KEHAMILAN
Pentingnya Screening Pranikah & Penyakit yang Bisa Dihindarkan
Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A (K) | HaiBunda
Selasa, 15 Sep 2020 16:33 WIBIngin memiliki anak yang sehat dan unggul dalam berbagai bidang, Bunda? Kini saatnya lebih fokus pada kesehatan calon ibu ya. Mempersiapkan kesehatan ini dapat dilakukan sejak sebelum menikah.
Salah satunya dengan melakukan screening pra nikah atau disebut juga premarital check up. Untuk informasi lebih lengkap mengenai pemeriksaan pra nikah ini, bisa Bunda baca di sini.
Skrining pra nikah bertujuan untuk mencegah penyakit genetik menurun dari orang tua kepada anak-anaknya. Melalui pemeriksaan ini nantinya, akan didapat gambaran mengenai riwayat kesehatan calon Ayah maupun Bunda.
Pada pasangan yang ditemukan risiko penyakit genetik, dapat dilakukan pencegahan lebih awal. Bahkan, Bunda dapat melakukan antisipasi agar kehamilannya kelak tak bermasalah.
Beberapa kondisi calon ibu yang dapat diketahui dari pemeriksaan ini antara lain seperti anemia, thalassemia, kekurangan Vitamin D, dan malnutrisi. Untuk informasi lebih lengkapnya, berikut penjelasan empat masalah kesehatan di atas agar tidak membahayakan bayi nantinya:
1. Anemia
Anemia merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan jumlah sel darah merah. Sel darah merah berfungsi untuk mengangkut oksigen di dalam tubuh. Jika jumlah sel darah merah rendah, hal tersebut dapat mengganggu transport oksigen dalam tubuh.
Namun sayangnya, masih banyak orang tidak menyadari bahaya anemia. Termasuk ibu hamil yang membawa risiko besar untuk bayinya.
Hemoglobin yang bertugas membawa oksigen, tidak dapat bekerja dengan baik pada ibu yang mengalami anemia. Sehingga nantinya dapat berdampak buruk pada bayinya. Jangan sampai hal tersebut membuat Ayah dan Bunda menyesal ya.
Apalagi menurut data yang dirilis Riset Kesehatan Dasar, Kementrian Kesehatan pada tahun 2018, perempuan Indonesia yang mengalami anemia mencapai 48,9 persen. Angka ini pun terbilang cukup tinggi. Bahayanya lagi, angka tertinggi didominasi oleh perempuan pada usia 15-24 tahun.
Nah, melalui pemeriksaan pra nikah dapat diketahui apakah calon ibu mengalami anemia atau tidak. Serta tindakan untuk mengatasi anemia tersebut.
Apakah nantinya dapat disembuhkan dengan obat, atau memang membutuhkan tes lanjutan untuk mengetahui kelainan lainnya.
Penyebab Anemia
Anemia dapat disebebkan oleh beberapa hal di antaranya:
1. Makanan yang dikonsumsi selama ini kekurangan asupan zat besi, vitamin B-12, atau folat yang tidak memadai.
2. Menstruasi yang berlebihan.
3. Pembawa sifat thalassemia.
2. Thalassemia
Thalassemia adalah penyakit kelainan darah genetik yang diturunkan orang tua yang merupakan pembawa sifat (Carrier) pada anaknya. Penyakit thalassemia disebabkan dengan kekurangan salah satu zat pembentuk hemoglobin (Hb).
Penjelasan penyebaran Thalaseemia
Menurut data WHO, jumlah carrier atau orang yang mempunyai gen pembawa thalassemia di seluruh dunia mencapai 4,5 persen dari sekitar 250 juta jiwa.
Indonesia sendiri termasuk dalam negara yang berisiko tinggi mengalami thalassemia. Pada 2017 lalu, sekitar 3-8 persen dari penduduk Indonesia tercatat sebagai carrier thalassemia. Jika persentase thalassemia mencapai 5 persen, dengan angka kelahiran 23 per 1.000 dari 240 juta penduduk, maka diperkirakan ada sekitar 3.000 bayi dengan thalassemia yang lahir di Indonesia setiap tahunnya.
Bagaimana thalassemia dapat dicegah?
Mengingat ibu hamil dengan thalassemia tidak boleh diberikan obat yang mengandung zat besi, sehingga harus lebih hati-hati dalam penanganannya.
Tapi untungnya, thalassemia dapat dicegah lebih awal dengan pemeriksaan pra nikah tadi, Bunda. Asalkan para calon pasangan pengantin, baik laki-laki maupun perempuan mau melakukan screening pra nikah.
Sejauh ini, pemeriksaan dapat dilakukan di rumah sakit atau puskesmas. Minta pemeriksaan darah perifer lengkap yang meliputi:
Sel darah merah dengan komponen:
- Hemoglobin (Hb)
- Hematokrit
- Mean corpuscular volume (MCV)
- Mean corpuscular hemoglobin (MCH)
- Mean corpuscular hemaglobin concentration (MCHC)
- Red cell distribution width (RDW).
Sel darah putih:
- Neutrofil
- Limfosit
- Monosit
- Eosinofil
- Basofil
Platelet/trombosit
Pemeriksaan platelet atau trombosit bermanfaat untuk mendiagnosis berbagai penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada pembekuan darah.
3. Kekurangan Vitamin D
Tahukah Bunda? Kekurangan vitamin D merupakan masalah umum yang terjadi pada wanita subur dan menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Ini artinya harus menjadi perhatian bagi kita semua.
Menurut data yang diterbitkan dalam jurnal BMC Pregnancy & Childbirth, dari penelitian 239 ibu hamil di Sumatera Barat pada 2017, diketahui bahwa prelevansi vitamin D pada ibu hamil di trimester pertama dan kecukupan masing-masing adalah 82,8 persen dan 17,2 persen. Sedangkan pada ibu hamil dan wanita subur menunjukkan bahwa rata-rata lebih dari 95 peren orang memiliki kadar vitamin D yang rendah.
Tak hanya itu saja, vitamin D juga berguna untuk meningkatkan imunitas dan kekebalan. Ketika imunitas seorang calon ibu tidak baik, maka dapat menurunkan risiko alergi pada bayi yang dilahirkannya.
Melalui pemeriksaan pra nikah, kekurangan vitamin D dapat dicegah. Hal ini bertujuan agar dapat dilakukan tindakan yang tepat sebelum kehamilan terjadi.
4. Malnutrisi
Malnutrisi tidak hanya berkaitan dengan gizi kurang atau gizi buruk, tapi juga kelebihan unsur-unsur tertentu. Seseorang dikatakan malnutrisi apabila terbukti kekurangan nutrisi tertentu atau justru mengalami kelebihan nutrisi, seperti kolestrol. Sehingga menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi dalam tubuh, Bunda.
Malnutrisi bisa menyerang laki-laki dan perempuan di usia berapapun. Termasuk pada calon ibu yang tentunya membawa risiko kehamilan sangat tinggi.
Kekurangan nutrisi ini digolongkan menjadi dua, yaitu makro dan mikro. Kekurangan mikronutrien dapat memicu timbulnya preeklampsia. Preeklampsia menjadi penyebab kematian nomor 1 di Indonesia menggeser perdarahan postpartum.
Sedangkan malnutrisi yang berkaitan dengan kurang gizi dapat menyebabkan stunting, wasting, underweight, dan kekurangan vitamin serta mineral. Bunda yang kelebihan nutrisi tertentu dapat memicu kegemukan dan obesitas.
Perlu Bunda tahu juga bahwa ibu hamil yang mengalami malnutrisi, dapat mengakibatkan cacat tabung saraf pada janin, bayi lahir dengan gastroskisis dan cacat bawaan lahir lainnya, penyakit jantung bawaan, bibir sumbing, serta hernia diafragma kongenital.
Nah, setelah mengetahui besarnya manfaat dari screening pra nikah, hendaknya setiap calon pengantin memiliki kesadaran untuk melakukan memeriksakan kesehatan masing-masing.
Sejauh ini, pemeriksaan pra nikah sudah dapat dilakukan di tingkatan Puskesmas ya, Bunda. Ingat, lebih baik mencegah daripada menyesal kemudian.
Setelah membaca informasi di atas, Bunda, simak juga yuk mengenai preeklampsia dalam video di bawah ini:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Pentingnya Screening atau Uji Thalassemia Sebelum Program Hamil
Anemia Perburuk Gejala Covid Lebih Tinggi 3 Kali Lipat, Bumil Perlu Tahu
Hal Medis yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum Nikah Bila Ingin Lahirkan Anak Unggul
Saran dari Ahli Gizi soal Mencegah dan Menangani Ibu Hamil Anemia
TERPOPULER
Momen Shireen Sungkar Dampingi Sang Anak yang Alami Autisme Adaptasi di Tempat Baru
Setop Bilang 'Enggak Ada Uang' ke Anak! Ini Kalimat yang Lebih Baik Menurut Pakar
Kisah Anak 2 Th Bantu Selamatkan Adik dI Kandungan, Berawal dari Gerakan Janin Tak Terasa
Begini Cara Orang dengan EQ Tinggi Menghadapi Orang Tidak Sopan
Gerhana Matahari 12 Agustus 2026 Tak Terlihat di Indonesia, Apakah Tetap Perlu Salat Gerhana?
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Anak Perempuan 4 Tahun Terserang Stroke, Berawal Keluhkan Gejala Tak Biasa Ini
Momen Shireen Sungkar Dampingi Sang Anak yang Alami Autisme Adaptasi di Tempat Baru
Kisah Anak 2 Th Bantu Selamatkan Adik dI Kandungan, Berawal dari Gerakan Janin Tak Terasa
Setop Bilang 'Enggak Ada Uang' ke Anak! Ini Kalimat yang Lebih Baik Menurut Pakar
Gerhana Matahari 12 Agustus 2026 Tak Terlihat di Indonesia, Apakah Tetap Perlu Salat Gerhana?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Takut Jatuh Pakai Heels ke Acara Formal? Coba Sandal Wedges Ini
-
Beautynesia
Ferragamo Tampilkan Kampanye Nuansa Surealisme bersama Seniman AS
-
Female Daily
Tren Milky Lip Gloss Lagi Viral, Ini 5 Rekomendasi Produk yang Bisa Kamu Coba
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
A-Beauty Jadi Tren Skincare Baru, Apa Bedanya dengan K-Beauty dan J-Beauty?
-
Mommies Daily
7 Gaya Hijab Nikita Willy yang Simpel tapi Tetap Anggun