sign up SIGN UP search


kehamilan

7 Jenis Makanan yang Baik untuk Ibu Hamil Muda

Annisa Afani Selasa, 23 Jun 2020 11:35 WIB
Young pregnant woman at home, closeup caption
Jakarta -

Ketika Bunda hamil, akan timbul berbagai macam emosi karena perubahan hormon. Hal ini dapat melelahkan secara fisik, sehingga sangat penting bagi ibu hamil untuk memperhatikan kesehatan.

Salah satu upaya dengan menentukan makanan atau diet sehat dan bergizi selama kehamilan. Diet bergizi ini tidak hanya baik bagi Bunda, namun juga pada perkembangan bayi dalam kandungan.

Keseimbangan vitamin, mineral, dan nutrisi yang tepat harus diperhatikan selama kehamilan, terutama saat hamil muda. Termasuk makanan yang kaya akan folat, yang penting untuk perkembangan sistem saraf bayi.


Ibu hamil membutuhkan sekitar 300 kalori di samping asupan makanan normal mereka. Karbohidrat kompleks, seperti roti gandum, pasta, sayuran, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan perlu dikonsumsi secara teratur. Jumlah cairan dan serat yang baik harus dikonsumsi saat hamil.

Nah, berikut makanan yang baik dikonsumsi ibu hamil saat hamil muda, dilansir dari First Cry Parenting:

1. Sayuran

Penting untuk mengonsumsi sekitar tiga hingga lima porsi sayuran dalam berbagai warna. Misalnya, bayam yang kaya asam folat dan brokoli dengan kandungan zat besi tinggi, yang membantu pembentukan sel darah merah pada bayi selama trimester pertama. Namun, brokoli harus dihindari bagi ibu hamil dengan kondisi hipotiroidisme.

Sayuran lainnya, yakni tomat, paprika merah, hijau dan kuning, asparagus, dan kentang manis yang direkomendasikan dikonsumsi saat hamil muda.

2. Buah-buahan

Jumlah buah yang direkomendasikan saat hamil muda setidaknya tiga porsi dalam per hari. Untuk memenuhi kebutuhan folat, Bunda bisa mengonsumsi berbagai jenis jeruk secara teratur. Jangan lupa untuk juga mengonsumsi buah lainnya, seperti alpukat, pisang, pir, blewah, ceri, anggur, jambu biji, apel, semangka, delima, dan mangga.

3. Makanan non-vegetarian

Saat memutuskan jenis makanan non-vegetarian pada trimester awal, Bunda bisa memasukkan sup ayam hangat, telur, dan daging tanpa lemak.
Pastikan untuk mengonsumsi daging unggas dan daging sapi yang dimasak dengan baik untuk mencegah masalah pencernaan dan infeksi bakteri.

Ikan kaya akan asam lemak omega 3, namun harus diperhatikan agar tidak mengonsumsi hewan laut dengan kandungan merkuri yang tinggi, seperti king mackerel, udang, hiu, dan swordfish.

4. Produk susu

Dairy products on wooden table still lifeProduk susu/ Foto: Ilustrasi/thinkstock

Ketika Bunda harus memenuhi tiga porsi susu yang dibutuhkan per hari, yoghurt dan keju bisa dipilih sebagai alternatif lainnya kok. Keju tidak hanya menjadi sumber protein yang baik, tetapi juga kalsium yang sangat penting untuk perkembangan tulang dan otot yang dapat dikonsumsi selama trimester pertama.

5. Gandum utuh

Gandum utuh, barley, jagung, millet, dan beras adalah beberapa biji-bijian yang termasuk dalam diet trimester pertama kehamilan. Lentil dalam bentuk sup atau irisan daging dapat menjadi bagian dari diet. Biji-bijian ini menyediakan energi untuk bayi dan sangat penting untuk pertumbuhan plasenta.

6. Protein

Pastikan ibu hamil mendapatkan setidaknya dua porsi protein per hari. Telur adalah sumber protein yang paling kaya, begitu juga ikan, daging, kacang-kacangan, unggas, susu, dan selai kacang.

7. Makanan lainnya

Mual dan muntah di pagi hari cenderung bertahan sampai trimester pertama. Jadi, Bunda mungkin juga butuh untuk menyimpan beberapa makanan seperti air jahe, pretzel, dan es loli.

Pilih makanan sehat seperti salad, sup, buah-buahan, dan sayuran kukus setiap kali merasa lapar di sela-sela waktu makan atau pada waktu kudapan. Selain itu, minumlah banyak air dan cairan lain agar tetap terhidrasi.

Jangan lupa mengonsumsi vitamin prenatal dan suplemen asam folat setiap hari. Hindari alkohol dan kurangi asupan kafein, dan tetap aktif seperti berolahraga dengan secukupnya, tergantung kondisi kesehatan.

Trimester pertama sangat penting karena berbagai alasan. Ini adalah periode dengan risiko keguguran dan cacat lahir yang tinggi. Selain itu, fase tersebut juga menjadi waktu perkembangan organ vital bayi dimulai.

Jadi, fokus pada apa yang Bunda makan dan tetap aktif selama kehamilan, terutama selama tiga bulan pertama, pastikan bayi tetap sehat. Selain itu, rajin kontrol dengan dokter.

Bunda, simak juga tips cepat hamil ala dr. Reisa dalam video berkit:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi