sign up SIGN UP search


kehamilan

5 Posisi Berhubungan Intim yang Aman saat Hamil, Bunda Perlu Tahu

Annisa Karnesyia Senin, 30 Aug 2021 20:01 WIB
Young loving couple enjoying in their morning time and talking to each other in bedroom. caption
Jakarta -

Bunda akan merasakan banyak perubahan di tubuh saat hamil. Selain perubahan fisik, gairah seksual bisa meningkat lho, Bunda.

Menurut dr. Suririna, hubungan seksual merupakan salah satu bagian penting dalam pernyataan perasaan kasih sayang, rasa aman, tenang, kebersamaan, dan kedekatan perasaan antara suami dan istri. Berhubungan seksual juga bisa memberikan manfaat untuk kehamilan.

"Hubungan seksual juga bisa mempersiapkan tubuh terhadap proses persalinan dengan menjaga otot bagian bawah panggul agar kuat dan lentur," tulis Suririna dalam Buku Pintar Kehamilan & Persalinan.


Saat melakukan hubungan intim, pasangan suami istri harus saling mengerti ya. Paling penting adalah tidak memaksakan keinginan sendiri dan terbuka untuk mengungkapkan perasaan.

Berhubungan intim atau orgasme tidak akan membahayakan bayi dalam kandungan. Bayi tidak akan terluka karena dia dilindungi secara alamiah oleh selaput lendir yang menutup jalan lahir dan melindunginya dari kuman.

"Bayi dalam kandungan pun berada dalam kantung rahim yang berisi cairan ketuban, yang mampu melindungi bayi selama proses kehamilan," ujar Suririna.

Sementara itu, selama atau setelah melakukan hubungan intim, Bunda mungkin akan merasakan kontraksi rahim, di mana rahim terasa keras selama beberapa menit.

Kondisi ini wajar karena merupakan bagian dari orgasme. Bunda tak perlu khawatir karena ini bukan pertanda masalah pada janin.

Berhubungan intim di tiap trimester kehamilan

1. Trimester 1

Di trimester ini, biasanya keinginan seksual wanita hamil akan menurun. Penyebabnya bisa karena keluhan atau tanda hamil, seperti muntah, mual, dan rasa lelah karena perubahan hormon.

Dr. dr. Suskhan Djusad, Sp.OG (K) dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, menjelaskan bahwa suami dan istri harus benar-benar yakin bila memang ingin berhubungan intim di trimester pertama ini ya.

"Saat berhubungan seksual, sperma tidak boleh dibuang di dalam atau masuk ke dalam rahim. Sebab, sperma mengandung prostaglandin yang bisa merangsang kontraksi pada otot rahim," kata Suskhan kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

"Dampak buruk kontraksi di trimester ini adalah terjadinya pendarahan hingga abortus. Untuk menghindari sperma masuk rahim, suami bisa menggunakan pengaman seperti kondom," sambungnya.

2. Trimester 2

Memasuki trimester kedua, gairah seksual wanita hamil mulai meningkat. Beberapa di antaranya bisa mengalami orgasme pertama kali ketika hamil.

Suskhan menjelaskan, faktor hormon estrogen dan progesteron dapat memengaruhi dorongan seksual yang meningkat trimester ini. Namun, kebanyakan hal ini disebabkan faktor psikologis, yakni perasaan istri yang ingin dekat terus dengan suaminya.

Melakukan hubungan seksual di trimester 2 kehamilan juga memiliki prinsip yang sama seperti trimester 1. Bunda tetap boleh melakukan hubungan seksual, asalkan sperma suami tidak dibuang di dalam atau tidak masuk ke dalam rahim istri.

3. Di trimester 3

Berhubungan intim di trimester ini bisa bermanfaat untuk persiapan melahirkan normal. Sperma boleh dibiarkan masuk ke rahim untuk memicu kontraksi bila belum muncul jelang persalinan.

Meski diperbolehkan, berhubungan seksual di trimester ketiga mungkin dihindari beberapa pasangan suami istri. Sebab, kondisi perut Bunda yang sudah besar seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman untuk melakukan hubungan seksual.

"Vagina juga mungkin akan terasa nyeri karena hormon progesteron meningkat di trimester ini. Peningkatan hormon ini dapat menyebabkan vagina menjadi kering," ujar Suskhan.

Bila gairah seksual sedang meningkat, Bunda tetap boleh kok melakukan hubungan intim selama hamil. Asalkan, konsultasi dulu ke dokter untuk mengetahui kondisi kehamilan ya.

Ada beberapa kondisi Bunda hamil yang tidak boleh melakukan hubungan intim, seperti dilansir buku Panduan Kehamilan Muslimah oleh Dr.dr.H.Iman Rasjidi, SPOG:

  1. Bunda hamil yang mengalami pendarahan, ketuban pecah, atau kontraksi.
  2. Bunda memiliki riwayat melahirkan prematur.
  3. Letak plasenta berada di bawah (plasenta previa). Kondisi ini bisa menyebabkan pendarahan.
  4. Bunda yang memiliki riwayat keguguran
  5. Bunda hamil memiliki riwayat ketuban pecah sebelum waktunya.
Happy young couple having romantic times in bedroomIlustrasi Suami dan Istri/ Foto: iStock

Posisi berhubungan intim saat hamil

Posisi berhubungan intim selama hamil perlu diperhatikan ya, Bunda. Paling penting adalah jangan letakkan berat badan ke perut ibu hamil selama berhubungan intim atau batasi tekanan di daerah perut. Selain itu, Bunda juga harus merasa nyaman saat berhubungan intim.

Berikut 5 posisi berhubungan intim yang aman selama kehamilan:

1. Posisi spoon

Bunda bisa berbaring menyamping berdampingan dengan posisi spoon, sehingga penetrasi tidak terlalu dalam. Dorongan yang terlalu dalam bisa menyebabkan rasa tidak nyaman selama kehamilan.

Posisi spoon cukup aman bagi Bunda. Posisi ini memungkinkan pasangan suami istri menjaga sebagian besar berat badannya agar tidak menimpa rahim.

2. Posisi berbaring di tepi tempat tidur

Gunakan tempat tidur sebagai penyangga saat berhubungan intim. Cara ini bertujuan agar perut Bunda tidak menjadi penghalang ketika berbaring telentang di tepi tempat tidur dengan lutut menekuk dan bokong serta kaki menjulur ke bagian tepi kasur.

"Pasangan (suami) bisa berlutut atau berdiri di hadapan Anda," kata Iman.

3. Posisi woman on top

Pada posisi ini, Bunda bisa menempatkan diri di atas Ayah. Tujuannya agar tak ada beban pada perut dan Bunda bisa mengendalikan penetrasi.

4. Posisi duduk

Posisi duduk biasanya dilakukan di trimester kedua atau ketiga karena tidak memerlukan banyak gerakan. Suami dapat duduk di kursi yang kokoh dan Bunda duduk di atasnya saling berhadapan atau membelakangi bila perut sudah mulai besar. Posisi ini dapat membantu Bunda mengontrol penetrasi.

5. Posisi doggie style

Posisi doggie style adalah posisi bersenggama di mana penetrasi dilakukan dari belakang. Posisi seks ini aman dilakukan karena perut Bunda tidak akan mendapatkan tekanan secara langsung.

Simak juga 5 makanan yang perlu dihindari agar durasi hubungan intim bisa lebih lama, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!