sign up SIGN UP search


kehamilan

Tahapan yang Harus Dilalui Saat Pemeriksaan Leopold Jelang Melahirkan

Dwi Indah Nurcahyani Rabu, 30 Dec 2020 08:10 WIB
A pregnant woman and her female doctor are indoors in a hospital. The doctor is performing an ultrasound. caption

Selama  sembilan bulan kehamilan, janin masih sering mengalami perubahan posisi dalam rahim Bunda. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan rutin terutama saat memasuki trimester tiga untuk memastikan keberadaan janin tetap aman sebelum persalinan.

Salah satu pemeriksaan penting yang harus dijalankan yakni pemeriksaan leopold. Ini merupakan metode pemeriksaan untuk menentukan posisi, presentasi, dan keterlibatan janin.

Biasanya, pemeriksaan leopold dilakukan oleh dokter dengan meletakkan kedua tangannya di atas rahim yang sedang hamil untuk menentukan posisi janin, seperti dikutip dari laman Babymed.


Pada pemeriksaan leopold biasanya Bunda akan diminta untuk mengosongkan kandung kemih agar Bunda merasakan kenyamanan selama pemeriksaan ini dilakukan dan kontur janin tidak tertutupi.

Oh ya, Bunda dengan menjalani pemeriksaan leopold nantinya akan diketahui apa yang ada di fundus, kemudian juga dokter akan memeriksa punggung dan pergerakan janin, penentuan arah dan derajat fleksi kepala janin.

"Untuk menilai dampak potensial janin terhadap karakteristik proses persalinan, penting bagi dokter kandungan untuk mengetahui bagaimana letak tubuh janin di dalam rahim,"ujar Jose A. Lopez Zeno, MD, Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi, Ponce School of Medicine di Puerto Rico seperti dikutip dari laman Glowm.

Dalam hal inilah, pemeriksaan leopold diperlukan sehingga dokter mengetahui posisi janin, serta berat dan ukuran janin dalam perut Bunda.

Pemeriksaan leopold sendiri meliputi beberapa tahap di mana dokter mungkin akan meraba perut Bunda. Melalui pemeriksaan leopold, perkiraan klinis berat janin akan diketahui meskipun ini bukan bagian formal dari pemeriksaan ini.

Pada tahapan pertama, dengan menggunakan dua tangan, dokter akan memegang perut bagian atas. Metode ini untuk menentukan bentuk, ukuran, dan juga pergerakan janin. Dokter juga akan memeriksa bagaimana proses tulang yang bergerak bersama tubuh janin, termasuk di antaranya akan terasa apakah kepalanya kokoh, keras, bulat, dan bergerak terpisah dari batang, serta memeriksa bagian bokong apakah simetris dan terasa empuk.

Kemudian, pada tahapan selanjutnya dokter akan mengidentifikasi bentuk dan meraba perut bagian atas sehingga lokasi punggung janin dapat diidentifikasi. Dokter pun akan mengamati apakah punggung janin mulus dan kencang. Ekstremitas janin harus terasa seperti tonjolan dan punggung yang terhubung dengan bentuk yang terasa di bagian bawah dan perut bagian atas, seperti dikutip dari laman Registerednursern.

Tahapan berikutnya dapat dilakukan sambil menghadap ke arah kaki. Dokter mungkin akan dengan lembut menggerakkan jari-jari di kedua tangan ke arah pubis dengan menggeser tangan ke sisi rahim Bunda. Kepala janin yang tertekuk dengan baik terletak di sisi berlawanan dari punggung janin. Jika kepala di perpanjang, bagian belakang kepala dirasakan di sisi belakang. Kepala yang tidak bisa dirasakan kemungkinan besar telah turun.

Nah, itulah kira-kira beberapa tahapan dalam pemeriksaan leopold ya, Bunda. Bunda pun tidak perlu khawatir menjalaninya karena hampir tidak ada efek samping atau komplikasi dari pemeriksaan leopold ini jelang melahirkan

Jadi, jangan lupa untuk senantiasa memeriksakan kehamilan secara rutin ya, Bunda. Semoga sehat selalu dan persalinannya lancar ya, Bunda.

Bunda, lakukan juga yuk pemeriksaan lembut jelang mau melahirkan dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Lesti KejoraFoto: Mia Kurnia Sari



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi