KEHAMILAN
Lahirkan Bayi Orang Lain dari IVF, Pasutri Ini Bertekad Mencari Ortu Kandung Sang Putri
Indah Ramadhani | HaiBunda
Selasa, 24 Feb 2026 18:30 WIBSeorang Bunda asal Florida, Amerika Serikat, dikabarkan salah melahirkan anak orang lain. Ia dan suaminya pun lakukan berbagai upaya, mulai dari membuat gugatan kepada klinik tempatnya menjalani program IVF, hingga bertekad mencari orang tua kandung dari sang bayi.
Lahir pada Desember 2025, bayi tersebut diketahui memiliki etnis yang berbeda dari orang tuanya. Hasil uji genetik yang dilakukan Bunda tersebut juga mengatakan bahwa putri mereka tidak memiliki kesamaan genetik bahkan sedikitpun.
"Meski begitu, kami sangat mencintai putri kecil kami. Jika memungkinkan, kami berharap dapat terus membesarkannya sendiri dengan keyakinan bahwa dia tidak akan diambil dari kami," kata pasangan tersebut yang dikutip dari Fox35.
Besarnya cinta dan kasih sayang yang dimiliki, tak membuat mereka egois. Sebaliknya, mereka terus berusaha mencari orang tua kandung sang bayi, agar keputusan merawatnya benar-benar datang dari orang tua kandungnya sendiri.
Setelah menunggu cukup lama, mereka akhirnya mendapatkan respons dari pihak klinik. Pada (22/1/2026), klinik tersebut merilis pernyataan resmi bahwa mereka akan bertanggung jawab dan menyelidiki kesalahan program IVF yang terjadi pada salah satu pasien mereka.
“Sejumlah pihak terlibat dalam proses ini dan bekerja secara menyeluruh untuk mengidentifikasi waktu serta lokasi kemungkinan terjadinya kesalahan. Transparansi serta kesejahteraan pasien dan anak yang terlibat tetap menjadi prioritas utama kami. Kami akan terus memberikan dukungan apa pun yang diperlukan, terlepas dari hasil penyelidikan,” bunyi pernyataan tersebut.
Menurut hukum di Florida, orang tua yang sah dan tercatat merupakan orang tua yang memiliki kesesuaian secara genetik, bukan orang tua yang hanya melahirkan. Kisah ini tak bisa dianggap sepele, karena selain melibatkan moral, kasus ini juga berkaitan dengan hukum di suatu negara.
Gugatan yang diberikan sang Bunda kepada klinik
Sebelumnya, sang Bunda dikabarkan sudah melayangkan gugatan kepada klinik tersebut. Gugatan tersebut dilayangkan atas dugaan kesalahan prosedur implantasi embrio yang menyebabkan dirinya salah melahirkan anak orang lain.
Menilik dari laman News4Jax, Bunda tersebut menjalani program IVF sejak Maret 2025 dan melakukan transplantasi embrio pada bulan April 2025. Dirinya sangat meyakini bahwa embrio yang ditransplantasi merupakan bagian dari materi genetiknya dan sang suami.
Dukungan penuh dari pihak klinik saat itu membuat sang Bunda tidak meragukan keputusannya untuk menjalani program in vitro fertilization (IVF). Tekadnya yang bulat untuk memiliki momongan, membuat dirinya akan menempuh segala cara demi mewujudkannya.
Setelah sekian lama menanti, sang Bunda pun berhasil hamil melalui prosedur tersebut. Akhir Desember 2025, dirinya berhasil melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik. Namun, bayi tersebut tampaknya berasal dari ras yang berbeda dari ia dan sang suami.
Perbedaan tersebut menimbulkan kecurigaan dan membuat pasangan tersebut memutuskan untuk melakukan tes genetik. Hasilnya, seratus persen genetik bayi tersebut berbeda dengan orang tuanya.
Atas dasar tersebut, mereka memberikan gugatan yang berbunyi, “Pasangan tersebut mengkhawatirkan adanya kemungkinan bahwa perempuan lain telah ditanami satu atau lebih embrio mereka dan saat ini tengah mengasuh satu atau lebih anak mereka."
Sebelum pihak klinik merespons, mereka sempat melayangkan gugatan lain terkait tanggung jawab klinik terhadap kesalahan tersebut.
Terdiri dari tiga poin yang mencakup: transparansi apa yang sebenarnya terjadi kepada pasien, melakukan pengujian genetik kepada seluruh pasien yang relevan, serta meminta klinik untuk mengungkap ketidaksesuaian dalam identitas orang tua dari anak-anak semua pasien.
Kisah serupa yang pernah terjadi di AS
Salah melahirkan anak orang lain dalam menjalankan program bayi tabung juga pernah terjadi pada tahun 2024, Bunda. Bunda bernama Krystena Murray melahirkan anak laki-laki yang bukan anak kandungnya, seperti yang disampaikan dalam BBC.
Merasa bahwa kejadian tersebut disebabkan kelalaian, Bunda Krystena melayangkan tuntutan hukum terhadap sebuah klinik IVF tempat ia menjalani program tersebut.
Bunda Krystena diketahui menjalani program tersebut sejak Mei 2020 dan melahirkan pada Desember 2023. Sama seperti Bunda lainnya yang menemukan kejanggalan, bayi laki-laki yang dilahirkannya memiliki ras yang berbeda dengannya.
Perempuan asal negara bagian Georgia ini kemudian melakukan tes DNA dengan menggunakan alat yang dibelinya. Pada Januari 2024, hasil yang keluar menunjukkan bahwa sang anak tidak memiliki hubungan biologis dengan dirinya.
Melalui tes tersebut, Bunda Krystena segera memberitahukan kepada klinik kesuburan tempatnya menjalani bayi tabung. Alih-alih mendapatkan jawaban, ia justru dituntut hak asuh oleh orang tua kandung dari bayi yang dilahirkannya.
Tuntutan hukum yang dilayangkan Bunda Krystena juga berbicara mengenai ketidaktahuan dirinya atas apa yang terjadi sejauh ini. Apakah pihak klinik melakukan kesalahan operasional atau ada hal lain yang membuat ini terjadi.
Nah, demikian kisah Bunda salah melahirkan anak orang lain yang terjadi di beberapa klinik saat menjalankan program IVF atau bayi tabung.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Es Krim Jadi Penolong, Cerita Panik Nina Zatulini Saat Janin Tak Bergerak
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Tips Kelola Stres dan Emosi Selama Jalani Program Bayi Tabung
Berapa Batas Usia Wanita Bisa Menjalani Program Bayi Tabung?
Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memutuskan Program Bayi Tabung
3 Kisah Haru Bunda Sukses Bayi Tabung, Melahirkan Pertama Kali di Usia 73 Tahun
TERPOPULER
21 Kesalahan Penggunaan Kondom yang Perlu Dihindari
6 Tanaman Sayur yang Makin Subur Jika Sering Dipetik
Tes Kepribadian Balita: Kenali Tipe Bayi dari Perilaku Sehari-hari
Zendaya Lepas Cincin Tunangan dari Tom Holland, Rumor Pernikahan Mencuat
10 Ciri Seseorang Haus Validasi, Pengalaman Masa Kecil Anak Jadi Kuncinya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kurma Non Israel yang Bisa Dibeli Online, Aman & Tidak Diharamkan MUI
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
4 Rekomendasi Yogurt yang Bagus untuk Diet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Baju Lebaran 2026 Anak Perempuan, Dress Nyaman & Stylish
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
Review Beras Porang Fukumi & Tropicana Slim, Praktis Tinggal Seduh
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
12 Obat Diare untuk Ibu Hamil yang Aman dan Efektif
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Kebiasaan Nyeker di Dalam Rumah Ternyata Berisiko, Simak Penjelasannya Bun
9 Ide Stimulasi Bayi Sejak Lahir agar Cerdas
21 Kesalahan Penggunaan Kondom yang Perlu Dihindari
Tes Kepribadian Balita: Kenali Tipe Bayi dari Perilaku Sehari-hari
6 Tanaman Sayur yang Makin Subur Jika Sering Dipetik
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Genap 54 Tahun, 7 Gaya Fashion Indy Barends Awet Muda dengan Vest & Wide Pants
-
Beautynesia
5 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Sarapan dengan Menu yang Sama
-
Female Daily
Kenalan dengan Dyson PencilWash™, Alat Pel Canggih yang Bikin Rumah Auto Kinclong!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Influencer Populer Dijuluki 'Lip King' Meninggal Dunia setelah Operasi Plastik
-
Mommies Daily
Kenapa Anak Remaja Sering Punya Permintaan yang Aneh-Aneh?