sign up SIGN UP search


kehamilan

10 Pantangan Makanan Ibu Hamil, Bisa Berbahaya untuk Janin

Annisa Karnesyia   |   Haibunda Minggu, 25 Apr 2021 07:00 WIB
MAKANAN YANG PERLU DIHINDARI BUMIL: TELUR MENTAH
Lovely nice beautiful adorable funny cheerful positive pregnant curly-haired mum in casual wear sitting on sofa, couch, divan, eating yummy cake, white light interior room caption

7. Taoge mentah

Taoge atau kecambah mentah bisa terkontaminasi Salmonella, Bunda. Bakteri Salmonella bisa menempel di taoge karena tumbuhan ini hidup di lingkungan yang lembab.

Jika bakteri ini sudah menempel, maka sulit untuk dicuci dengan dibilas air. Taoge dapat dikonsumsi selama hamil, asalkan dimasak sampai matang.

8. Produk yang tidak dipasteurisasi

Susu mentah hingga keju yang tidak dipasteurisasi dapat mengandung bakteri berbahaya untuk janin. Beberapa bakteri tersebut adalah Listeria, Salmonella, E. coli, dan Campylobacter.


"Bakteri dapat muncul secara alami atau disebabkan kontaminasi selama proses penyimpanan. Pasteurisasi merupakan cara paling efektif untuk membunuh bakteri berbahaya, tanpa mengubah nilai gizi produk," ujar Bjarnadottir.

Selain produk susu, jus yang tidak dipasteurisasi juga rentan terkontaminasi bakteri. Infeksi karena bakteri bisa mengancam bayi yang belum lahir, Bunda.

9. Makanan cepat saji

Makanan cepat saji (junk food) dan makanan olahan perlu dihindari selama kehamilan. Meski praktis, nilai nutrisi di makanan cepat saji tidak dapat mencukupi kebutuhan selama hamil. Belum lagi adanya kandungan bahan pengawet, perasa, dan lemak jahat.

Makanan cepat saji umumnya rendah nutrisi dan tinggi kalori. Selain itu, beberapa makanan juga mengandung tinggi gula dan lemak tambahan.

Meski penambahan berat badan dibutuhkan selama kehamilan, penambahan yang berlebihan dikaitkan dengan komplikasi dan penyakit. Misalnya, risiko diabetes gestasional dan komplikasi kehamilan hingga melahirkan.

10. Telur mentah

Telur mentah juga rentan terkontaminasi bakteri Salmonella. Gejala yang timbul bila terkontaminasi adalah demam, mual, muntah, kram perut, dan diare.

Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi karena bakteri ini dapat menyebabkan kram di rahim. Pada akhirnya bisa berakibat pada kelahiran prematur atau kejadian lahir mati.

Sebagian besar produk komersil yang mengandung telur yang sudah dipasteurisasi, aman dikonsumsi. Namun, lebih baik Bunda memastikan sendiri dengan memasaknya hingga matang.

(ank/som)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!
Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!