sign up SIGN UP search


kehamilan

7 Tanda Bunda Alami Baby Blues, Sedih & Mudah Marah Usai Melahirkan

Annisa Karnesyia Senin, 11 Jan 2021 07:06 WIB
Ibu dan bayi caption
Jakarta -

Kehamilan adalah proses yang panjang bagi wanita untuk menjadi seorang ibu. Terkadang, seorang wanita bisa mengalamiĀ baby blues usai menjadi ibu baru setelah melahirkan.

Tahukan Bunda, sekitar 80 persen ibu mengalami baby blues setelah melahirkan buah hatinya. Bahkan, 4 dari 5 ibu baru melaporkan telah mengalami baby blues lho.

Lalu apa itu baby blues? Kenapa bisa dialami ibu usai melahirkan?


Mengutip Today's Parents, baby blues adalah perasaan khawatir, sedih, murung, lelah, dan mudah tersinggung dalam beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Biasanya, gejala ini ringan dan bisa berkembang dalam beberapa hari setelah melahirkan atau berlangsung hingga tiga minggu.

Baby blues berbeda dengan Postpartum Depression (PPD), Bunda. Menurut psikiater Ariel Dalfen, PPD terjadi dalam waktu yang lebih lama dari baby blues.

"Untuk membedakan antara baby blues dan PPD, yakni dengan melihat waktu dan intensitasnya," kata Dalfen yang juga kepala Program Kesehatan Mental Perinatal di Toronto's Mount Sinai Hospital.

Jika gejalanya berlangsung lebih lama dan memengaruhi kemampuan ibu untuk merawat dirinya dan sang bayi, ini bisa menjadi tanda-tanda PPD. Kebanyakan ibu dengan baby blues tidak membutuhkan perawatan khusus.

Secara medis, baby blues dikaitkan dengan penurunan estrogen tiga hari pertama setelah melahirkan dan peningkatan kadar enzim monoamine oksidase A (MAO-A). Peningkatan MAO-A terjadi hingga 43 persen lebih tinggi pada wanita yang baru melahirkan dibandingkan kelompok kontrol yang tidak memiliki anak.

Tugas MAO-A adalah memecah neurotransmiter serotonin, dopamin, dan norepinefrin. Komponen ini sangat memengaruhi dan mengatur mood ibu.

Pada kebanyakan wanita, peningkatan MAO-A ini bersifat sementara dan bisa kembali normal dengan cepat. Tetapi, dalam beberapa kasus bisa menyebabkan depresi pasca persalinan, Bunda.

Gejala baby blues

Melansir dari Healthline, gejala baby blues bisa dimulai dua hingga tiga hari setelah bayi lahir. Seringkali baby blues hilang dengan sendirinya.

Meski begitu, pada kondisi lain bisa terjadi dalam waktu 10 hingga 14 hari setelah melahirkan. Berikut 7 gejala baby blues:

1. Menangis tanpa alasan yang jelas atau sepele.

2. Mengalami perubahan suasana hati atau mudah tersinggung.

3. Merasa tidak terikat dengan bayi yang baru dilahirkan.

4. Merasa ada bagian yang hilang dari kehidupan yang lama, seperti kebebasan untuk pergi bersama teman.

5. Merasa cemas dan khawatir tentang kesehatan dan keselamatan bayi.

6. Merasa gelisah atau mengalami insomnia (kesulitan tidur).

7. Kesulitan untuk membuat keputusan atau berpikir jernih.

Soft focus of happy mother with newborn babyIlustrasi Ibu dan Bayi/ Foto: iStock

Cara mengatasi baby blues

Ibu dengan baby blues umumnya tidak membutuhkan perawatan, Bunda. Meski begitu, kita sebaiknya mengatasi masalah ini dengan 5 cara berikut, seperti mengutip Parents:

1. Identifikasi perasaan

Banyak ibu baru kesulitan beradaptasi dengan kondisinya setelah melahirkan. Ibu yang mengalami baby blues bisa beristirahat sejenak untuk mengidentifikasi perasaan ya.

Coba katakan pada diri sendiri, misalnya 'Aku kewalahan dengan perubahan di hidupku' atau 'Aku sedih dan frustasi'. Bicarakan perasaan ini pada dokter jika terjadi lebih dari dua minggu usai melahirkan. Dokter akan memastikan bahwa ibu tidak mengidap depresi yang dapat memengaruhi sebanyak 20 persen ibu baru.

Bunda perlu ingat ya, jutaan wanita lain mengalami apa yang kita rasakan. Paling tidak, kita bisa menghibur diri dengan mengetahui bahwa kita tidak sendirian mengalami kondisi ini.

Terakhir, coba menjadi teman untuk diri sendiri. Pikirkan tentang apa yang akan Bunda katakan kepada sahabat jika dia ada di posisi Bunda. Lalu, katakan hal itu pada diri sendiri.

2. Tarik napas yang dalam

Luangkan waktu satu menit untuk duduk dan tarik napas dalam-dalam sebanyak lima kali bersama suami. Tatap mata suami dan sebaliknya dengan meletakkan tangan di punggung masing-masing, lalu tarik napas dalam bersama.

Melakukan hal ini tidak hanya membantu Bunda terikat dengan Ayah, tetapi juga membantu menenangkan otak dan mengelola stres lebih baik.

"Menciptakan ruang kecil untuk terhubung dengan pasangan sangat penting seperti, 'kita menjalani ini bersama-sama'. Salah satu caranya adalah melalui pernapasan," ujar Kayleigh Pleas, pelatih kesehatan di New York City.

3. Bersosialisasi

Ibu baru seringkali terisolasi di rumah dan dituntut untuk merawat bayi saja, Bunda. Padahal, ibu baru juga perlu menjalin hubungan sosial dengan orang lain usai melahirkan.

"Salah satu indikator terbaik untuk kesejahteraan adalah mendapatkan kekuatan dengan menjalin hubungan sosial dengan seseorang," kata Pleas.

Bunda perlu menyisihkan waktu untuk bertemu dengan teman lama atau mencari teman baru ya. Minta seorang kerabat untuk datang dan menjaga bayi, sementara kita bertemu teman di luar rumah.

4. Selalu bersyukur

Jangan lupa untuk selalu bersyukur dan mengucapkan terima kasih ya. Bunda dapat membuat jurnal rasa syukur untuk mengalihkan perspektif dari negatif ke arah positif.

"Untuk melatih otak memilah aspek yang positif, luangkan waktu untuk menuliskan tiga hal yang disyukuri setiap malam sebelum tidur. Tulis kalimat yang spesifik, misalnya 'Saya bersyukur atas kelahiran bayi saya'," ujar Pleas.

Bunda bisa membuat jurnal rasa syukur ini bersama sang suami. Melakukan sesuatu bersama lebih baik daripada sendiri.

5. Ingat hal yang penting

Ketika Bunda merasa sedih, luangkan waktu 15 menit untuk menuliskan tentang apa yang kita inginkan dan pedulikan. Penelitian menunjukkan bahwa melakukan ini bisa meningkatkan ketahanan, kasih sayang, suasana hati dalam melakukan tugas-tugas yang sulit.

Buatlah daftar tiga komitmen, contohnya kesabaran, keberanian, dan meningkatkan kualitas pribadi. Selanjutnya, pilih salah satu dan praktekkan dalam kehidupan Bunda.

"Kehidupan ibu baru itu berubah begitu cepat. Mengidentifikasi nilai-nilai dan menjelajahi cara baru untuk mewujudkan komitmen yang kita pedulikan itu penting," ucap Pleas.

"Tentu saja, ibu baru mungkin harus mengubah komitmen itu. Tapi, bukan berarti itu sulit dijalani dalam hidup mereka lagi," sambungnya.

Simak juga curhatĀ TantriĀ 'Kotak' yang alami baby blues karena ASI mampet, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Artis penyintas COVID-19Foto: HaiBunda/ Mia Kurnia Sari
(ank/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi