kehamilan

8 Cara Membuat Anak Laki-laki: Ubah pH Miss V hingga Konsumsi Kafein

Annisa Karnesyia Minggu, 03 Nov 2019 15:00 WIB
8 Cara Membuat Anak Laki-laki: Ubah pH Miss V hingga Konsumsi Kafein
Jakarta - Ayah dan Bunda sedang merencanakan punya anak laki-laki? Tentunya banyak cara membuat anak laki-laki dari pakar hingga ilmu medis yang bisa Bunda terapkan.

Memiliki anak laki-laki di keluarga bisa disebabkan berbagai alasan. Mengutip Very Well Family, alasan paling umum adalah untuk keseimbangan keluarga.

Biasanya ketika sebuah keluarga sudah memiliki anak perempuan, mereka berharap anak berikutnya akan berjenis kelamin laki-laki. Begitu pun sebaliknya, Bunda.


"Penelitian menemukan bahwa keluarga dengan banyak anak laki-laki, pasti akan berharap akan memiliki anak perempuan berikutnya," kata Rachel Gurevich, penulis buku The Doula Advantage.

Berikut alasan seseorang lebih suka memiliki anak laki-laki atau perempuan:

- Lebih suka membesarkan anak dengan jenis kelamin tertentu

- Merasa lebih nyaman membesarkan anak dengan jenis kelamin tertentu

- Alasan budaya, kepercayaan, atau agama yang mengharuskan memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu

- Kematian anak sebelumnya

Lalu bagaimana cara membuat anak laki-laki? Melansir dari berbagai sumber, berikut 8 cara yang bisa Ayah dan Bunda coba.

1. Mengubah pH vagina

Vagina secara alami memiliki pH asam selama siklus haid. Ini membantu untuk membunuh bakteri berbahaya dan mencegah infeksi.

Tetapi sperma membutuhkan lingkungan yang lebih basa untuk bertahan hidup lebih dari beberapa jam. pH vagina secara alami berubah menjadi lebih basa pada hari menjelang ovulasi.

Sperma tumbuh subur dan baik di lingkungan yang lebih basa, sehingga semakin basa vagina, semakin besar kemungkinan mengandung anak laki-laki. Makanan tertentu dipercaya bisa membentuk suasana basa di area vagina.

"Teori ini muncul berdasarkan bukti laboratorium. Sperma pembawa kromosom X (perempuan), dapat bertahan di lingkungan asam, sedangkan Y (laki-laki) lebih baik kerjanya di lingkungan basa," kata Gurevich.

Ilustrasi USGIlustrasi USG/ Foto: iStock

2. Menggunakan metode billing

Dalam sebuah studi, metode ini menunjukkan bisa membantu pasangan memilih jenis kelamin bayi dengan mengatur waktu untuk berhubungan intim. Namun, berdasarkan tekstur mucus serviks (zat putih lengket dalam vagina, indikator ovulasi).

Untuk menggunakan metode ini Bunda harus sering mengecek mucus serviks sepanjang siklus haid. Kapan terasa basah atau terasa encer. Ketika ini terjadi, artinya ini waktu ovulasi.

Kemudian, identifikasi 'puncak' masa subur untuk melakukan hubungan intim pada atau setelah waktu ini. Hindari melakukan hubungan intim sebelum waktu ovulasi.

3. Metode Shettles

Cara membuat anak laki-laki dengan metode ini dikembangkan oleh Landrum B. Shettles, MD, Ph.D. Metode ini meliputi frekuensi berhubungan intim yang dikaitkan dengan periode haid wanita.

Pada bukunya yang berjudul How to Choose The Sex of Your Baby, Shettles menjelaskan, sperma laki-laki (Y) lebih kecil, cepat, dan hidupnya singkat dibandingkan milik perempuan (X). Jika ingin memiliki anak perempuan, disarankan untuk melakukan hubungan intim dengan posisi misionaris, yaitu saling berhadapan atau posisi laki-laki di atas wanita.

"Lakukan ini dua sampai empat hari sebelum ovulasi. Jadi saat sel telur muncul, hanya sperma (X) yang kuat dan lebih tangguh yang akan tetap berada di saluran reproduksi wanita," kata Shettles, dikutip dari Web MD.

Metode ini dilaporkan sekitar 75 persen efektif menentukan jenis kelamin anak. Perawat sekaligus penulis buku Choose the Sex of Your Baby Naturally mengklaim keberhasilannya sekitar 95 persen.

Dalam metode ini juga dianjurkan untuk melakukan penetrasi yang dalam dan maksimal. Ini bisa meningkatkan peluang sperma hidup dalam perjalanannya ke lubang rahim.

Faktor lain sebagai cara membuat anak laki-laki dengan metode ini adalah orgasme pada wanita yang dapat memengaruhi pH vagina. Jika wanita orgasme, bisa menciptakan lingkungan basa yang menciptakan peluang hamil anak laki-laki.

4. Diet makanan

Beberapa makanan dapat membantu menciptakan lingkungan basa yang disukai sperma, Bunda. Contoh makanan yang bisa Bunda makan adalah lemon, royal jelly, kacang almond, wortel, jus jeruk, dan saus tomat.

Diet kalori lebih tinggi yang menyediakan banyak energi juga telah terbukti bisa meningkatkan kemungkinan hamil anak laki-laki. Sarapan sereal dipercaya bisa meningkatkan energi yang bisa membantu diet ini.

Selain itu, bisa juga makan lebih banyak asupan natrium dan kalium. Kurangi makanan tinggi kalsium termasuk produk susu dan suplemen.

Nah, untuk suami atau pria, dianjurkan mengkonsumsi makan tertentu juga, Bunda. Menurut dr.Finekri Abidin, Sp.OG(K), untuk hamil anak laki-laki, suami dianjurkan lebih banyak makan daging.

"Sehingga pada saat kromosom Y pria bertemu dengan kromosom X wanita, keduanya bisa menjadi XY," kata Finekri.

5. Berhubungan intim pada waktu ovulasi

Salah satu cara membuat anak laki-laki dengan berhubungan seks sebelum ovulasi atau segera setelah mucus serviks muncul. Penelitian lain menunjukkan, pembuahan yang terjadi pada hari ovulasi membuat peluang hamil anak laki-laki lebih besar.

Ilustrasi ibu hamilIlustrasi ibu hamil/ Foto: iStock

6. Bantuan teknologi

Cara lain untuk hamil anak laki-laki bisa dengan bantuan teknologi. Metode yang dinamakan MicroSort bisa dipilih untuk memisahkan sperma dan sel telur.

"Satu-satunya metode yang efektif yang mungkin berguna untuk menentukan jenis kelamin anak adalah teknik MicroSort," ujar William Gibbons, MD, Director of the EVMS Jones Institute for Reproductive Medicine.

Bukan cuma MicroSort, beberapa teknologi seperti preimplantation genetic diagnosis (PGD), and chorionic villus sampling (CVS) juga digunakan untuk membedakan jenis kelamin bayi. Namun, beberapa di antaranya masih menjadi kontroversi.

7. Konsumsi kafein

Sejauh ini memang belum ada bukti yang menunjukkan manfaat kafein bisa meningkatkan peluang hamil anak laki-laki. Namun, banyak orang percaya kafein dapat membantu meningkatkan sperma dengan kromosom Y.

Tak perlu banyak-banyak, pria bisa minum secangkir kopi atau cokelat sebelum berhubungan seks. Bisa dicoba ya.

8. Grafik jenis kelamin China

Metode ini telah digunakan selama berabad-abad, Bunda. Beberapa peneliti mengklaim, cara membuat anak laki-laki dengan grafik ini 90 persen akurat.

Meski begitu, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan cara membuat anak laki-laki dengan metode ini. Grafik jenis kelamin China menggabungkan usia ibu dan bulan, di mana dia berharap untuk bisa hamil. Bunda bisa menentukan bulan terbaik untuk hamil anak laki-laki atau perempuan.

Peluang hamil anak laki-laki

Mengutip We Have Kids, secara genetik, ada kemungkinan 50 persen pasangan memiliki anak laki-laki dan 50 persen kemungkinan memiliki anak perempuan. Namun, sebagian besar pakar sepakat bahwa jenis kelamin anak ditentukan secara acak.

Perlu diingat, untuk tidak mengurangi intensitas berhubungan intim apalagi dalam memilih satu jenis kelamin. Sebab, ini hanya akan mengurangi peluang untuk hamil.

Menurut American Pregnancy Association, pasangan sehat yang melakukan hubungan seks dengan benar hanya memiliki peluang 25 persen untuk hamil setiap bulan. Jika pasangan jarang melakukan hubungan intim, tentunya menurunkan peluang hamil anak laki-laki.

Bunda, simak juga penjelasan singkat dari ahli tentang cara membuat anak perempuan atau laki-laki, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi