamilan dan diperkirakan aman.

Berbicara tentang demam saat hamil, perubahan hormon dan suhu tubuh membuat ibu hamil rentan mengalami demam. Bahkan, pada beberapa ibu hamil lebih mudah terkena infeksi virus umum seperti flu atau pilek.

"Ibu hamil memang akan lebih mudah sakit karena sistem kekebalan tubuh secara alami ditekan untuk melindungi janin," ujar Alyssa Dweck M.D, obgyn di Mount Kisco, NY, dikutip dari Parents.


Bunda, simak juga penjelasan dokter tentang ibu hamil mengalami kaki bengkak, dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi