sign up SIGN UP search


kehamilan

Ibu Hamil Positif COVID-19 Tanpa Gejala Boleh Isoman, Ini 3 Syaratnya

Annisa Karnesyia Jumat, 10 Sep 2021 14:31 WIB
Young beautiful pregnant asian woman standing and touching belly near the window in bedroom. Pregnancy, motherhood wearing virus protection mask mouth concept. caption
Jakarta -

Ibu hamil positif COVID-19 tanpa gejala diperbolehkan untuk isolasi mandiri (isoman) di rumah. Aturan ini juga berlaku bagi Bunda yang mengalami gejala ringan ya.

Dalam panduan rekomendasi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), dijelaskan bahwa pasien dengan gejala ringan ini termasuk ibu hamil yang tidak memiliki gejala sesak dan tanda vitalnya stabil. Selain itu, Bunda hamil positif COVID-19 juga tak memiliki penyakit penyerta dan tanda kegawatdaruratan.

"Pasien dengan gejala ringan (tidak ada sesak dan tanda vital stabil), tanpa komorbiditas, tanpa kegawatdaruratan obstetri dapat melakukan isolasi mandiri di rumah atau tempat khusus dengan pengawasan parameter klinis harian," demikian isi rekomendasi POGI.


Ibu hamil masuk dalam kelompok yang rentan terpapar COVID-19, Bunda. Gejalanya bisa menjadi berat bila dia memiliki penyakit penyerta (komorbid) saat hamil.

Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr.Erna Mulati, M.Sc., CMFM, menjelaskan bahwa kasus kematian ibu hamil karena COVID-19 hampir mencapai seribu kasus sejak awal tahun. Menurut data komdat Kesmas, terdapat 972 kasus kematian ibu hamil pada periode Januari hingga Agustus 2021, yang ternyata terkonfirmasi positif COVID-19.

"Jika ibu hamil terinfeksi, maka dia akan lebih parah dibandingkan kelompok lainnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan perlindungan, sehingga ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir tidak terpapar COVID-19," kata Erna, dikutip dari YouTube Direktorat Kesehatan Keluarga, Jumat (10/8/2021).

Meski rentan terpapar virus yang sudah bermutasi ini, sebagian besar Bunda hamil positif COVID-19 memiliki gejala klinis ringan atau tanpa gejala (asimptomatik). Kondisi ini pun memungkinkan Bunda untuk melakukan isoman dengan pemantauan medis di rumah.

Kemenkes sendiri sudah mengeluarkan panduan khusus bagi ibu hamil dan nifas yang ingin isoman nih. Ada syarat dan kondisi di mana Bunda hamil dan nifas boleh melakukan isoman sendiri di rumah.

Syarat ibu hamil positif COVID-19 boleh isoman

Menurut dr Nida Rahmawati yang pernah menjabat Kepala Seksi Stadarisasai Kesehatan Anak Balita dan Prasekolah di Direktorat Bina Kesehatan Anak, ada tiga kondisi ibu hamil positif COVID-19 tanpa gejala atau gejala ringan bisa isoman, yakni:

1. Kasus konfirmasi

Hasil swab antigen atau PCR menunjukkan positif COVID-19 dan ibu hamil atau nifas tidak bergejala atau gejala ringan.

2. Kontak erat

Bunda hamil terpapar atau kontak erat dengan orang terinfeksi COVID-19 atau sedang menunggu hasil swab COVID-19.

3. Pelaku perjalanan

Bunda yang melakukan perjalanan atau mengunjungi daerah atau negara tertentu dengan risiko tinggi COVID-19 harus menjalani isolasi mandiri.

Prosedur isoman bagi ibu hamil tidak boleh dilakukan secara sembarangan ya. Berikut tujuh syarat yang harus dipenuhi saat ibu hamil positif COVID-19 tanpa gejala atau gejala ringan memutuskan isoman di rumah:

  1. Bunda tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid) maupun komplikasi medis, seperti asma, penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal kronik, penyakit hati, disabilitas, obesitas, HIV TBC, atau penyakit autoimun.
  2. Usia kehamilan di bawah 39 minggu atau bisa isoman setelah mendapatkan rekomendasi dari petugas kesehatan.
  3. Belum ada tanda-tanda persalinan.
  4. Tidak ada tanda bahaya atau kegawatdaruratan kehamilan dan nifas. Penilaian tanda bahaya bisa dilihat di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
  5. Bagi Bunda nifas, tidak ada komplikasi selama hamil dan melahirkan.
  6. Mendapatkan izin untuk isolasi mandiri setelah melalui pemeriksaan dari dokter atau tenaga kesehatan.
  7. Bunda memiliki buku KIA sebagai bahan bacaan tentang kehamilan yang sehat.
worried pregnant woman sitting at home with protective face mask and looking through the window.Ilustrasi ibu hamil positif COVID-19 tengah menjalani isoman/ Foto: Getty Images/ArtistGNDphotography

Sarana dan prasarana isoman di rumah

Selama isoman di rumah, Bunda perlu menjaga kebersihan ruangan ya. Gunakan kamar terpisah dan sediakan tempat sampah tertutup.

Jangan lupa untuk memastikan ventilasi udara dan cahaya masuk ke rumah. Bersihkan juga area rumah secara berkala dengan disemprot disinfektan setelah digunakan.

Saat isoman, sediakan alat kesehatan yang menunjang seperti:

  • Termometer untuk mengukur suhu tubuh
  • Oximeter untuk mengukur saturasi oksigen
  • Catatan perkembangan harian
  • Vitamin dan obat sesuai rekomendasi dari tenaga kesehatan

Daftar vitamin dan obat untuk ibu hamil isoman

Bagi ibu hamil positif COVID-19 tanpa gejala yang isoman, sebaiknya jaga pola makan dengan konsumsi makanan bergizi seimbang sesuai kebutuhan ya. Penuhi kebutuhan vitamin dan mineral untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.

Untuk ibu hamil positif COVID-19 tanpa gejala atau gejala ringan, berikut daftar vitamin dan obat yang bisa diminum selama isoman di rumah:

  1. Vitamin C 500 mg untuk 3-4 kali sehari atau tablet hisap vitamin C 500 mg per 12 jam untuk 14 hari.
  2. Vitamin D 1000-5000 IU per hari.
  3. Dapat konsumsi multivitamin tambahan yang mengandung vitamin B, E, dan zinc.
  4. Obat antivirus bisa diminum sesuai anjuran dokter dan tidak diberikan secara rutin. Pemberiannya perlu mempertimbangkan manfaat dan risiko bagi Bunda dan janin.
  5. Pemberian parasetamol bila Bunda mengalami demam.

Kapan ibu hamil harus ke rumah sakit?

Bunda perlu memantau kondisi kesehatan selama menjalani isoman ya. Ada lembar catatan harian yang harus diisi untuk dipantau petugas kesehatan. Catatan ini isinya berupa kondisi dan gejala yang dialami.

Nah, berikut kondisi di mana ibu hamil positif COVID-19 tanpa gejala atau gejala ringan perlu ke rumah sakit:

  1. Gejala ringan berubah menjadi gejala sedang
  2. Gerak janin berkurang atau menjadi lemah
  3. Adanya tanda bahaya kehamilan
  4. Adanya tanda-tanda persalinan

Selama menjalani isolasi mandiri di rumah, ibu hamil positif COVID-19 tanpa gejala perlu mendapatkan dukungan dari keluarga. Selain untuk mengontrol kondisi, keluarga juga perlu menyemangati Bunda agar selalu gembira dan tak stres.

Simak juga 10 buah yang tidak boleh dikonsumsi selama hamil, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!