sign up SIGN UP search


kehamilan

Melahirkan Saat Koma Akibat Corona, Ibu Ini Bertemu Bayinya 5 Minggu Kemudian

Yuni Ayu Amida Selasa, 19 May 2020 10:35 WIB
Asian Pregnant Woman patient is on drip receiving a saline solution on bed VIP room at hospital, selective focus. Melahirkan Saat Koma Akibat Corona, Ibu Ini Bertemu Bayinya 5 Minggu Kemudian /Foto: iStock
Jakarta -

Seorang ibu hamil yang mengalami koma akibat virus Corona berhasil melahirkan bayinya dengan selamat. Hanya saja, ia tidak melihat tangisan pertama bayinya. Satu-satunya yang pengingat bahwa ia telah melahirkan adalah bekas luka operasi caesar di perutnya.

Ialah Alicia Kappers, pada akhir Maret lalu saat hamil 31 minggu, suaminya membawanya ke rumah sakit Cincinnati, Ohio. Dia mengalami batuk, demam, dan sulit bernapas. Hal ini karena virus Corona telah menyerang tubuh wanita 40 tahun tersebut, dan menyebabkannya harus melahirkan bayinya lebih awal ketika ia dalam kondisi koma.

Semua bermula saat batitanya, Zayne yang berusia 3 tahun pertama kali mengeluh kelelahan dan demam pada awal Maret lalu. Kappers kemudian merawat putranya tanpa curiga bahwa putranya telah terjangkit virus Corona. Kemudian, suaminya mulai mengalami sakit kepala, kelelahan, dan kehilangan indera penciuman.


"Kami sangat yakin virus ini menyebar ke seluruh keluarga kami," kata suami Kappers, Ziad Razzak, dikutip dari CNN.

Seminggu kemudian, Kappers yang merupakan direktur pengembangan profesional di firma hukum Cincinnati, mulai merasa sakit. Dia khawatir terkena COVID-19 karena kondisinya terus memburuk. Razzak lalu membawanya ke Rumah Sakit TriHealth Good Samaritan pada 24 Maret. Dan beberapa jam kemudian istrinya diberikan ventilator.

"Kami mulai membahas bagaimana cara melahirkan bayi untuk memastikan ia aman," kata Razzak.

Ketika Kappers berjuang melawan virus, dokter menempatkannya dengan metode yang disebut posisi tengkurap. Ini untuk membantu meningkatkan jumlah oksigen yang masuk ke paru-parunya dan membuat pernapasan lebih nyaman. Mereka juga memberinya obat eksperimental remdesivir sebagai bagian dari uji klinis.

Alicia KappersAlicia Kappers/ Foto: istimewa

Perawat juga menelpon suaminya setiap hari pada pukul 6 pagi dan meletakkan telepon di sebelah telinga Kappers. Dia dibius, tetapi selama beberapa menit, Razzak akan bercerita tentang batita mereka dan mengingatkannya akan kenangan lucu. Itu adalah caranya mencoba menghiburnya dan memotivasi sang istri untuk terus berjuang saat sendirian di rumah sakit.

Ketika Kappers mulai mengalami kontraksi, dua bulan sebelum tanggal kelahiran seharusnya, dokter memutuskan sudah waktunya untuk melahirkan bayinya. Dia harus melahirkan saat koma dengan diinduksi secara medis.

"Pada saat itu, aku sedikit kesal karena dia... karena dia akan memiliki bayi tapi tidak akan bertemu dengannya dalam waktu lama. Seharusnya melahirkan itu tidak seperti ini," kata Razzak.

Setelah putra mereka lahir, tak satu pun dari mereka bisa segera bertemu dengan putra yang mereka beri nama Laith tersebut. Sementara itu, setelah melahirkan, kesehatan Kappers membaik, hanya saja prosesnya lambat.

Dia telah menggunakan ventilator selama berminggu-minggu dan mendapat tracheostomy untuk membantunya sadar dari obat penenang. Beberapa minggu berlalu sebelum akhirnya Kappers sadar dan mengetahui tentang kelahiran putranya.

"Saya hanya ingat melihat ke bawah ketika saya pergi ke kamar mandi untuk pertama kalinya (sejak bangun tidur) dan berpikir 'Ya ampun, saya memiliki bekas luka di sana yang belum pernah saya miliki sebelumnya. Itu luka caesar," kata Kappers.

Sementara itu, Razzak sedang dikarantina dari virus Corona selama 14 hari ketika putranya lahir. Dia bersih dan tes Covid-19 pada putranya yang baru lahir ditunda ketika mereka bertemu. Razzak mengatakan, dia berada di ruang isolasi, mengenakan masker wajah, kacamata, dan pakaian pelindung ketika dia memegang Laith untuk pertama kalinya. Dia tidak bisa menyentuh kulit anaknya, namun baginya ini lebih baik daripada tidak sama sekali.

Beberapa minggu setelah dirawat, Kappers dinyatakan sembuh dan boleh pulang. Hanya saja, ia belum bisa membawa bayinya karena sang bayi masih harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Untungnya, bayi yang baru lahir tersebut telah dinyatakan negatif dari virus. Barulah beberapa hari setelah Kappers pulang, sang putra juga diperbolehkan pulang. Razzak menjemput putranya tersebut.

Pasangan ini kemudian bisa menghabiskan momen pertama mereka sebagai keluarga pada 6 Mei, sekitar lima minggu lebih dari waktu Kappers koma akibat COVID-19 dan melahirkan Laith.

Simak fakta dan data Corona dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi