sign up SIGN UP search


kehamilan

Kehabisan Tenaga, Sandra Dewi Merasa Mau Mati Saat Melahirkan Anak Kedua

Asri Ediyati Sabtu, 26 Sep 2020 16:14 WIB
gaya sandra dewi hamil anak kedua caption
Jakarta -

Perjuangan Sandra Dewi melahirkan anak kedua rupanya sangat berat. Melalui persalinan normal, anak keduanya, Mikhael Moeis kala itu sulit keluar dari jalan lahir. Bayi belum keluar, Sandra Dewi merasa mau mati karena kehabisan tenaga.

Sebelumnya, Sandra Dewi berkali-kali mengejan untuk bisa mengeluarkan anaknya. Namun, hasilnya tetap nihil.

Jika beralih ke operasi caesar, Sandra Dewi harus menunggu satu jam lagi karena untuk persiapan alat dan ruangan. Sementara, posisi anak keduanya itu sudah di ujung, Bunda.


"Dia posisinya sudah di ujung, dia enggak bisa keluar karena tenaga gue habis, ngedennya enggak maksimal," kata Sandra Dewi di acara Daniel Tetangga Kamu, di YouTube, dikutip Sabtu (26/9/2020).

Merasa mengejan tidak maksimal, akhirnya Sandra Dewi pasrah dan berdoa. Dia mencoba lagi untuk mengumpulkan kekuatan untuk mendorong bayinya keluar dari jalan lahir.

"Akhirnya dia keluar setelah gue bilang 'Tuhan kalau sekali ini ngeden dia enggak keluar kayaknya gue mati, dia mati,'" kata Sandra Dewi.

Akhirnya putra keduanya berhasil keluar. Namun, setelah itu, suasana kembali menegang. Mikha langsung dibawa ke NICU (Neonatal Intensive Care Unit) untuk diobservasi karena detak jantungnya sempat turun dan kurang oksigen.

Sandra Dewi yang sedang kelelahan merasa bingung. Ia melihat dokter, perawat termasuk suami meninggalkan dirinya di ruang bersalin sendirian usai melahirkan.

"Gue bilang, 'Tuhan, ini kenapa? Kenapa semua orang tinggalin gue ketika habis ngelahirin'. Gue mendengar suara, Tuhan menjawab doa gue dan gue yakin banget anak gue baik-baik saja," kata Sandra Dewi.

"Ketika semua orang nangis, panik, gue tidak mengeluarkan air mata setetes pun di RS karena gue tahu Tuhan bilang anak gue baik-baik saja," ucapnya.

Mengejan atau lebih dikenal dengan 'ngeden' pasti akan Bunda rasakan jika menjalani persalinan secara normal. Di momen inilah Bunda dituntut untuk mengerahkan segenap tenaga untuk mengeluarkan si buah hati.

Sayangnya, dalam beberapa kasus, tahap mengejan bisa memakan waktu lama, bahkan dimulai sebelum Bunda merasakan dorongan itu. Kondisi seperti ini menuntut Bunda untuk menunggu sinyal keinginan untuk mengejan.

Jangan mengejan sebelum diberi aba-aba sebab mengejan terlalu cepat bisa menyebabkan pembentukan caput (pembengkakan pada bidang kulit kepala subkutan) di kepala bayi, dapat menyebabkan leher rahim membengkak, yang akan mengganggu proses persalinan, serta bisa menyebabkan robekan pada leher rahim.

Simak juga cerita Eriska Rein melahirkan secara normal, sempat nyerah di pembukaan keempat:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi