sign up SIGN UP search


kehamilan

5 Pertimbangan Bersalin di Bidan Vs RS Selama Pandemi, Biaya hingga Fasilitas

Asri Ediyati Minggu, 04 Oct 2020 11:19 WIB
Team of doctors and nurses wear masks and gloves and prepare for surgery. caption
Jakarta -

Saat pandemi COVID-19 terjadi, mungkin rencana Bunda mengenai persalinan mendadak buyar. Rencana yang sudah disusun dengan matang sebelum pandemi, terpaksa disusun ulang. Bunda mungkin khawatir dan bimbang memilih persalinan di bidan atau di rumah sakit.

Salah satu penyebab yang membuat kebanyakan ibu hamil khawatir dan bimbang bersalin di rumah sakit adalah kemungkinan bertemu pasien lain. Belum lagi, jika dokter kandungan berpraktik di beberapa rumah sakit termasuk rumah sakit umum dan bertemu dengan banyak tenaga kesehatan lainnya.

Selain itu, faktor biaya tentunya juga menjadi pertimbangan penting sebelum bersalin. Di masa pandemi COVID-19 ini, beberapa rumah sakit menerapakan protokol kesehatan lebih ketat. Sehingga membuat ibu yang akan bersalin diwajibkan membeli APD untuk nakes hingga melakukan SWAB test.


Sementara, yang membuat Bunda khawatir bersalin di bidan yaitu apabila di tengah-tengah persalinan, Bunda perlu dirujuk lagi ke rumah sakit karena harus operasi caesar. Lagi-lagi, kekhawatiran bertemu pasien lain muncul kembali.

Lalu, bagaimana nih mempertimbangkan persalinan yang tepat di masa pandemi? Berikut hal-hal yang bisa Bunda pertimbangkan jika ingin melakukan persalinan di bidan atau dokter:

1. Kondisi Bunda dan janin

Menurut bidan Sally Urang, R.N., CNM, M.S., jika Bunda memiliki kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, epilepsi, penyakit jantung, atau diabetes, atau mengalami komplikasi serius tertentu pada kehamilan sebelumnya, kehamilan Bunda mungkin dianggap berisiko tinggi. Dalam kasus ini, Bunda perlu menemui dokter kandungan atau mungkin spesialis kedokteran ibu-janin, juga disebut perinatologis (dokter spesialis kehamilan berisiko tinggi).

"Ketahuilah bahwa jika Anda memulai dengan bidan dan mengalami masalah di kemudian hari - seperti persalinan prematur atau preeklamsia - atau mengetahui bahwa Anda memiliki anak kembar atau kelipatan lainnya, perawatan Anda akan dialihkan ke dokter kandungan atau ahli perinatologi," kata Urang, dikutip dari Baby Centre.

2. Metode persalinan

Jika Bunda menginginkan metode persalinan normal, maka bidan bisa menjadi pilihannya. "Bidan adalah ahli dalam kehamilan normal," kata M. Christina Johnson, CNM, direktur praktik profesional dan kebijakan kesehatan di ACNM di Silver Spring, AS, dikutip Parents.

Johnson mengatakan bahwa profesi bidan sering kali paling dikenal dengan sebutan 'Teknologi rendah, sentuhan tinggi'. Bidan biasanya akan membantu dan mendukung secara emosional Bunda selama persalinan.

Akan tetapi, untuk urusan klinis dan kondisi kesehatan, dokter kandungan lebih ahli. Jelas, kalau Bunda memilih dan memang dianjurkan persalinan caesar, maka dokter kandungan adalah satu-satunya tujuan Bunda.

3. Fasilitas

Jika Bunda melakukan persalinan di klinik bidan, tentu fasilitasnya tidak selengkap di rumah sakit. Telah HaiBunda telusuri di berbagai review pasien klinik bidan di Jakarta, biasanya fasilitas yang tersedia hanyalah ruangan atau kamar untuk ibu dan keluarga beristirahat.

Rumah sakit memiliki fasilitas kesehatan yang lebih lengkap dengan tenaga kesehatan mumpuni, jika Bunda mengalami beberapa kondisi saat persalinan. Tentu ada penanganan atau intervensi khusus dengan beberapa fasilitas yang tersedia di rumah sakit.

Dikutip dari buku Dahsyatnya Hamil Sehat & Normal dari dr.Fredrico Patria.SpOG, bidan secara hukum dilarang menggunakan tang dan vakum untuk membantu persalinan. Sementara dokter diizinkan menggunakan peralatan tersebut dan diperbolehkan menggunakan intervensi lain seperti anestesi epidural, episiotomy, dan bantuan kelahiran lainnya.

4. Pertimbangan protokol

Protokol kesehatan di era pandemi COVID-19 kini menjadi perhatian utama para pasien. Protokol di rumah sakit dan klinik tentunya mungkin berbeda. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa protokol pengujian dan kelayakan selama kehamilan bervariasi tergantung di mana Bunda tinggal.

Jika Bunda memilih melakukan persalinan di dokter alias di rumah sakit, jelas semuanya menerapkan protokol yang sesuai dengan pedoman dari WHO. Namun, jika memilih di bidan, tergantung Bunda melakukan persalinannya di mana, di klinik atau di rumah.

5. Biaya

Biaya persalinan di bidan relatif lebih murah dibandingkan dokter. Mengutip Mommies Daily, Klinik Bidan Desi Bekasi, kisaran harga persalinan mulai dari Rp5 juta-an, tergantung tindakan persalinan yang dijalani. Lalu, Klinik & Rumah Bersalin Widodo di Jakarta Timur, paket persalinan normal dengan bidan mulai Rp1.750.000 hingga Rp. 3.000.000.

Sedangkan untuk biaya persalinan di rumah sakit ibu dan anak, RSIA Kemang Medical Care (KMC) Jakarta Selatan memasang tarif dari Rp 20.655.000 hingga Rp43.350.000 untuk persalinan normal (harga 2019). Lalu, untuk tarif persalinan caesar mulai dari Rp36.400.000 hingga Rp81.100.000.

Lalu, RSIA Bunda Menteng memasang tarif dari Rp19.000.000 hingga Rp37.000.000 untuk persalinan normal. Lalu, untuk tarif persalinan caesar mulai dari Rp35.000.000 hingga Rp61.000.000.

Dari lima poin di atas, semoga bisa menjadi masukan dan pertimbangan Bunda sebelum melahirkan si kecil ya. Sebelum memutuskan bersalin di bidan atau di rumah sakit, konsultasikan dulu dengan bidan atau dokter yang menangani Bunda selama kehamilan ya.

Simak juga perjuangan Angie Virgin melahirkan di Inggris tanpa ditemani suami:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi