sign up SIGN UP search


kehamilan

7 Tanda Bahaya Kehamilan, Berisiko Ancam Keselamatan Ibu & Bayi

Annisa Afani Senin, 26 Oct 2020 17:04 WIB
A portrait of pregnant young woman indoors at home, feeling tired. caption
Jakarta -

Hamil adalah momen yang membahagiakan bagi seorang ibu. Meski kebanyakan wanita akan mengalami kehamilan normal tanpa komplikasi, namun penting untuk mengetahui tanda-tanda bahaya dalam kehamilan, Bunda.

Ibu hamil harus menjalankan pola hidup, dan makan yang sehat serta rutin melakukan pemeriksaan prenatal. Untuk menemukan hal yang berpotensi mengganggu kehamilan, pemeriksaan ini bisa dilakukan dengan tes tekanan darah, urine, serta tes potensial lainnya.

"Selama kunjungan pranatal Anda, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk melihat bahwa Anda berada dalam batas normal untuk risiko dasar. Dokter juga akan membantu Anda mengetahui apa yang mungkin lebih berisiko bagi Anda berdasarkan riwayat kesehatan dan gaya hidup Anda," kata doula bersertifikat, Robin Elise Weiss, dikutip dari Very Well Family.


Ini tidak hanya memberi Bunda dan bari perawatan terbaik, tetapi rutin memeriksakan diri selama kehamilan, memungkinkan Bunda bertanya lebih banyak tentang kehamilan yang sehat atau yang berbahaya.

Tanda-tanda kehamilan yang sehat

Dikutip dari Hello Motherhood, tanda-tanda Bunda menjalani kehamilan sehat bisa diperhatikan sejak trimester pertama hingga ketiga.

Trimester pertama

Dalam minggu-minggu ini, Bunda mungkin merasa payudara terasa lembut, dan nyeri bila ditekan. Selain itu, Bunda akan mengalami morning sickness, kelelahan, pusing, sering buang air kecil, dan sembelit. Pada trimester ini, ibu hamil tidak banyak naik berat badan, mungkin karena mengalami morning sickness.

Trimester kedua

Pada trimester ini, berat badan Bunda mungkin akan naik sedikit antara 450-900 gram per minggu. Sekitar bulan kelima, mungkin Bunda mulai merasakan gerakan janin. Selain itu, payudara akan terus membesar, begitu juga dengan perut Bunda.

Beberapa wanita mungkin akan mengalami kontraksi palsu di bagian bawah perut, dan ini membantu memperkuat otot selama persalinan. Bunda juga mungkin merasa sesak napas karena paru-paru bekerja lebih berat untuk membawa lebih banyak udara. Bunda juga mungkin mengalami keputihan.

Trimester ketiga

Pada trimester akhir, ibu hamil mungkin akan mengalami kenaikan berat badan sekitar 5 kg. Selain itu, akan mengalami pembengkakan di kaki dan betis, varises, wasir, dan kram kami.

Selain itu, mengalami perubahan suhu tubuh yang mungkin membuat ibu hamil jadi sulit tidur. Bunda juga akan merasakan bayi sering bergerak sepanjang hari, dan beberapa gerakannya seperti tendangan keras mungkin akan terasa sedikit nyeri.

Selain mengetahui tanda-tanda kehamilan yang sehat, Bunda juga perlu mengetahui tanda-tanda bahaya selama kehamilan. Hal ini supaya ibu lebih waspada dan segera memeriksakan ke dokter jika merasakan salah satu gejala supaya segera mendapat perawatan yang tepat dan menghindari efek buruk yang ditimbulkan.

Tanda-tanda bahaya kehamilan

Ada beberapa tanda-tanda kehamilan yang memerlukan perhatian medis karena berpotensi mengancam keselamatan ibu dan bayi yang di kandungnya. Dikutip dari beberapa sumber, berikut beberapa tanda bahaya dalam kehamilan:

1. Perdarahan vagina

Mengutip Health24, adanya bercak pada awal kehamilan dapat diindikasikan sebagai tanda telah terjadinya implantasi, Bunda. Namun bila perdarahan ini terjadi selama kehamilan, maka hal ini harus diselidiki dan diperiksakan ke dokter.

Bila perdarahan terjadi pada trimester pertama, maka ini dapat mengindikasikan terjadinya kehamilan ektopik atau keguguran. Di kemudian hari, perdarahan dalam kehamilan bisa disebabkan oleh infeksi, keguguran, plasenta previa, atau solusio plasenta.

Apabila pendarahan pada vagina terkait dengan masalah pada plasenta, maka ini dapat diatasi dengan bedrest di rumah atau rumah sakit. Dalam kasus yang parah, bayi dalam kandungan mungkin perlu untuk segera dilahirkan.

2. Sakit kepala dan atau penglihatan kabur

Bila mengalami sakit kepala atau penglihatan kabur, ibu hamil bisa diindikasi mengalami preeklamsia, Bunda. Gangguan ini biasanya dapat didiagnosis saat kehamilan sudah memasuki usia 20 minggu dengan pemeriksaan tekanan darah yang tinggi dan serta berapa protein dalam urine. 

Jika preeklamsia tak diobati, dapat menyebabkan komplikasi kehamilan yang serius. Ini sangat berbahaya bagi ibu dan bayi.

3. Sedikit atau tak ada gerakan janin

Selama dalam kandungan, bayi sering kali melakukan pergerakan yang dapat dirasakan ya, Bunda. Nah, jika bayi tiba-tiba sedikit bergerak atau justru tidak bergerak sama sekali, ibu hamil harus khawatir.

Sedikitnya pergerakan yang dialami oleh bayi dalam kandungan bisa terjadi bila ia sedang dalam kondisi yang tak baik, atau merasa kesulitan. Menurut American Congress of Gynecologists and Obstetricians (ACOG), ibu hamil harus menghitung berapa lama bayi melakukan 10 tendangan. Itu harus kurang dari 2 jam.

Apabila merasa ada penurunan jumlah tendangan secara drastis, atau membutuhkan waktu lebih dari 2 jam untuk melakukan jumlah tendangan tersebut, ibu hamil perlu segera mengeceknya ke dokter.

4. Ketuban pecah

Jika ketuban pecah sebelum hari perkiraan lahir (HPL), ibu hamil harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pemeriksaan dan perawatan dengan segera. 

Pecah ketuban dapat menunjukkan persalinan prematur dan secara signifikan meningkatkan risiko infeksi. Kadang-kadang urine yang bocor dari kandung kemih juga bisa disalahartikan sebagai cairan amnion yang bocor. Dokter akan melakukan tes untuk menentukan asal cairan tersebut.

5. Nyeri punggung bawah terus-menerus

Kebanyakan ibu hamil akan merasakan nyeri punggung bawah pada tahap tertentu selama kehamilan. Tapi jika kondisi ini terus berlanjut, sebaiknya dokter memeriksanya untuk mengatasi infeksi ginjal atau kandung kemih. Persalinan prematur juga dapat muncul dengan nyeri punggung bawah yang persisten.

6. Morning sickness parah

Jika ibu hamil mengalami mual serta muntah atau morning sickness parah, yang enggak berhenti dalam tiga bulan pertama kehamilan, hal ini berisiko membuat ibu hamil mengalami penurunan berat badan serta dehidrasi.

Bila itu terjadi, bisa membuat ibu hamil, dan bayi dalam kandungan tak memiliki nutrisi yang cukup serta mineral dan bahan kimia dalam tubuh mungkin tidak seimbang.

"Jika Anda tidak bisa makan atau minum apa pun, Anda berisiko mengalami dehidrasi dan malnutrisi, yang dapat membahayakan bayi Anda," kata Peter Bernstein, MD, profesor obgyn di Albert Einstein College of Medicine and Montefiore Medical Center New York, dikutip dari WebMD.

Untuk itu, ibu hamil mungkin perlu dirawat di rumah sakit agar mendapat perawatan yang tepat. Dokter akan meresepkan obat atau menyarankan untuk mengubah pola makan Anda.

7. Kontraksi di awal trimester ketiga

Kontraksi bisa menjadi tanda persalinan prematur. Namun, menurut Nicole Ruddock, MD, asisten profesor kedokteran ibu dan janin di University of Texas Medical School di Houston, banyak ibu baru yang pertama melahirkan mungkin bingung dengan persalinan asli dan palsu.

Kontraksi palsu disebut Braxton-Hicks. Ini tidak dapat diprediksi, tidak berirama, dan tidak meningkat intensitasnya. "Mereka akan mereda dalam satu jam atau dengan hidrast. Sementara kontraksi teratur berjarak sekitar 10 menit atau kurang dan intensitasnya meningkat," katanya.

Jika Bunda sedang hamil trimester ketiga dan merasa mengalami kontraksi, segera hubungi dokter. Jika dirasa terlalu cepat bagi bayi untuk lahir, dokter mungkin bisa mencegah persalinan dini.

Semoga informasi ini membantu ya, Bunda.

Bunda, simak juga yuk 14 ciri hamil yang jarang disadari dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!