sign up SIGN UP search


kehamilan

ERACS, Metode Persalinan untuk Bantu Lebih Cepat Sembuh Usai Operasi Caesar

dr. Ilham Utama Surya, SpOG   |   Haibunda Rabu, 05 Jan 2022 15:37 WIB
Persalinan ERACS caption
Jakarta -

Bunda sudah pernah metode ERACS? Nah, bagi Bunda yang memutuskan melahirkan dengan operasi caesar, bisa mulai mencari tahu mengenai metode ERACS nih.

Belakangan, metode ERACS memang ramai diperbincangkan di kalangan Bunda hamil. ERACS adalah singkatan dari Enhanced Recovery After Cesarean Surgery. Ini merupakan metode melahirkan yang bisa mempersingkat masa penyembuhan usai melahirkan.

Metode ERACS adalah pengembangan metode ERAS (Enhanced Recovery After Surgery) untuk mempersingkat perawatan pasca operasi bedah. Pertama kali ERAS digunakan untuk operasi saluran pencernaan, yakni usus besar atau kolon.


Kini, metode ERAS dikembangkan menjadi ERACS dan digunakan untuk proses persalinan caesar. Metode ini telah berhasil dibuktikan di Eropa sejak tahun 2012 dan diadopsi di Amerika tahun 2018.

Di Indonesia, metode ERACS sudah mulai diterapkan dalam persalinan sejak tahun 2019. Beberapa rumah sakit sudah menerapkan metode ini sebagai pilihan melahirkan caesar.

Tak seperti operasi caesar konvensional, operasi dengan metode ERACS memiliki batasan waktu. Sebab, dosis obat yang digunakan lebih kecil dan memengaruhi efeknya. Waktu melahirkan dengan ERACS yakni maksimal 60 hingga 90 menit.

Manfaat ERACS

Dibandingkan persalinan dengan operasi caesar biasa atau konvensional, ERACS memiliki keuntungan yakni:

  1. Mempersingkat waktu tinggal di rumah sakit.
  2. Nyeri yang dirasakan pasca operasi dengan ERACS berkurang atau lebih sedikit dibandingkan operasi caesar biasa.
  3. Luka penyembuhan lebih cepat.
  4. Mual dan muntah berkurang.

Kontraindikasi ERACS

Pada dasarnya, Bunda yang memiliki kehamilan sehat bisa melahirkan dengan metode ERACS. Namun, ada kontraindikasi atau kondisi di mana ibu tidak bisa melahirkan dengan metode ini.

Kontraindikasi ERACS mengacu pada kondisi medis berat yang dialami Bunda, seperti plasenta akreta. Proses persalinan pada kondisi ini membutuhkan waktu lama dan transfusi yang banyak.

ERACS tidak bisa dilakukan pada keadaan yang membutuhkan transfusi darah dalam jumlah banyak.

Persalinan ERACSPersalinan ERACS/ Foto: iStockphoto

Fase melahirkan dengan ERACS

Metode ERACS sudah bisa dipilih saat Bunda hamil dan memutuskan untuk melahirkan dengan operasi cesar. Syaratnya, kondisi kesehatan Bunda harus optimal atau sehat menjelang persalinan.

Metode persalinan ERACS membutuhkan persiapan matang yang dimulai sejak masa kehamilan hingga setelah melahirkan. Berikut fase dalam ERACS:

1. Fase pre-operatif

Di fase ini, kondisi kesehatan pasien mulai dioptimalkan untuk menjalani persalinan dengan metode ERACS. Misalnya, ibu yang memiliki anemia saat hamil, harus segera ditangani agar bisa melahirkan dengan ERACS.

Dokter akan menangani selama antenatal care supaya pada saat persalinan, kadar hemoglobin (Hb) ibu cukup. Sebab, Hb yang rendah dapat menyebabkan pendarahan yang banyak selama proses melahirkan.

2. Fase inter-operatif

Fase ini mencakup kesiapan tim selama operasi caesar dengan metode ERACS. Tim mencakup dokter kandungan, dokter anestesi, dokter anak, perawat, bidan, dan manajemen rumah sakit yang mendukung supaya ERACS ini bisa diimplementasikan.

Pada fase ini, Bunda mempersiapkan diri untuk melahirkan. Pada operasi caesar konvensional, Bunda diharuskan untuk puasa 6-8 jam sebelum melahirkan. Namun di ERACS, Bunda justru diminta untuk konsumsi minuman berkalori tinggi, tepat dua jam sebelum melahirkan.

Menurut penelitian, hal ini bisa menanggulangi stres metabolik dan resistensi insulin selama operasi. Stres metabolik tidak boleh terjadi karena bisa memengaruhi suhu tubuh dan tingkat kesembuhan ibu usai melahirkan.

Sebelum operasi caesar dengan ERACS dimulai, dokter akan memberikan antibiotik. Sementara saat operasi berlangsung, Bunda akan diberikan anestesi dengan bius spinal dosis rendah.

Dokter juga akan memberikan obat-obatan yang bervariasi selama operasi dengan jarum suntik lebih kecil. Tujuannya supaya Bunda tidak merasakan sakit ketika melahirkan dan bisa berjalan kembali usai enam jam operasi.

Hal yang perlu diperhatikan selama melakukan metode ERACS, yakni:

  • Suhu tubuh harus dijaga
  • Memantau nyeri atau sakit
  • Ibu dan bayi bisa langsung melakukan skin to skin contact agar terjadi kontraksi rahim yang baik dan meningkatkan bonding antara ibu dan bayi.

3. Fase post-operatif

Fase setelah operasi adalah periode krusial bagi pasien yang melahirkan dengan metode ERACS. Berikut 3 penanganan di fase post-operatif pada ERACS:

  • Dokter umumnya akan memberikan obat anti-mual, anti-muntah, dan anti-nyeri yang bagus untuk keberhasilan ERACS.
  • Prinsip utama ERACS adalah mempersingkat penyembuhan. Pada fase post-operatif, pasien dituntut untuk bisa duduk dalam waktu dua jam dan berjalan dalam waktu enam jam usai melahirkan.
  • Pasien yang melahirkan dengan ERACS juga dituntut untuk bisa mobilisasi secara aktif. Tujuannya supaya usus bisa bergerak dengan baik dan cepat agar dapat buang angin hingga buang air besar (BAB) tanpa kendala usai melahirkan. Melalui mobilisasi aktif, Bunda tidak akan mengalami kembung, sehingga mencegah komplikasi setelah operasi.

Setelah melahirkan dengan ERACS, dokter biasanya akan memberikan permen karet. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan gerakan usus (peristaltik), sehingga pasien bisa BAB.

Penanganan di fase post-operatif yang tepat bisa mempercepat proses pemulihan pasien pasca melahirkan. Tak perlu waktu lama, Bunda yang melahirkan dengan ERACS pun bisa cepat pulang ke rumah.

Tips persiapan melahirkan dengan ERACS

Bunda sudah bisa merencanakan untuk melahirkan dengan ERACS sejak awal kehamilan ya. Beberapa rumah sakit di Indonesia sudah menerapkan metode ini.

Perlu diketahui, harga melahirkan dengan operasi ERACS ditaksir lebih mahal dari operasi caesar konvensional. Sebab, obat yang digunakan lebih variatif dan dibutuhkan persiapan yang matang sebelum persalinan.

Bagi Bunda yang tertarik melahirkan dengan metode ERACS, berikut 3 tips yang perlu diperhatikan:

  1. Sejak awal kehamilan sudah mencari informasi terkait ERACS.
  2. Mencari rumah sakit yang menerapkan metode ERACS untuk melahirkan.
  3. Kondisi kesehatan dan kehamilan harus dijaga agar bisa siap saat harus melahirkan dengan metode ERACS.
  4. Hindari konsumsi alkohol dan merokok karena dapat memperlambat penyembuhan luka dan meningkatkan risiko perdarahan selama operasi.
  5. Bila memiliki penyakit pemberat, seperti diabetes, Bunda sebaiknya konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan agar bisa melahirkan dengan ERACS.

Semoga informasi mengenai ERACS membantu Bunda yang sedang bersiap melewati persalinan ya.

Simak yuk informasi mengenai persalinan caesar dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
kehamilan
Kehamilan Trimester 3 Ketahui perkembangan kehamilan Trimester 3 setiap minggu. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!